Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR). Penelitian dimulai dengan Research Question (RQ) yang membahas seberapa efektif model pembelajaran dan perbedaan signifikan antara pembelajaran kolaboratif ataupun kooperatif dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Kriteria inklusi dan eksklusi digunakan untuk mengumpulkan data melalui database Google Scholar, berdasarkan proses evaluasi yang berkualitas. Hasil analisis dari dua puluh artikel terindeks S1-S6 menunjukkan bahwa, dibandingkan dengan model pembelajaran konvensional, model kolaboratif dan kooperatif meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis (KPMM) siswa secara signifikan. Dalam beberapa artikel, model kolaboratif, yang menekankan interaksi siswa yang mendalam dan diskusi kelompok kecil yang heterogen, terbukti lebih efektif. Model kooperatif seperti TPS, STAD, dan NHT juga menunjukkan hasil yang baik dengan menekankan pemahaman siswa tentang bagaimana belajar berkelompok. Studi ini memberikan saran praktis bagi guru untuk menerapkan kedua model pembelajaran ini sesuai dengan kebutuhan dan tujuan pembelajaran. Untuk meningkatkan KPMM siswa, kombinasi model kolaboratif dan kooperatif dapat menjadi pendekatan yang efektif. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui bagaimana kedua model ini dapat diterapkan pada mata pelajaran matematika lainnya dan pada berbagai jenjang pendidikan.
Copyrights © 2025