Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS INKUIRI TERBIMBING PADA MUATAN PELAJARAN IPS DI KELAS V SDI BABUSSALAM SANGKAWANA TAHUN PELAJARAN 2023 Ahmad Sanusi; Hamzan
Walada: Journal of Primary Education Vol. 2 No. 2 (2023): Volume 2 Nomor 2, Agustus 2023
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v2i2.31

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh kurangnya kemampuan berpikir kritis siswa dalam pembelajaran IPS, hal ini dilihat dari ketika proses pembelajaran berlangsung pada mata pelajaran IPS. Beberapa siswa masih kurang konsentrasi dalam mengikuti pembelajaran, siswa juga cendrung kurang aktif saat dikelas, dan siswa juga masih kurang fokus dalam proses pembelajaran terlihat ketika diberi kesempatan untuk bertanya, hanya beberapa siswa yang melakukan tanya jawab terkait materi yang dipelajari khususnya mata pelajaran IPS. Penelitian ini bertujuan untuk peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa melalui model berbasis inkuiri terbimbing pada muatan pelajaran IPS kelas V SDI Babussalam Sangkawana. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam 2 siklus, adapun setiap siklus terdiri dari 2 pertemuan, dan melalui beberapa tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Sedangkan teknik pengumpulan data yang dipakai adalah observasi dan tes. Hasil penelitian menunjukan model pembelajaran berbasis inkuiri terbimbing dapat meningkatkan kemapuan berpikir kritis siswa. Hal ini dapat dilihat dari hasil belajar siswa pada siklus I mendapatkan presentase 65,45% dengan kategori kurang kritis dan pada saat siklus II mengalami penngkatan dengan presentase 81,81% dengan kategori kritis. Sedangkan observasi guru dan siswa pada siklus I dan II juga memiliki peningkatan.
Pengembangan Modul Pembelajaran IPA SD Berbasis Brain Based Learning (BBL) Maesarani; Sucilestari, Ramdhani; Hamzan
CAHAYA: Journal of Research on Science Education Vol. 1 No. 1 (2023)
Publisher : Alpatih Harapan Semesta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70115/cahaya.v1i1.31

Abstract

This study developed a Brain Based Learning-based sciencelearning module on the sub-matter of the function of human and animal organs. In the module there are very detailed learning objectives so that student learning activities become directed in achieving learning objectives that are valid and practical to use in learning. This research is a development research, namely, developing learning modules using the ADDIE development method. The selection of the ADDIE method is based on the consideration that the ADDIE method is oriented towards learning products. The ADDIE research and development method consists of five stages, namely, the Analysis (Analysis), Design (Desigen), Development (Deplovment), Implementation (Implementation), and Evaluation (Evaluation) stages.  In the research, the trial was conducted at SDN 1 Pusuk Lestari. The research subjects used were class V students as many as 18 students. The assessment instrument used is a validation sheet and student response questionnaire. Based on the results of the feasibility trial, the learning module developed was included in the feasible/valid category. To determine the feasibility of the developed learning module, researchers used material expert validators and media experts using a questionnaire assessment in the form of a Likert scale. The average percentage score obtained from material experts in the first validation was 27.38% while the second validation score obtained was 75% and the media expert validator in the first validation was 31.25% while the second validator produced 75% of the results of the assessment of the two experts, the learning module was categorised as feasible/valid to use. At the small group trial stage, the percentage score obtained was 82.16%, while the large group trial obtained a percentage of 87.22%, which was classified as good.
Pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik Model Project Based Learning (PjBL) Berbasis STEAM untuk Meningkatkan Kreativitas Peserta didik Pada Pelajaran IPAS MIN 1 Kota Mataram Izatunnisa’, Ulma; Sucilestari, Ramdhani; Hamzan
Journal of Authentic Research Vol. 4 No. 2 (2025): December
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/cm070r59

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kreativitas peserta didik serta penggunaan LKPD konvensional yang masih berfokus pada latihan soal sehingga belum mampu memfasilitasi kegiatan eksplorasi, berpikir kritis, dan pemecahan masalah. Selain itu, pembelajaran IPAS khususnya pada materi Perubahan Energi di kelas IV MIN 1 Kota Mataram belum menerapkan pendekatan terintegrasi, sehingga kegiatan proyek kurang optimal dalam menstimulasi kreativitas peserta didik. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan mengembangkan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis Project Based Learning (PjBL) terintegrasi STEAM untuk meningkatkan kreativitas peserta didik pada mata pelajaran IPAS materi Perubahan Energi. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) model ADDIE (Analyze, Design, Development, Implementation, Evaluation). Instrumen penelitian meliputi lembar validasi ahli, lembar kepraktisan guru dan siswa, serta tes kreativitas (pre-test dan post-test). Hasil penelitian menunjukkan bahwa LKPD berada pada kategori sangat valid dengan rata-rata nilai validasi ahli sebesar 91,77%, kategori sangat praktis dengan skor kepraktisan guru 96,42% dan siswa 89,34%, serta sangat efektif dengan peningkatan kreativitas peserta didik pada kategori tinggi dan N-Gain sebesar 0,57 (kategori tinggi). Secara keseluruhan, LKPD berbasis PjBL–STEAM yang dikembangkan dinyatakan valid, praktis, dan efektif dalam meningkatkan kreativitas peserta didik. Produk LKPD ini berkontribusi dalam menyediakan bahan ajar inovatif yang mendukung pembelajaran IPAS di sekolah dasar, khususnya dengan menghadirkan aktivitas proyek terintegrasi STEAM yang mendorong siswa berpikir kreatif, memecahkan masalah, serta menghubungkan konsep sains dengan kehidupan sehari-hari.