Sarifa Yuliani Siregar
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Mangupa-upa Sebagai Sarana Untuk Membrikan Ungkapan Doa,Syukur, dan Harapan dalam Tradisi Masyarakat Batak Angkola di Kec. Padang Bolak. Kab. Padang Lawas Utara Sarifa Yuliani Siregar
Bersatu: Jurnal Pendidikan Bhinneka Tunggal Ika Vol 2 No 2 (2024): Maret : Jurnal Pendidikan Bhinneka Tunggal Ika
Publisher : LPPM Politeknik Pratama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/bersatu.v2i2.618

Abstract

This research discusses the habits of the Batak people in the mangupa-upa tradition as an expression of gratitude, prayer, hope and joy, such as in marriage, getting achievements, getting a job, people just recovering from illness and even people who want to go on the Hajj. The tradition of forgetting is a tradition that is still carried out by the Batak people, especially the Angkola Batak people. This research aims to find out the mangupa-upa tradition and also the values contained in the mangupa-upa event in the customs of the Angkola Batak Tribe in North Padang Lawas Regency. This type of research is qualitative research with ethnographic methods. This research technique is interviews, observation and data collection. The results of this research explain the value and meaning of the Batak Angkola community towards the mangupa-upa tradition as an expression of gratitude, prayer to the Almighty God and as giving gifts to those they receive. The mangupa tradition in North Padang Lawas, especially at weddings, is ensured to be carried out at every wedding according to the Batak Angkola tradition. Apart from marriage, these wages are given to people who excel and get work. Apart from that, it is also done when someone is sick, or someone who is going on the Hajj, but this is usually only to provide food or dishes or in the Batak language mangalehen mangan.
Mangupa-upa Sebagai Sarana Untuk Membrikan Ungkapan Doa,Syukur, dan Harapan dalam Tradisi Masyarakat Batak Angkola di Kec. Padang Bolak. Kab. Padang Lawas Utara Sarifa Yuliani Siregar
Bersatu: Jurnal Pendidikan Bhinneka Tunggal Ika Vol. 2 No. 2 (2024): Maret : Jurnal Pendidikan Bhinneka Tunggal Ika
Publisher : LPPM Politeknik Pratama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/bersatu.v2i2.618

Abstract

 Penelitian ini membahas mengenai kebiasaan masyarakat  batak  dalam tradisi mangupa-upa sebagai ungkapan rasa suyukur, doa, harapan serta kegembiraan seperti dalam pernikahan, mendapat prestasi, mendapat kerjaan, orang baru sembuh dari sakit bahkan orang yang ingin naik haji.  Tradisi mengupa-upa merupakan sebuah tradisi yang sampai sekarang masih dilakukan oleh masyarakat Batak, terutama pada masyarakat Batak Angkola. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tradisi mangupa-upa dan juga nilai yang terkandung didalam acara mangupa-upa yang ada dalam adat Suku Batak Angkola di Kabupaten Padang Lawas Utara. Jenis penelitian ini ialah penelitian kualitatif dengan metode  etnografi. Teknik penelitian ini ialah  wawancara, observasi dan pengumpulan data.  Hasil penelitian ini menjelaskan mengenai nilai dan makna yang dilakukan masyarakat batak angkola terhadap tradisi mangupa-upa sebagai rasa ungkapan syukur, doa kepada tuhan yang maha esa serta merupakan mmberikan hadiah terhadap yang diupah-upa. Tradisi mangupa di padang lawas utara khususnya pada pernikahan dipastikan dilaksanakan disetiap pernikahan dalam adat batak angkola. Selain pernikahan upah-upah ini dilakukan untuk orang yang berprestasi, mendapat kerjaan. Selain itu juga dilakukan saat seseorang sehabis sakit, orang yang akan berangkat haji tapi ini biasanya hanya untuk mengasih makan atau hidangan saja atau bahasa bataknya mangalehen mangan.