Pasar modal Indonesia menunjukkan perkembangan yang pesat dengan meningkatnya jumlah investor serta variasi instrumen investasi yang ditawarkan. Kondisi ini menjadikan pengelolaan portofolio sebagai aspek penting dalam strategi investasi modern. Kajian ini bertujuan untuk menelaah penerapan Teori Portofolio Modern (Modern Portfolio Theory/MPT) dalam konteks pasar modal Indonesia melalui pendekatan studi literatur. Teori ini, yang diperkenalkan oleh Harry Markowitz, menekankan pentingnya diversifikasi aset untuk meminimalkan risiko dan memaksimalkan tingkat pengembalian investasi melalui pemben ygtukan portofolio yang efisien. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur deskriptif-analitis dengan meninjau artikel ilmiah nasional dan internasional yang diterbitkan antara tahun 2022 hingga 2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa prinsip diversifikasi dalam kerangka MPT terbukti efektif dalam mengelola risiko portofolio di pasar modal Indonesia. Namun demikian, penerapannya masih menghadapi beberapa kendala seperti keterbatasan likuiditas saham, volatilitas pasar yang tinggi, serta asumsi-asumsi MPT yang tidak sepenuhnya sesuai dengan kondisi pasar domestik. Beberapa penelitian juga mengindikasikan bahwa model Markowitz dan pendekatan indeks tunggal masih menjadi metode utama dalam pembentukan portofolio optimal, meskipun hasilnya sangat bergantung pada kondisi ekonomi dan karakteristik investor. Temuan ini mengungkap adanya kesenjangan penelitian (research gap) terutama dalam integrasi faktor baru seperti prinsip syariah, keberlanjutan (ESG), dan model multifaktor yang lebih adaptif terhadap dinamika pasar Indonesia. Oleh karena itu, teori portofolio modern perlu disesuaikan dengan karakteristik lokal agar lebih efektif dalam mendukung praktik investasi yang efisien dan berkelanjutan.