Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA NY. F DENGAN PENERAPAN PIJAT OKSITOSIN PADA KALA I PERSALINAN DAN NIFAS DI PUSKESMAS SUKAKARYA GARUT TAHUN 2023 Alisya Milliani Putri, Alisya; Titi Legiati, Titi
Jurnal Kesehatan Siliwangi Vol. 4 No. 3 (2024): JURNAL KESEHATAN SILIWANGI
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bidan sebagai tenaga kesehatan profesional berperan dalam memberikan asuhan komprehensif berkesinambungan untuk mendeteksi dini adanya komplikasi yang mungkin terjadi pada ibu dan janin. Pelayanan kebidanan telah berkembang secara holistic dengan pendekatan terapi diantaranya melalui pijat oksitosin. Pijat oksitosin akan merangsang hormon oksitosin untuk merangsang kontraksi uterus yang bertujuan mengurangi nyeri, mempercepat persalinan dan memperlancar proses pengeluaran ASI pada masa nifas. Tujuan laporan ini yaitu memberikan asuhan kebidanan secara komprehensif dengan penerapan pijat oksitosin melalui pendekatan manajemen kebidanan. Metode yang digunakan yaitu studi kasus secara komprehensif pada Ny. F dengan usia kehamilan 38 minggu dan bayi Ny. F yang dilakukan pada bulan Februari hingga mei tahun 2023. Berdasarkan hasil asuhan yang telah dilakukan, terdapat masalah ketidaknyamanan pada trimester III yaitu kram kaki dan sulitĀ  tidur, masalah ini teratasi dengan melakukan perendaman kaki dengan air hangat sehingga meningkatkan relaksasi dan meningkatkan sirkulasi darah. Saat persalinan dilakukanĀ  pijat oksitosin untuk mempercepat proses persalinan. Pada masa nifas ditemukan masalah pada klien yaitu kecemasan produksi ASI yang masih sedikit, mitos tidur siang saat nifas, kurangnya personal hygiene dan masalah tersebut teratasi dengan pemberian edukasi. Hasil penerapan pijat oksitosin didapatkan evaluasi dengan terjadinya percepatan persalinan, jumlah produksi ASI yang bertambah, dan involusi cepat. Penerapan asuhan berkesinambungan ini diharapkan dapat dilakukan sesuai dengan evidence based agar asuhan yang diberikan dapat lebih berkualitas.