p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Al-Dhikra
Asmaul Husna, Intan Kusuma Rizki, Salsabila Azzahra, Selvina Vandu Winata
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

TRADISI PEMBACAAN BURDAH PADA MALAM JUMAT DUA KALI DALAM SEBULAN DI PONDOK PESANTREN DAARUL MUGHNI AL-MAALIKI BOGOR (STUDI LIVING HADIS) Asmaul Husna, Intan Kusuma Rizki, Salsabila Azzahra, Selvina Vandu Winata
al Dhikra | Jurnal Studi Qur'an dan Hadis Vol. 6 No. 1 (2024): al-Dhikra: Jurnal Studi Quran dan Hadis
Publisher : Ushuluddin Faculty, PTIQ Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menganalisis living hadis dalam tradisi pembacaan burdah pada malam jumat dua kali dalam sebulan di Pondok Pesantren Daarul Mughni Al-Maliki Bogor. Pembacaan burdah dilaksanakan setiap malam jumat yang dipimpin oleh kyai Mustofa selaku mudir pondok dan dihadiri oleh seluruh para guru dan para santri. Metode yang digunakan dalam riset ini adalah kualitatif, dengan melibatkan kajian kepustakaan, interview dan observasi. Kemudian data tersebut dianalisis menggunakan pendekatan fungsional dari Bowen yang mengatakan bahwa tindakan sosial itu memiliki tiga fungsi, pertama fungsi religius yangd kedua, fungsi sosial dan yang ketiga, fungsi struktural. Artikel ini berkesimpulan bahwa living hadis dalam tradisi pembacaan burdah di Pondok Pesantren Daarul Mughni al-Maliki berfungsi religius sebagai kegiatan spiritual karena meningkatkan ibadah, dan meningkatkan rasa cinta kepada Nabi Muhammad. Sedangkan berfungsi sosial bertujuan agar para dewan guru dan para santri bisa mendatangkan ikatan silaturahmi baik antara guru dan guru, guru dengan santri ataupun santri dengan santri yang lebih kuat karena di dalamnya mengajarkan banyak hakikat cinta kepada Rasulullah sebagai suri tauladan kita yang perlu di patuti akan sifat dan akhlak mulianya. Dan berfungsi struktural dengan mengharapkan kesembuhan dari fadilah pembacaan, dilindungi dari mara bahaya sekaligus sebagai hiburan sehingga bisa menggairahkan para santri dan juga para pendengar.
TRADISI PEMBACAAN BURDAH PADA MALAM JUMAT DUA KALI DALAM SEBULAN DI PONDOK PESANTREN DAARUL MUGHNI AL-MAALIKI BOGOR (STUDI LIVING HADIS) Asmaul Husna, Intan Kusuma Rizki, Salsabila Azzahra, Selvina Vandu Winata
Al-Dhikra Vol. 6 No. 1 (2024): Al-Dhikra: Jurnal Studi Quran dan Hadis
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam, Universitas PTIQ Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menganalisis living hadis dalam tradisi pembacaan burdah pada malam jumat dua kali dalam sebulan di Pondok Pesantren Daarul Mughni Al-Maliki Bogor. Pembacaan burdah dilaksanakan setiap malam jumat yang dipimpin oleh kyai Mustofa selaku mudir pondok dan dihadiri oleh seluruh para guru dan para santri. Metode yang digunakan dalam riset ini adalah kualitatif, dengan melibatkan kajian kepustakaan, interview dan observasi. Kemudian data tersebut dianalisis menggunakan pendekatan fungsional dari Bowen yang mengatakan bahwa tindakan sosial itu memiliki tiga fungsi, pertama fungsi religius yangd kedua, fungsi sosial dan yang ketiga, fungsi struktural. Artikel ini berkesimpulan bahwa living hadis dalam tradisi pembacaan burdah di Pondok Pesantren Daarul Mughni al-Maliki berfungsi religius sebagai kegiatan spiritual karena meningkatkan ibadah, dan meningkatkan rasa cinta kepada Nabi Muhammad. Sedangkan berfungsi sosial bertujuan agar para dewan guru dan para santri bisa mendatangkan ikatan silaturahmi  baik antara guru dan guru, guru dengan santri ataupun santri dengan santri yang lebih kuat karena di dalamnya mengajarkan banyak hakikat cinta kepada Rasulullah sebagai suri tauladan kita yang perlu di patuti akan sifat dan akhlak mulianya. Dan berfungsi struktural dengan mengharapkan kesembuhan dari fadilah pembacaan, dilindungi dari mara bahaya sekaligus sebagai hiburan sehingga bisa menggairahkan para santri dan juga para pendengar.