Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

CAPACITY BUILDING MASYARAKAT MELALUI PENGUATAN EKONOMI KREATIF PADA LAHAN GAMBUT DI KECAMATAN BUKIT BATU, PROVINSI RIAU Amalta, Gusmalia; Apriansya, M. Tri Yogi; Mayarni, Mayarni
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2023): Januari
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Negeri Media Kreatif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46961/jpk.v2i2.638

Abstract

Abstrak: Keikutsertaan masyarakat dalam pembangunan sering terkendala dengan kompetensi yang tidak memungkinkan untuk mengelola pelaksanaan pembangunan bersama-sama dengan sektor publik dan sektor komersial. Dari itu, perlu adanya pemberdayaan masyarakat dari stakeholder seperti yang dilaksanakan oleh tim Universitas Riau yang tergabung dalam program Matching Fund tahun 2022 bersama BUMDes daerah setempat. Tim melaksanakan Capacity Buliding dengan tujuan untuk memberikan solusi bagi permasalahan yang dihadapi mitra dan masyarakat dalam pengelolaan limbah serai wangi  ataupun sumber daya alam yang sebelumnya hanya diperjual belikan dalam bentuk bahan mentah seperti nanas dan hortikultura lainnya. Metode pelaksanaan dilakukan dengan kualitatif yang didukung dengan kegiatan penyuluhan, sosialisasi, dan pelatihan. Capaian hasil dari pengabdian mengalami peningkatan skill dan pengetahuan yang awalnya hanya manfaat menuju kepada pemanfaatan dan pengelolaan. Selain itu, limbah yang sebelumnya hanya dibuang dan bahan mentah yang sebelum nya hanya sebatas diperjual belikan, kini telah memiliki produk jadi yang siap dipergunakan secara mandiri atau pun dipasarkan sebagai ciri khas dari ekonomi kreatif daerah pengabdian.Kata Kunci: Pengabdian; Masyarakat; Pemberdayaan.Abstract:  Community participation in development is often constrained by competencies that make it impossible to manage the implementation of development together with the public and commercial sectors. From that, there is a need for community empowerment from stakeholders as implemented by the Riau University team who are members of the Matching Fund program in 2022 with local regional BUMDes. The team carried out Capacity Buliding with the aim of providing solutions to problems faced by partners and the community in managing citronella waste or natural resources that were previously only traded in the form of raw materials such as pineapple and other horticulture. The implementation method is carried out qualitatively which is supported by extension activities, socialization, and training. The results of the service have increased skills and knowledge which initially only benefited towards utilization and management. In addition, waste that was previously only disposed of and raw materials that were previously only limited to being traded, now has finished products that are ready to be used independently or even marketed as a hallmark of the creative economy of the service area.Keywords: Devotion; Public; Empowerment
Implementasi Peraturan Daerah Kota Pekanbaru Nomor 2 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (Studi Kasus pada Jalur Pedestrian Jenderal Sudirman Pekanbaru) Amalta, Gusmalia; Rusli, Zaili
Jurnal Multidisiplin Teknologi dan Arsitektur Vol 2, No 2 (2024): November 2024
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/motekar.v2i2.2642

Abstract

Penelitian ini membatasi pada implementasi Peraturan Daerah Kota Pekanbaru Nomor 2 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan di Jalur Pedestrian Jenderal Sudirman. Tujuan nya adalah menganalisis bagaimana peraturan tersebut dijalankan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan menggunakan wawancara terstruktur untuk mengumpulkan data dari berbagai pihak terkait. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa ada partisipasi dari tiga sektor utama, yaitu pemerintah, swasta, dan masyarakat, dalam upaya menjalankan peraturan tersebut. Berdasarkan pendekatan mentalitas, ketiga sector berperan dengan baik, begitu pula dalam pendekatan system nilai budaya. Namun, terdapat keterbatasan dalam peran sektor swasta yang masih belum optimal. Hal ini dikarenakan pengelolaan jalur pejalan kaki masih di bawah naungan pemerintah sepenuhnya. Masyarakat yang menggunakan jalur pedestrian juga belum melihat adanya inisiatif dari pemangku kebijakan untuk kolaborasi dalam menjaga ketertiban di fasilitas ini. Lalu, pemerintah juga masih belum membentuk komunitas dan interaksi yang lebih mendalam kepada masyarakat mau pun sector swasta untuk keberlangsungan kenyamanan di jalur pedestrian.  Rekomendasi dari penelitian ini meliputi penambahan penerangan di jalur pedestrian pada malam hari, pemasangan kamera  cctv, papan peringatan, penyediaan lahan parker yang memadai, dan pembentukan segera komunitas masyarakat mau pun sector swasta. Hal ini diharapkan dapat membantu mengurangi pelanggaran peraturan dan menciptakan lingkungan yang lebih aman dan tertib bagi pengguna jalur pedestrian di Jenderal Sudirman, Pekanbaru.