This study aims to analyze the direction and strength of the relationship between social media use and academic procrastination among seventh-grade students at SMP Negeri 27 Medan, while also providing an empirical foundation for the development of school-based guidance and counseling services. The research employed a quantitative approach using a correlational design. The sample consisted of 133 seventh-grade students selected through a convenience sampling technique from a single school population. Research instruments included a social media use scale and an academic procrastination scale, both of which fulfilled established validity and reliability requirements. Data analysis was conducted using the Pearson Product Moment correlation technique. The results indicated a correlation coefficient of r = 0.483 with a significance value of p = 0.000 (p < 0.05), demonstrating a positive and statistically significant relationship between social media use and academic procrastination. The coefficient of determination showed that social media use contributed 1.7% to students’ academic procrastination, while the remaining 98.3% was influenced by other factors not examined in this study. Although the contribution was relatively small, social media use can still be considered a potential risk factor. _____________________________________________________________Penelitian ini bertujuan menganalisis arah dan kekuatan hubungan antara penggunaan media sosial dan prokrastinasi akademik pada siswa kelas VII SMP Negeri 27 Medan serta memberikan dasar empiris bagi pengembangan layanan Bimbingan dan Konseling di sekolah. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel penelitian berjumlah 133 siswa kelas VII yang dipilih melalui teknik convenience sampling pada satu sekolah. Instrumen yang digunakan berupa skala penggunaan media sosial dan skala prokrastinasi akademik yang telah memenuhi uji validitas dan reliabilitas. Analisis data dilakukan menggunakan korelasi Pearson Product Moment. Hasil analisis menunjukkan koefisien korelasi sebesar r = 0,483 dengan nilai signifikansi p = 0,000 (p < 0,05) yang menandakan adanya hubungan positif dan signifikan antara penggunaan media sosial dan prokrastinasi akademik siswa. Koefisien determinasi menunjukkan nilai R² sebesar 0,017, artinya penggunaan media sosial memberikan kontribusi sebesar 1,7% terhadap prokrastinasi akademik, sedangkan 98,3% dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Temuan ini menegaskan bahwa meskipun kontribusinya relatif kecil, penggunaan media sosial tetap menjadi faktor risiko yang perlu diperhatikan. Secara praktis, hasil penelitian ini berimplikasi pada pentingnya layanan Bimbingan dan Konseling yang bersifat preventif dan pengembangan, melalui layanan informasi, bimbingan klasikal, serta konseling