Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Perbandingan PP 23 Tahun 2018 dan PP 55 Tahun 2022 Pada Wajib Pajak Dengan Peredaran Bruto Tertentu Pada UMKM Wuri, Titiyoni Abdyan; Widodo, Ulfa Puspa Wanti
Jurnal Perpajakan dan Keuangan Publik Vol 3, No 1 (2024): Jurnal Perpajakan dan Keuangan Publik
Publisher : Department of Public Administration

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jpkp.v3i1.33671

Abstract

Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) memberikan kontribusi yang cukup besar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) di Indonesia. Selain itu, pandemi Covid-19 juga berdampak pada menurunnya pendapatan UMKM. Hal-hal inilah yang menjadi dasar oleh otoritas pajak di Indonesia dalam menentukan besaran pajak penghasilan bagi UMKM yang omzetnya tidak lebih dari Rp4.800.000.000. Namun terdapat perbandingan regulasi yang mengatur besaran tarif pajak bagi UMKM. Maka artikel ini bertujuan untuk menganalisis adanya perbandingan PP Nomor 23 Tahun 2018 dan PP Nomor 55 Tahun 2022. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian deskriptif. Jadi hasilnya menyatakan bahwa perbandingan tersebut hanya mencakup aspek subjek pajak, pengecualian subjek pajak, batasan peredaran yang tidak dikenakan pajak penghasilan dan batasan waktu. Perbandingan yang paling berdampak terhadap keberlangsungan UMKM adalah penghasilan bruto sampai dengan Rp500.000.000 tidak dikenakan pajak penghasilan. Adanya perbandingan tersebut dapat diartikan bahwa pemerintah sedang melakukan perbaikan terkait pengenaan pajak penghasilan bagi UMKM. Hal ini dilakukan untuk menciptakan keseimbangan antara pembayaran kena pajak dan penghasilan.
Analisis Perbandingan PP 23 Tahun 2018 dan PP 55 Tahun 2022 Pada Wajib Pajak Dengan Peredaran Bruto Tertentu Pada UMKM Wuri, Titiyoni Abdyan; Widodo, Ulfa Puspa Wanti
Jurnal Perpajakan dan Keuangan Publik Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal Perpajakan dan Keuangan Publik
Publisher : Department of Public Administration

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jpkp.v3i1.33671

Abstract

Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) memberikan kontribusi yang cukup besar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) di Indonesia. Selain itu, pandemi Covid-19 juga berdampak pada menurunnya pendapatan UMKM. Hal-hal inilah yang menjadi dasar oleh otoritas pajak di Indonesia dalam menentukan besaran pajak penghasilan bagi UMKM yang omzetnya tidak lebih dari Rp4.800.000.000. Namun terdapat perbandingan regulasi yang mengatur besaran tarif pajak bagi UMKM. Maka artikel ini bertujuan untuk menganalisis adanya perbandingan PP Nomor 23 Tahun 2018 dan PP Nomor 55 Tahun 2022. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian deskriptif. Jadi hasilnya menyatakan bahwa perbandingan tersebut hanya mencakup aspek subjek pajak, pengecualian subjek pajak, batasan peredaran yang tidak dikenakan pajak penghasilan dan batasan waktu. Perbandingan yang paling berdampak terhadap keberlangsungan UMKM adalah penghasilan bruto sampai dengan Rp500.000.000 tidak dikenakan pajak penghasilan. Adanya perbandingan tersebut dapat diartikan bahwa pemerintah sedang melakukan perbaikan terkait pengenaan pajak penghasilan bagi UMKM. Hal ini dilakukan untuk menciptakan keseimbangan antara pembayaran kena pajak dan penghasilan.
Faktor-Faktor yang Memengaruhi Perilaku Kecurangan Akademik Mahasiswa Akuntansi dengan Menggunakan ChatGPT: Perspektif Fraud Hexagon Theory Wuri, Titiyoni Abdyan; Putri, Sofie Yunida; Suryaningrum, Diah Hari
Jesya (Jurnal Ekonomi dan Ekonomi Syariah) Vol 9 No 2 (2026): FORTHCOMING ARTICLES : JUNI 2026
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Al-Washliyah Sibolga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36778/jesya.v9i2.2658

Abstract

Pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan, khususnya ChatGPT, tidak hanya memberikan kemudahan dalam proses pembelajaran, tetapi juga memunculkan potensi penyalahgunaan yang dapat meningkatkan risiko kecurangan akademik di kalangan mahasiswa. Kondisi ini menunjukkan pentingnya kajian yang komprehensif untuk memahami faktor-faktor yang mendorong terjadinya perilaku tersebut, terutama dalam konteks pendidikan tinggi yang semakin terdigitalisasi, kompetitif, dan menuntut capaian akademik yang tinggi. Berdasarkan hal tersebut, maksud dari studi ini adalah guna mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor yang menjadi penyebab terjadinya perilaku kecurangan akademik mahasiswa akuntansi dengan menggunakan ChatGPT dari perspektif teori fraud hexagon. Pendekatan kuantitatif digunakan dengan populasi mahasiswa akuntansi di perguruan tinggi di Surabaya. Teknik purposive sampling diterapkan dengan syarat mahasiswa dari program studi akuntansi terakreditasi A atau Baik serta telah menjalani mata kuliah Etika Bisnis dan Profesi, sehingga diperoleh 163 responden. Data yang dimanfaatkan ialah data primer yang dianalisis menggunakan metode PLS-SEM dengan bantuan SmartPLS. Temuan penelitian memperlihatkan perilaku kecurangan akademik menggunakan ChatGPT dipengaruhi secara positif oleh tekanan, kesempatan, kemampuan, arogansi, dan kolusi, sementara rasionalisasi tidak memberikan pengaruh. Temuan ini menegaskan relevansi teori fraud hexagon dalam menjelaskan kecurangan akademik di era digital serta mendorong penguatan pengawasan, etika akademik, dan pemanfaatan teknologi secara bijak guna menjaga integritas akademik secara berkelanjutan dan bertanggung jawab.