Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena variasi bahasa berdasarkan gender yang hadir dalam media populer, khususnya film, sebagai representasi praktik berbahasa dalam masyarakat urban. Kajian ini memanfaatkan teori sosiolinguistik, terutama konsep variasi bahasa Lakoff terkait karakteristik bahasa perempuan serta teori Wardhaugh mengenai kecenderungan topik dan gaya bahasa laki-laki. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa dokumentasi melalui penayangan berulang film The Architecture of Love. Data berupa tuturan tokoh kemudian ditranskripsi, diklasifikasikan, dan dianalisis berdasarkan kategori gaya bahasa gender dan topik pembicaraan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan lebih banyak menggunakan bentuk kebahasaan seperti lexical hedges, tag question, intensifier, dan penghindaran kata kasar, sedangkan laki-laki cenderung menggunakan bahasa yang lebih langsung, tegas, dan dominan. Dari aspek topik, perempuan lebih sering membicarakan isu personal, emosi, dan relasi sosial, sementara laki-laki membahas pekerjaan, fakta objektif, dan situasi yang menuntut rasionalitas. Temuan ini menegaskan bahwa variasi bahasa gender dalam film mencerminkan konstruksi identitas sosial para tokoh dan selaras dengan teori-teori sosiolinguistik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa film mampu menjadi medium representatif untuk mengamati dinamika bahasa berdasarkan gender dalam konteks masyarakat modern. Kata kunci: variasi bahasa, gender, sosiolinguistik, film, Lakoff, Wardhaugh
Copyrights © 2026