Artikel ini bertujuan untuk menganalisis living hadis dalam tradisi pembacaan burdah pada malam jumat dua kali dalam sebulan di Pondok Pesantren Daarul Mughni Al-Maliki Bogor. Pembacaan burdah dilaksanakan setiap malam jumat yang dipimpin oleh kyai Mustofa selaku mudir pondok dan dihadiri oleh seluruh para guru dan para santri. Metode yang digunakan dalam riset ini adalah kualitatif, dengan melibatkan kajian kepustakaan, interview dan observasi. Kemudian data tersebut dianalisis menggunakan pendekatan fungsional dari Bowen yang mengatakan bahwa tindakan sosial itu memiliki tiga fungsi, pertama fungsi religius yangd kedua, fungsi sosial dan yang ketiga, fungsi struktural. Artikel ini berkesimpulan bahwa living hadis dalam tradisi pembacaan burdah di Pondok Pesantren Daarul Mughni al-Maliki berfungsi religius sebagai kegiatan spiritual karena meningkatkan ibadah, dan meningkatkan rasa cinta kepada Nabi Muhammad. Sedangkan berfungsi sosial bertujuan agar para dewan guru dan para santri bisa mendatangkan ikatan silaturahmi baik antara guru dan guru, guru dengan santri ataupun santri dengan santri yang lebih kuat karena di dalamnya mengajarkan banyak hakikat cinta kepada Rasulullah sebagai suri tauladan kita yang perlu di patuti akan sifat dan akhlak mulianya. Dan berfungsi struktural dengan mengharapkan kesembuhan dari fadilah pembacaan, dilindungi dari mara bahaya sekaligus sebagai hiburan sehingga bisa menggairahkan para santri dan juga para pendengar.
Copyrights © 2024