Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KESENIAN LANGGIR BADONG KREASI ADE SUARSA DI SANGGAR ETNIKA DAYA SORA KOTA BOGOR Deyananda, Arnetha; Sutanto, Toni Setiawan; Kurdita, Engkur
SWARA - Jurnal Antologi Pendidikan Musik Vol 2, No 2 (2022): ANTOLOGI PENDIDIKAN MUSIK
Publisher : Program Studi Pendidikan Seni Musik UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/swara.v2i2.47095

Abstract

Kreativitas adalah kemampuan yang mencerminkan kelancaran, keluwesan (fleksibilitas), dan orisinalitas dalam berpikir, serta kemampuan untuk mengelaborasi (mengembangkan, memperkaya, memperinci), suatu ide atau gagasan. Kreativitas tersebut dapat dituangkan kedalam berbagai bentu seperti rupa, gerak, suara, produk, atau bahasa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsep penciptan, bentuk pertunjukan dan garap musik Langgir Badong. Langgir Badong merupakan kesenian asal Kota Bogor yang memiliki karakteristik dan daya tarik tersendiri. Keunikan keseluruhan dari Langgir Badong meliputi perpaduan permainan alat musik yang harmonis dan kompleks dengan gerakan yang dinamis menjadikan Langgir Badong menjadi pertunjukan yang unik juga atraktif dan dapat memukau seluruh penonton. Dalam penelitian ini digunakan metode kualitatif, yaitu metode penelitian berdasarkan filosofi yang biasa digunakan untuk mengkaji kondisi benda-benda alam yang menjadikan peneliti sebagai instrumen kunci. Hasil dari penelitian ini adalah mengetahui bagaimana kreativitas Ade Suarsa dalam menciptakan Langgir Badong di Sanggar Etnika Daya Sora Kota Bogor.Kata Kunci: kreativitas, langgir badong, pencipraan, garap music, pertujukan
Inovasi pertunjukan Tunggul Kawung sebagai media pembelajaran seni budaya di Kampung Seni Edas Deyananda, Arnetha; Masunah, Juju; Karwati, Uus
Jurnal Kependidikan : Jurnal Hasil Penelitian dan Kajian Kepustakaan di Bidang Pendidikan, Pengajaran, dan Pembelajaran Vol. 12 No. 1 (2026): March (IN PRESS)
Publisher : LPPM Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jk.v12i1.19838

Abstract

This study aims to analyze the innovation process in the performance packaging of Tunggul Kawung as a community-based arts and culture learning medium at Kampung Seni EDAS. The research employed a qualitative approach using Participatory Action Research (PAR), conducted through two action cycles involving three art practitioners and 15 adolescents aged 13–19. In addition, approximately 50 workshop participants were involved as part of the participatory evaluation process. The research instruments included participatory observation, semi-structured interviews, audio-visual documentation, and a Likert-scale survey. The data were analyzed using Miles and Huberman’s interactive analysis model, which consists of data reduction, data display, and cyclical conclusion drawing. The findings indicate that the innovation was integrated into three main aspects: ergonomic and symbolic instrument design, adaptive musical development aligned with contemporary dynamics, and high-mobility choreography that supports kinesthetic learning. These innovations created a more participatory, inclusive, and meaningful learning experience for adolescents. Furthermore, the study demonstrates how performative innovation in traditional arts can reshape both the cognitive understanding and kinesthetic engagement of learners within the framework of sustainable arts education.