Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KEBIJAKAN EKONOMI KELAUTAN TERHADAP PENGEMBANGAN SUMBERDAYA MANUSIA Bur, Syakina; Akbar, Muh; Patiung, Lista; Fauzan, Andi Rifqi; Fattah, Mubarak; Fajrin, Muhammad
Riset Sains dan Teknologi Kelautan Volume 5, Nomor 1, Tahun 2022
Publisher : Departemen Teknik Kelautan Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62012/sensistek.v5i1.19405

Abstract

Menjadi negara kepulauan atau maritim tentu membuat Indonesia memiliki potensi kelautan yang begitu besar. Banyak potensi yang dimiliki dari laut, di antaranya: penangkapan ikan, tambak ikan, mangrove, dan pemanfaatan tanaman laut, serta masih banyak lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk menilai potensi yang dimiliki oleh Wilayah pesisir dan hambatan yang dihadapi dalam pengembangan sumber daya manusia khususnya perikanan laut di Kota Parepare tangkap, dan untuk mengetahui strategi pengembangan sumber daya manusia khususnya perikanan laut berbasis potensi wilayah pesisir yang menjadi mata pencaharian nelayan. Penelitian ini dilaksanakan di Pesisir Pantai Kota Parepare. Metode yang digunakan adalah metode sekunder dimana sumberdata diperoleh melalui jurnal, adapun metode primer yang digunakan yaitu media diskusi dan pengamatan. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa Kota Parepare memiliki potensi sebagai kota pantai denganl etak yang strategis, aksesibilitas yang lancar dan potensi keberadaan LAPAN dan industri yang bergerak di sektor perikanan. Adapun hambatan yang hadapi nelayan tangkap yakni pendidikan yang rendah, pendapatan yang rendah, alat tangkap dan perahu/kapal yang digunakan masih bersifat tradisional, keterbatasan alat tangkap yang dimiliki nelayan, kemungkinan terjadinya bencana alam dan terjadi kenaikan harga dan kelangkaan BBM. Strategi yang dapat dilakukan dalam pengembangan perikanan laut khususnya perikanan tangkap, guna peningkatan produksi dan kesejahteraan nelayan tangkap antara lain; strategi pengembangan sumber daya manusia, strategi pengembangan infrastruktur dan strategi kebijakan pemerintah.
MITIGASI BENCANA ABRASI DAN SEDIMENTASI PANTAI PADA DI PESISIR PANTAI KABUPATEN PANGKEP Suleman , Siti Arifaini; Bur, Syakina
Riset Sains dan Teknologi Kelautan Volume 6, Nomor 1, Tahun 2023
Publisher : Departemen Teknik Kelautan Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62012/sensistek.v6i1.24250

Abstract

Dalam beberapa dekade terakhir, garis pantai di wilayah Indonesia mengalami penyempitan yang sangat mengkhawatirkan. Salah satu yang dapat diamati yaitu pada pesisir barat Provinsi Sulawesi Selatan yang terdiri dari beberapa kabupaten pesisir seperti Kota Makassar, Kabupaten Maros, Pangkep, Barru, Parepare dan Pinrang. Beberapa kawasan pesisir tersebut telah mengalami perubahan dalam beberapa tahun terakhir, salah satunya adalah pesisir Kabupaten Pangkep, dimana faktor alam seperti abrasi dan sedimentasi serta pemanfaatan lahan, khususnya ekosistem pesisir, telah berkontribusi terhadap degradasi ekosistem. hutan mangrove menjadi tambak, pembangunan pelabuhan, tambang dan pemukiman. Perubahan garis pantai merupakan salah satu bentuk dinamisasi kawasan pantai yang terjadi secara terus menerus. Perubahan garis pantai yang terjadi di kawasan pantai berupa pengikisan badan pantai (abrasi) dan penambahan badan pantai (sedimentasi atau akresi). Dalam mengamati perubahan garis pantai yaitu abrasi dan sedimentasi, maka digunakan teknologi penginderaan jarak jauh atau citra satelit. Mengingat informasi perubahan garis pantai dalam berbagai kajian wilayah pesisir Kepulauan Pangkep sangat penting untuk meminimalkan dampak abrasi pantai dan longsor pantai, maka penggunaan teknik penginderaan jauh banyak dilakukan di wilayah pesisir. Dalam meminimalisir dampak perubahan garis pantai yaitu abrasi dan sedimentasi, maka diperlukan adanya kajian mitigasi bencana agar penduduk sekitar pesisir pantai lebih sadar dan peduli akan dampak dari perubahan garis pantai.