Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pemetaan Tren Global Riset Etnomatematika dalam Pendidikan: Analisis Bibliometrik 2000-2023 Sumarno, Fauziah; Suparman, Suparman
JIPM (Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika) Vol. 13 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/jipm.v13i1.19960

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tren riset etnomatematika menggunakan analisis bibliometrics, berdasarkan jumlah publikasi, jumlah sitasi, distribusi publikasi kategori bidang SDGs, kategori jurnal, banyaknya publikasi ditinjau dari peneliti, network visualization, overlay visualization, density visualization, dan network visualization untuk co-authorship memberikan gambaran tentang perkembangan dan kontribusi terhadap dunia pendidikan dari tahun 2000 sampai 2023. Metode yang digunakan adalah Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA) untuk meningkatkan transparansi dan kualitas pelaporan tinjauan dan meta-analisis sistematis. Selanjutnya, sampel akhir dianalisis menggunakan VOSviewer untuk memvisualisasikan hubungan antar konsep dan mengidentifikasi pola-pola penting dalam data yang mendukung penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan jumlah publikasi dalam topik etnomatematics terjadi peningkatan signifikan terutama pada tahun 2017 hingga pada tahun 2023, serta peningkatan konsistensi dalam sitasi pertahun, yang tertinggi terjadi pada tahun 2023 dengan 947 sitasi. Penelitian mengenai SDGs, Bidang Quality Education memiliki 220 publikasi, mencerminkan meningkatnya popularitas etnomatematics di kalangan akademisi dengan peningkatan signifikan sejak tahun 2017 hingga 2023. Sementara Network visualization untuk co-authorship menemukan dua dinamika utama yaitu klaster yang tidak terhubung dapat menghambat pertukaran ide dan inovasi, sedangkan klaster yang terhubung menawarkan kolaborasi diskusi dalam etnomatematika.   This study aims to analyze the research trends in ethnomathematics through bibliometric analysis, focusing on the number of publications, citation counts, distribution of publications across Sustainable Development Goals (SDGs) categories, journal categories, and the volume of publications by researchers. Additionally, it employs network visualization, overlay visualization, density visualization, and co-authorship network visualization to illustrate the development and contributions to the field of education from 2000 to 2023. The methodology utilized is based on the Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA) framework, which enhances the transparency and quality of reporting in systematic reviews and meta-analyses. The final sample is analyzed using VOSviewer to visualize the relationships among concepts and identify significant patterns within the data that support this research. The findings indicate a notable increase in the number of publications on ethnomathematics, particularly from 2017 to 2023, alongside a consistent rise in annual citations, peaking in 2023 with 947 citations. Research related to SDGs, specifically in the area of Quality Education, has yielded 220 publications, reflecting the growing popularity of ethnomathematics among academics, with a significant increase observed from 2017 to 2023. Furthermore, the co-authorship network visualization reveals two primary dynamics: disconnected clusters that may hinder the exchange of ideas and innovation, and connected clusters that facilitate collaborative discussions in ethnomathematics.
Literature Review: Perbandingan Model Pembelajaran Kolaboratif dengan Kooperatif dalam Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Sumarno, Fauziah; Peni , Nur Robiah Nofikusumawati
Konstruktivisme : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol 17 No 1 (2025): Januari 2025
Publisher : Universitas Islam Balitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35457/konstruk.v17i1.3727

Abstract

Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR). Penelitian dimulai dengan Research Question (RQ) yang membahas seberapa efektif model pembelajaran dan perbedaan signifikan antara pembelajaran kolaboratif ataupun kooperatif dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Kriteria inklusi dan eksklusi digunakan untuk mengumpulkan data melalui database Google Scholar, berdasarkan proses evaluasi yang berkualitas. Hasil analisis dari dua puluh artikel terindeks S1-S6 menunjukkan bahwa, dibandingkan dengan model pembelajaran konvensional, model kolaboratif dan kooperatif meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis (KPMM) siswa secara signifikan. Dalam beberapa artikel, model kolaboratif, yang menekankan interaksi siswa yang mendalam dan diskusi kelompok kecil yang heterogen, terbukti lebih efektif. Model kooperatif seperti TPS, STAD, dan NHT juga menunjukkan hasil yang baik dengan menekankan pemahaman siswa tentang bagaimana belajar berkelompok. Studi ini memberikan saran praktis bagi guru untuk menerapkan kedua model pembelajaran ini sesuai dengan kebutuhan dan tujuan pembelajaran. Untuk meningkatkan KPMM siswa, kombinasi model kolaboratif dan kooperatif dapat menjadi pendekatan yang efektif. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui bagaimana kedua model ini dapat diterapkan pada mata pelajaran matematika lainnya dan pada berbagai jenjang pendidikan.
Tren penelitian global tentang pemikiran komputasi dalam pendidikan matematika:Analisis bibliometrik (2000–2025) Sumarno, Fauziah; Suparman, Suparman; Mahmudah, Kunti Robiatul
Jurnal Math Educator Nusantara: Wahana Publikasi Karya Tulis Ilmiah di Bidang Pendidikan Matematika Vol 11 No 2 (2025): Jurnal Math Educator Nusantara
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/jmen.v11i2.25725

Abstract

This study aims to identify global trends, scientific collaborations, and developments in computational thinking topics in the context of mathematics education through bibliometric analysis. The method refers to the Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA) to improve transparency and quality of reporting. Data were taken from the Dimensions database for the period 2000–2025 and analyzed using VOSviewer software. The results show a significant increase in publications and citations since 2016, with the peak of publications occurring in 2023 and the highest citations in 2024. SDG 4: Quality Education is the theme most often associated with computational thinking, although contributions to Mathematics Education are still limited. The journal Education and Information Technologies is the most dominant publication medium, with researchers such as Weipeng Yang and Gary Ka Wai Wong as the main contributors. The visualization of the keyword network highlights the large focus on computational thinking skills, while mathematics education is in a peripheral position, indicating a suboptimal relationship. The visualization of co-authorship also shows the formation of strong global collaborations. The positive correlation between the number of publications and citations indicates that scientific productivity plays a major role in research visibility. These findings provide an important basis for developing further research into the integration of computational thinking into 21st century mathematics learning.