Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Identifikasi bobot parameter sustainable manufacturing pabrik kelapa sawit menggunakan metode analytical hierarchy process Yusnawati, Yusnawati; Muhammad Zeki; Taufan Arif Adlie; Yusri Nadya; Susilawati Ningsih
JENIUS : Jurnal Terapan Teknik Industri Vol 5 No 1 (2024): JENIUS: Jurnal Terapan Teknik Industri
Publisher : LPPMPK - Sekolah Tinggi Teknologi Muhammadiyah Cileungsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37373/jenius.v5i1.1030

Abstract

PT. X adalah salah satu pabrik kelapa sawit di kabupaten Aceh Tamiang sebagai penghasil crude palm oil (CPO) dengan kapasitas olah pabrik adalah 30 ton/jam. Bahan baku yang digunakan adalah tandan buah segar. Keberadaan pabrik kelapa sawit selain memberikan dampak positif juga memberikan dampak negatif bagi masyarakat sekitar. CPO yang dihasilkan berperan dalam mendukung kelancaran hilirisasi turunan minyak kelapa sawit dan menambah lapangan pekerjaan. Hasil samping pabrik kelapa sawit ini adalah limbah cair, padat, maupun gas yang dibuang setiap hari ke lingkungan. Hal ini mengakibatkan kualitas lingkungan menurun. Limbah cair selain menimbulkan bau yang tidak sedap juga mencemari lingkungan karena kadar biochemical oxygen demand (BOD) yang masih di atas ambang batas yaitu lebih dari 100 mg/L dan kadar chemical oxygen demand (COD) lebih dari 350 mg/L. Begitu juga dengan kadar karbon dioksida yang langsung dibuang ke udara. Sustainable manufacturing merupakan suatu sistem manufaktur yang mengolah bahan baku menjadi produk jadi dengan meminimalkan dampak lingkungan. Tiga pilar utama yang mempengaruhi sustainable manufacturing yang biasa disebut dengan triple bottom line adalah lingkungan, ekonomi, dan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bobot setiap parameter sustainable manufacturing di PT. X. Metode yang digunakan adalah analytical hierarchy process (AHP), merupakan metode yang objektif dalam mengukur pembobotan. Dari hasil pembahasan yang telah dilakukan prioritas utama dalam sustainable manufacturing adalah parameter lingkungan dengan nilai bobot sebesar 0,62, diikuti parameter ekonomi dengan bobot 0,27 dan yang terakhir adalah sosial dengan bobot 0,10. Dapat disimpulkan bahwa PT. X sudah memiliki wawasan akan pentingnya parameter lingkungan dalam sustainable manufacturing
PENGARUH KOTAK PENGADUAN PERUNDUNGAN TERHADAP KASUS PERUNDUNGAN DI SD NEGERI 193 PEKANBARU Susilawati Ningsih; Febrina Dafit
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 In Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.39782

Abstract

This study examines the influence of the bullying complaint box on reducing bullying cases at SD Negeri 193 Pekanbaru. The issue addressed is the ongoing physical and verbal bullying and the low reporting rate due to fear and the absence of safe reporting channels. Using a quantitative ex post facto design, data were collected from 192 students determined through Slovin’s formula. Two validated questionnaires Complaint Box Usage and Bullying Cases were used as instruments. Data analysis involved descriptive statistics, normality and linearity tests, and simple linear regression. Results show that students’ use of the complaint box is categorized as good, indicating that they understand its role as a safe reporting medium. The normality and linearity tests confirmed that the data met analytical assumptions. Regression results showed a significance value below 0.05, meaning the complaint box significantly affects bullying cases. The coefficient of determination (R² = 0.044) indicates that the complaint box contributes 4.4% to reducing bullying, while 95.6% is influenced by other factors. Overall, the findings show that the complaint box is an effective tool in helping reduce bullying at school.