Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : JURNAL SPASIAL

PENINGKATAN MINAT BELAJAR MAHASISWA DALAM MATA KULIAH OCEANOGRAFI MELALUI METODE OUT DOOR STUDY DI PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GEOGRAFI Putri, S.Pd. M.Si, Rozana Eka
Jurnal Spasial Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Program Studi Pendidikan Geografi STKIP PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (672.112 KB) | DOI: 10.22202/js.v4i2.2360

Abstract

Peningkatan kualitas pendidikan itu perlu mendapat perhatian dari semua pihak baik dari pihak guru maupun dari orang tua dan pengelola pendidikan. Guru merupakan faktor utama yang menciptakan proses belajar mengajar yang lebih bermakna seperti yang diungkapkan oleh Amin (1990: 2) ”Guru merupakan kunci utama yang berperan dalam pengembangan kualitas individu menuju warga negara yang memahami ilmu dan teknologi”. Dari tiga siklus yang telah dilakukan ternyata didapat bahwa memang kegiatan out door study pada mata kuliah Oceanografi sangat bermanfaat dalam menumbuhkan minat mahasiswa untuk lebih  memahami materi dengan efektif dan menyenangkan sehingga mereka bisa melihat langsung mengenai objek yang dijelaskan oleh dosen sehingga membantu mahasiswa meningkatkan pemahaman dalam menangkap materi pelajaran yang akhirnya dapat meningkatkan hasil belajar mahasiswa itu sendiri. hasil penelitian yang dilakukan adalah 1) Metode out door study menjadikan Mahasiswa lebih bersemangat dalam belajar, lebih berkonsentrasi pada materi, membuat daya pikir Mahasiswa lebih berkembang, suasana belajar lebih nyaman, Mahasiswa lebih berani mengemukakan pendapat dan membuat Mahasiswa lebih aktif. 2) Metode out door study lebih efisien dan efektif jika diterapkan dengan baik, terutama pada mata kuliah oceanografi yang ruang materi perkuliaahnya adalah laut yang merupakan alam bebas dengan karakteristik yang unik.
PENGEMBANGAN WISATA KOTA PADANG SEBAGAI DESTINASI WISATA KOTA DI SUMATERA BARAT Putri, Rozana Eka
Jurnal Spasial Vol 3, No 1 (2016)
Publisher : Program Studi Pendidikan Geografi STKIP PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.873 KB) | DOI: 10.22202/js.v3i1.1598

Abstract

Padang is the capital city of West Sumatra lies on the western shore of the island of Sumatra is an area of great tourist destination to visit due to have a natural potential that is different from other areas and also has the potential to represent the culture of Minangkabau culture such as museums Aditiawarman, bridges and other sitinurbaya. Tourism Development of the City field will be an interesting trend in the future by many rational reasons, it can increase revenue. Regional or PAD Asi income can be increased through tax Hotel, Restaurant Tax and Economic Activity Increases in urban areas .Some of the obstacles that could hinder the development of tourism in the city of the plain, namely: 1) the ineffectiveness of the regulation in order to control the effectiveness of development and tourism development. With regard to the regional autonomy in the implementation of development demanded the regulation of executive functioning optimally on the development of culture and tourism 2) Lack of tourism facilities and infrastructure. Their facilities and infrastructure in the region repfesentatif travel site is a certain appeal. 3) The lack of coordination and cohesion among stakeholders as well as program-related sectors. The role and involvement of stakeholders in the development of culture and tourism is still lacking, particularly in the development of an area. 4) Lack of quality and quantity of tourism human resources professional and highly capable. Tourism players are very less in number and quality is not in accordance with the existing resources in the office or in the field. 5) Not optimal marketing and promotional programs that provide positive contribution to revenue (PAD) Implementation of tourism promotion uncultivated areas is not optimal, elements of tourism promotion is expected to be the main tool to destination to the city of Padang. 6) There optimal development of management and conservation of objects and tourist Drag and local cultures. The need for the development and preservation of regional destinations, such as for regional cultural tourism and history as a leading tourism destination and objects. 7) Not optimal network is a community-basedpartnerships. Required professional handling of stakeholders involvement of stakeholders in tourism development efforts are directed
PENGARUH TINGKAT PENDIDIKAN DAN PENGETAHUAN TENTANG KEARIFAN LOKAL TERHADAP KESADARAN MASYARAKAT DALAM MELESTARIKAN DAS DI KENAGARIAN AUR BEGALUNG TALAOK KECAMATAN BAYANG KABUPATEN PESISIR SELATAN Tanamir, M.Pd, Momon Dt.; Putri, Rozana Eka
Jurnal Spasial Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : Program Studi Pendidikan Geografi STKIP PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1051.06 KB) | DOI: 10.22202/js.v5i2.2853

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis data pengaruh tingkat pendidikan dan pengetahuan tentang kearifan lokal terhadap kesadaran masyarakat dalam melestarikan DAS di Kenagarian Aur Begalung Talaok Kecamatan Bayang Kabupaten Pesisir Selatan. Jenis penelitian adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Populasi penelitian ini adalah seluruh masyarakat di Kenagarian Aur Begalung Talaok Kecamatan Bayang Kabupaten Pesisir Selatan yaitu sebanyak 1.196 KK. Sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 120 KK dengan menggunakan teknik penarikan sampel yaitu dengan teknik proportional random sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa angket. Analisis data digunakan dengan dua cara yaitu: (1) analisis deskriptif, dan (2) analisis inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; (1) Terdapat pengaruh positif yang signifikan antara tingkat pendidikan terhadap kesadaran masyarakat dalam melestarikan DAS dengan bentuk persamaan regresi  Ŷ = 21,571 + 0,663X1 dan t-hitung sebesar 2,752 dengan nilai signifikan sebesar 0,007 < α 0,05. (2) Terdapat pengaruh positif yang signifikan antara pengetahuan tentang kearifan lokal terhadap kesadaran masyarakat dalam melestarikan DAS dengan bentuk persamaan regresi  Ŷ = 10,594 + 2,353X1 dan t-hitung sebesar 8,436 dengan nilai signifikan sebesar 0,000 < α 0,05. (3) Terdapat pengaruh positif yang signifikan antara tingkat pendidikan dan pengetahuan tentang kearifan lokal secara bersama-sama terhadap kesadaran masyarakat dalam melestarikan DAS dengan bentuk persamaan regresi  Ŷ = 9,689 + 0,153X1 + 2,284X2 dan F-hitung sebesar 35.720 dengan nilai signifikan sebesar 0,000 < α 0,05.
UPAYA PELESTARIAN EKOSISTEM HUTAN AIR PAYAU DALAM MENJAGA KELESTRAIAN TATANAN EKOLOGIS Putri, Rozana Eka
Jurnal Spasial Vol 1, No 2 (2014)
Publisher : Program Studi Pendidikan Geografi STKIP PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.688 KB) | DOI: 10.22202/js.v1i2.1579

Abstract

Changes in forest ecosystems of brackish water in Indonesia has reached the alarming level. Center for the Study of Marine Fisheries and Bung Hatta University in 2005 mentioned, brackish water forest area in West Sumatra reached 39 832 hectares. Mentawai district has an area of 32,600 hectares of mangrove forests, West Pasaman area of 6273.5 hectares. Results showed that the level of damage is highest in the district of Padang Pariaman, 80 percent or comparable 160 hectares. As in West Pasaman reached 30% and the Mentawai Islands as much as 20%. For the city of Padang, the forest area of brackish water no more than 10 hectares. The forest is only found in the Banana River. Others mostly already built housing or for tourism.