abdullah, Rahmat Guntur Sadewo
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Regenerasi Kesenian Tradisional Senjang Kecamatan Muara Kelingi, Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan abdullah, Rahmat Guntur Sadewo; Irdhan Epria Darma Putra
EDUMUSIKA Vol. 2 No. 3 (2024): Volume 2 No 3 Tahun 2024 (September)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/em.v2i3.84

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian mengenai regenerasi kesenian tradisional di masyarakat Kecamatan Muara Kelingi, Musi Rawas, Sumatera Selatan. Penelitian ini merupakan proses untuk memperoleh informasi dengan cara tanya jawab secara tatap muka antara peneliti dengan subjek yang diteliti, penelitian memberikan kebebasan kepada subjek untuk menjawab pertanyaan sesuai maksud mereka. Pertanyaan yang diajukan bisa tidak terstruktur, terbuka, sangat fleksibel. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui proses regenerasi kesenian tradisional yang berjalan dimasyarakat Kecamatan Muara Kelingi. Penelitian ini menggunakan metode wawancara terpusat. Data penelitian ini menggunakan data primer dan sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan alamiah/literasi, yang melibatkan transfer pengetahuan dari generasi tua secara langsung kepada generasi muda, memainkan peran penting dalam melestarikan teknik dan nilai-nilai kesenian Senjang. Sementara itu, pendekatan berencana/oral, melalui kegiatan komunitas dan pemanfaatan media sosial, berhasil menarik minat dan keterlibatan generasi muda dalam mempelajari dan mengembangkan kesenian ini. Meskipun dihadapkan pada tantangan seperti perubahan budaya global dan kurangnya dukungan resmi, upaya regenerasi ini menunjukkan bahwa dengan kerjasama antara keluarga, komunitas, dan pemerintah, kesenian Senjang dapat terus hidup dan berkembang sebagai bagian integral dari kekayaan budaya lokal. Dukungan yang berkelanjutan dari semua pihak menjadi kunci untuk memastikan kesinambungan dan relevansi kesenian Senjang dalam menghadapi dinamika zaman modern.