Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemodelan Kekuatan Tekan Femur Menggunakan Analisa Elemen Hingga Emmanuel Hulu; Derlini; Mulyadi
Jurnal Dunia Pendidikan Vol 5 No 5 (2025): Jurnal Dunia Pendidikan
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/jurdip.v5i5.3838

Abstract

Penelitian ini mengkaji karakteristik femur terhadap berbagai mode pembebanan tunggal dan kombinasi dengan beban tekan. Penetapan ukuran ini semestinya mengikuti uji konvergensi mesh sebelumnya. Uji ini dilakukan untuk memastikan keabsahan penggunaan ukuran mesh untuk memenuhi kebutuhan pemodelan agar hasil akhir pemodelan tidak lagi berfluktuasi tetapi sudah stabil. Hasil menunjukkan bahwa tegangan maksimum yang terjadi selalu berada pada bagian tengah batang femur kecuali pada beban puntir. Tegangan maksimum Von Mises pada beban tekan dan tarik adalah sama yaitu 70 MPa. Sementara itu, tegangan maksimum Von Mises akibat beban lentur yaitu 7 MPa. Hal mengejutkan terjadi pada pembebanan puntir dimana diperoleh tegangan maksimum yang paling tinggi yaitu 212 MPa. Untuk tegangan kombinasi puntir tekan memberikan tegangan maksimum 160 MPa. Pengaruh beban tekan terhadap beban lentur tidak berpengaruh berarti. Hasil tegangan maksimum yang terjadi sama dengan beban tunggal lentur. Hasil kajian memberikan beberapa hal untuk disimpulkan yaitu pembebanan puntir merupakan mode pembebanan yang memberikan tegangan maksimum paling tinggi diantara mode pembebanan lainnya yaitu sebesar 212 MPa. Tegangan tertinggi yang dialami oleh femur adalah pada bagian leher yaitu akibat beban puntir yaitu sebesar 212 MPa. Bagian tengah batang femur adalah bagian yang paling sering mengalami tegangan maksimum kecuali untuk beban puntir. Tegangan maksimum akibat beban tekan dan tarik adalah sama yaitu sekitar 70 MPa. Pembebanan kombinasi memberikan hasil tegangan maksimum yang berbeda jika dibandingkan dengan tegangan maksimum akibat pembebanan tunggal.
Statistical evaluation of laminate configuration effects on hybrid composite structural behavior Achmad Jusuf Zulfikar; Siswo Pranoto; Mulia; Derlini; Zakir Husin
JTTM : Jurnal Terapan Teknik Mesin Vol 7 No 1 (2026): JTTM: Jurnal Terapan Teknik Mesin
Publisher : Teknik Mesin - Universitas Muhammadiyah Cileungsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37373/jttm.v7i1.2291

Abstract

The growing demand for sustainable yet high-performance structural materials has accelerated research into hybrid composite systems that combine natural and synthetic fiber reinforcements. Hybrid jute/E-glass/epoxy laminates offer a promising balance between environmental sustainability and mechanical reliability; however, their structural behavior is strongly influenced by laminate configuration. This study aims to statistically evaluate the effects of stacking sequence on the structural performance of hybrid composites, focusing on three primary objectives: (i) experimentally assessing flexural and splitting tensile behavior under controlled loading conditions, (ii) determining the statistical significance of laminate configuration using Analysis of Variance (ANOVA), and (iii) investigating the relationship between mechanical strength enhancement and crack pattern development. The experimental program involved the fabrication of multiple laminate configurations using vacuum-assisted processing, followed by three-point bending and splitting tensile tests in accordance with standardized procedures. Crack patterns were quantified through digital image analysis to determine the percentage of damaged surface area. The results demonstrate that alternating stacking sequences significantly improve load-bearing capacity compared to non-optimized configurations. ANOVA confirmed that laminate arrangement exerts a statistically significant effect on mechanical performance. Furthermore, a meaningful correlation was observed between increased tensile strength and greater post-failure crack surface percentage, indicating a trade-off between structural resistance and damage manifestation. These findings provide a statistically validated framework for optimizing hybrid laminate configurations in sustainable structural applications and contribute to the advancement of performance-based composite design strategies.