Mahiroh, Nailil Widad
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Campur dan Alih Kode Pondok Pesantren Al Ibrohimi, Manyar sebagai Eskalasi Kosa Kata dan Komunikasi Santri Mahiroh, Nailil Widad; Ahmadi, Anas
Diksatrasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 8, No 2 (2024): JURNAL DIKSATRASIA JULI 2024
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/diksatrasia.v8i2.14047

Abstract

Penelitian ini memfokuskan pada analisis fenomena campur kode bahasa dalam konteks percakapan santri di Pondok Pesantren Al Ibrohimi, Manyar. Pendekatan metodologis yang digunakan adalah kualitatif, dengan penelitian ini bertujuan untuk memperoleh pemahaman yang mendalam tentang praktik bilingualisme. Subjek penelitian ini adalah para santri, dan data dikumpulkan melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan kerangka kerja Miles and Huberman, yang memungkinkan peneliti untuk menggali berbagai bentuk campur kode yang muncul dalam percakapan.Dari hasil penelitian, didapati 30 percakapan di Pondok Pesantren Al Ibrohimi, Manyar, yang terbagi ke dalam beberapa jenis campur kode, termasuk alih kode internal dan eksternal, serta campur kode dengan penyisipan unsur berwujud kata, frasa, klausa, dan perulangan kata. Temuan penelitian menyoroti faktor-faktor yang mempengaruhi praktik campur kode, termasuk karakteristik penutur, konteks sosial, dan tujuan komunikatif. Kata kunci: alih kode, campur kode, percakapan santri ABSTRACTThis research focuses on the analysis of code-switching phenomena in the context of conversations among students at Pondok Pesantren Al Ibrohimi, Manyar. The methodological approach used is qualitative, with the aim of obtaining a deep understanding of bilingualism practices. The subjects of this research are the students, and data is collected through observation, interviews, and documentation techniques. Data analysis is conducted using the Miles and Huberman framework, which allows researchers to explore various forms of code-switching that emerge in conversations. From the research findings, it was found that there were 30 conversations at Pondok Pesantren Al Ibrohimi, Manyar, which were divided into several types of code-switching, including internal and external code-switching, as well as code-switching with the insertion of tangible elements such as words, phrases, clauses, and word repetition. The research findings highlight factors that influence code-switching practices, including speaker characteristics, social context, and communicative purpose Keywords: code switch, code mix, santri conversation
Gender Language Variation in the Film The Architecture of Love: Analysis of Linguistic Features and Topics Mahiroh, Nailil Widad; Kholiq, Abdul
Jurnal Pembelajaran Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 1 (2026): Januari 2026 | in progress
Publisher : Raja Zulkarnain Education Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55909/jpbs.v5i1.1063

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena variasi bahasa berdasarkan gender yang hadir dalam media populer, khususnya film, sebagai representasi praktik berbahasa dalam masyarakat urban. Kajian ini memanfaatkan teori sosiolinguistik, terutama konsep variasi bahasa Lakoff terkait karakteristik bahasa perempuan serta teori Wardhaugh mengenai kecenderungan topik dan gaya bahasa laki-laki. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa dokumentasi melalui penayangan berulang film The Architecture of Love. Data berupa tuturan tokoh kemudian ditranskripsi, diklasifikasikan, dan dianalisis berdasarkan kategori gaya bahasa gender dan topik pembicaraan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan lebih banyak menggunakan bentuk kebahasaan seperti lexical hedges, tag question, intensifier, dan penghindaran kata kasar, sedangkan laki-laki cenderung menggunakan bahasa yang lebih langsung, tegas, dan dominan. Dari aspek topik, perempuan lebih sering membicarakan isu personal, emosi, dan relasi sosial, sementara laki-laki membahas pekerjaan, fakta objektif, dan situasi yang menuntut rasionalitas. Temuan ini menegaskan bahwa variasi bahasa gender dalam film mencerminkan konstruksi identitas sosial para tokoh dan selaras dengan teori-teori sosiolinguistik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa film mampu menjadi medium representatif untuk mengamati dinamika bahasa berdasarkan gender dalam konteks masyarakat modern. Kata kunci: variasi bahasa, gender, sosiolinguistik, film, Lakoff, Wardhaugh