Lisjarwati
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Literatur Review : Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Terjadinya Stunting pada Anak Sri Sulistyani; Annasiyah, Sekarsari; Khasanah, Nur; Setyowati, Reni; Zusnita, Intan; Lisjarwati; Sofiyanti, Ida
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 1 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting is a condition of failure to thrive in children under five caused by chronic malnutrition, recurrent infectious diseases, and inadequate psychosocial stimulation. The problem of stunting in Indonesia is still a problem that receives major attention in the health sector, especially in nutrition. A child under five who is stunted will have an impact on the child's physical growth, motoric and verbal development, hamper the child's intelligence, be vulnerable to both infectious and non-communicable diseases, have lower productivity when the child enters adulthood, and have the potential to be at risk of being overweight and obese. A review of journals is needed with the aim of finding out the factors related to the incidence of stunting in toddlers so that the problem of stunting in Indonesia can be resolved properly. The method used in this research is Systematic Literature Review (SLR) originating from a National journal regarding factors related to stunting in Indonesia using a cross sectional and case control research design. The results obtained in this study show that the direct causal factor that plays the most role in the incidence of stunting is a history of infectious disease. Direct causal factors that have an important role in the incidence of stunting are a history of exclusive breastfeeding, birth weight/LBW, and family socio-economic status. The nutritional status of stunted toddlers is an accumulation of previous eating habits, so that feeding patterns on certain days cannot directly affect their nutritional status. The key to success in fulfilling children's nutrition lies in the mother. Good eating habits are very dependent on the mother's knowledge and skills in how to prepare food that meets the nutritional requirements. Factors determining this relationship include ANC services, exclusive breastfeeding, child immunization history and the mother's consumption of Fe tablets during pregnancy on the incidence of stunting in pre-aged children. school.   Abstrak Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak balita yang disebabkan oleh kekurangan gizi kronis, penyakit infeksi berulang, dan stimulasi psikososial yang tidak memadai. Permasalahan stunting di Indonesia masih menjadi permasalahan yang mendapatkan perhatian utama dalam bidang kesehatan terutama dalam masalah gizi. Seorang anak balita yang mengalami stunting akan berdampak pada pertumbuhan fisik, perkembangan motorik dan verbal sang anak, menghambat kecerdasan anak, rentan baik terhadap penyakit menular maupun tidak menular, produktivitas menjadi semakin rendah pada saat anak memasuki usia dewasa, dan berpeluang berisiko overweight dan obesitas. Review pada jurnal diperlukan dengan tujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita sehingga permasalahan stunting di Indonesia dapat terselesaikan dengan baik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Systematic Literature Review (SLR) berasal dari jurnal Nasional mengenai faktor-faktor yang berhubungan dengan stunting di Indonesia dalam dengan menggunakan rancangan penelitian berupa cross sectional dan case control. Hasil yang diperoleh pada penelitian ini bahwa faktor penyebab langsung yang paling berperan terhadap kejadian stunting adalah riwayat penyakit infeksi. Faktor penyebab langsung yang memiliki peran penting dalam kejadian stunting yaitu riwayat ASI eksklusif, berat badan lahir/BBLR, dan status sosial ekonomi keluarga. status gizi balita stunting merupakan akumulasi dari kebiasaan makan terdahulu, sehingga pola pemberian makan pada hari tertentu tidak dapat langsung mempengaruhi status gizinya. Kunci keberhasilan dalam pemenuhan gizi anak terletak pada ibu. Kebiasaan makan yang baik sangat tergantung kepada pengetahuan dan ketrampilan ibu akan cara menyusun makanan yang memenuhi syarat zat gizi faktor penentu hubungan tersebut antara lain pelayanan ANC, ASI eksklusif, riwayat imunisasi anak dan konsumsi pemberian tablet Fe ibu selama kehamilan terhadap kejadian stunting pada anak usia pra sekolah.
Pengabdian Masyarakat untuk Meningkatkan Kesehatan Ibu dan Janin dengan Metode Senam Prenatal Yoga pada Ibu Hamil di Klinik Tri Karya Alit Dyaning Arini; Mutia Kasih Sani; Lisjarwati; Intan Zusnita; Cahyaningrum
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

One of the efforts to increase the visit of pregnant women to do pregnancy checks is through the activities of pregnant women's classes. In the class of pregnant women, it is useful to teach yoga exercises to pregnant women. So that mothers have a quality pregnancy, safe delivery, and babies are born in good health. Based on this description, Ngudi Waluyo University Midwifery students conduct community activities with the aim of empowering pregnant women to stay comfortable by improving maternal and fetal health with prenatal yoga exercises. This research method is counselling, pre experimental design, demonstration, and evaluation. The participants of this study were pregnant women in the Tri Karya Clinic working area. The activity was carried out with 3 sessions, namely first giving a pretest questionnaire of pregnant yoga exercises in trimester II and III, second giving material about pregnant yoga exercises in trimester II and III, third demonstration of pregnant yoga exercises in trimester II and III and fourth evaluating and filling out the posttest questionnaire. The results of this community service show that there is a difference from the pretest of mothers who do not know prenatal yoga knowledge is still lacking with the participants the average value is 7.4. of 10 pregnant women. Then after counselling about prenatal yoga, the results of the post test found that the average value rose to 8.7 and the highest value was 10. These results show that providing information is very useful for increasing the knowledge of pregnant women.  This is because information is very necessary to increase the knowledge of pregnant women about prenatal yoga.   Abstrak Salah satu upaya meningkatkan kunjungan ibu hamil melakukan pemeriksaan kehamilan yaitu melalui kegiatan kelas ibu hamil. Pada kelas ibu hamil bermanfaat untuk mengajarkan senam yoga pada ibu hamil. Sehingga ibu memiliki kehamilan yang berkualitas, persalinan aman, serta bayi lahir dalam keadaan sehat. Berdasarkan uraian tersebut, mahasiswa Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo melakukan kegiatan komunitas dengan tujuan pemberdayaan diri pada ibu hamil agar tetap nyaman dengan cara meningkatkan kesehatan ibu dan janin dengan metode senam prenatal yoga. Metode penelitian ini adalah penyuluhan, pre experimental design, demostrasi, dan evaluasi. Peserta Penelitian ini adalah ibu hamil yang ada di wilayah kerja Klinik Tri Karya. Kegiatan dilakukan dengan 3 sesi yaitu pertama memberikan kuisoner pretest senam yoga hamil trimester II dan III, kedua memberikan materi mengenai senam yoga hamil trimester II dan III,ketiga demonstrasi senam yoga hamil trimester II dan III dan keempat melakukan evaluasi serta pengisian kuisoner postest. Hasil pengabdian masyarakat ini menunjukan bahwa terdapat perbedaan dari pretest ibu yang belum mengetahui prenatal yoga pengetahuannya masih kurang dengan peserta nilai rata-ratanya adalah 7.4.dari 10 orang ibu hamil. Kemudian setelah di lakukan penyuluhan tentang prenatal yoga   Hasil  post  test  didapatkan  bahwa  nilai  rata-rata naik menjadi 8.7 dan nilai tertingginya  adalah  10.  Hasil  ini  menunjukkan  bahwa  pemberian  informasi  sangat bermanfaat untuk  meningkatkan  pengetahuan ibu  hamil.  Hal  ini  dikarenakan  informasi memang  sangat  diperlukan  untuk  peningkatan  pengetahuan ibu  hamil  mengenai  prenatal yoga.
Penatalaksanaan Nyeri Persalinan dan Fasilitasi Penurunan Kepala Janin melalui Counterpressure dan Birthing Ball: Laporan Asuhan Kebidanan Persalinan Komprehensif pada Ny. S Umur 26 Tahun G2P1A0 di Klinik Tri Karya Lisjarwati; Vistra Veftisia
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 2 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Childbirth is a physiological process often accompanied by significant pain, which, if not properly managed, can increase maternal stress and the risk of medical interventions. Non-pharmacological techniques, such as counterpressure and the use of a birthing ball, are complementary interventions aimed at stimulating endorphin release and utilizing gravity to accelerate fetal head descent. This study aims to provide comprehensive midwifery care for Mrs. S, focusing on labor pain management and facilitating fetal head descent through counterpressure and birthing ball methods. The research instrument utilized a descriptive approach, documented in the SOAP (Subjective, Objective, Assessment, Planning) format. Data were collected through interviews, observations, physical examinations, diagnostic tests, documentation, and literature reviews. The study was conducted from June 2025 to October 2025. Results showed that during the active phase of the first stage of labor, Mrs. S reported significant lower back pain. Following the intervention of counterpressure during contractions and vertical pelvic movements using a birthing ball, the patient felt more relaxed and comfortable. The total duration of the first stage of labor from 3 cm dilation to complete dilation was 5 hours. The infant was delivered spontaneously and healthy, without perineal lacerations; the fetal position descended effectively into the pelvic area and stimulated productive contractions. Based on the comprehensive midwifery care report for Mrs. S, a 26-year-old (G2P1A0) at the Tri Karya Clinic, the researcher concluded that the combination of counterpressure and birthing ball techniques is effective in reducing labor pain intensity (back labor) and accelerating the duration of the first stage of labor by optimizing pelvic diameter and utilizing gravity. Midwives are expected to implement these methods as a standard of "mother-friendly care" to enhance maternal comfort during the birthing process.   Abstrak Persalinan merupakan proses fisiologis yang sering disertai nyeri signifikan, yang jika tidak dikelola dengan baik dapat meningkatkan stres pada ibu dan risiko intervensi medis. Teknik non-farmakologis seperti counterpressure dan penggunaan birthing ball merupakan intervensi komplementer yang bertujuan merangsang hormon endorfin dan memanfaatkan gaya gravitasi untuk mempercepat penurunan kepala janin. Tujuan penelitian ini memberikan asuhan kebidanan komprehensif pada Ny. S dengan fokus pada penatalaksanaan nyeri persalinan dan fasilitasi penurunan kepala janin melalui metode counterpressure dan birthing ball. Intsrumen penelitian menggunakan metode pendekatan yang bersifat deskriptif dan didokumentasikan dalam bentuk SOAP. Dalam asuhan ini, penulis mengumpulkan data melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang, studi dokumentasi dan studi daftar pusataka. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juni 2025 – Oktober 2025. Dari hasil pada fase aktif kala I, Ny. S melaporkan nyeri punggung bawah yang signifikan. Setelah diberikan intervensi counterpressure selama kontraksi dan penggunaan birthing ball dengan gerakan panggul vertikal, ibu merasa lebih rileks dan nyaman. Total durasi persalinan kala I dari pembukaan 3 cm hingga lengkap berlangsung selama 5 jam. Bayi lahir spontan, sehat, tanpa adanya robekan perineumposisi bayi turun ke area panggul dan merangsang kontraksi. Berdasarkan hasil laporan asuhan kebidanan komperhensif pada Ny.S umur 26 tahun G2P1A0 di Klinik Tri Karya, sehingga peneliti memperoleh kesimpulan sebagai berikut penerapan kombinasi teknik counterpressure dan birthing ball efektif dalam mengurangi intensitas nyeri persalinan (back labor) serta mempercepat durasi kala I melalui optimalisasi diameter panggul dan gravitasi. Bidan diharapkan dapat menerapkan metode ini sebagai standar asuhan sayang ibu untuk meningkatkan kenyamanan selama proses persalinan.
Peningkatan Kapasitas Ibu dalam Pencegahan Stunting Melalui Teknik Pijat Tuina dan Edukasi Gizi Seimbang Carollyn Dizzy; Lisjarwati; Eti Salafas
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 2 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Community Midwifery Practice is an effort to apply community-based midwifery management in improving public health status, particularly maternal and child health. This activity was conducted at Posyandu Warasari 3, Leyangan Village, Ungaran Timur District, Semarang Regency, motivated by the persistence of health problems among toddlers, especially decreased appetite and the risk of stunting. The theoretical framework used includes concepts of community, public health, community midwifery management, balanced nutrition for toddlers, and complementary therapy using Tui Na massage. The research employed a descriptive method with a participatory approach. Data collection techniques included observation, interviews, documentation review, and literature study involving adolescents, pregnant women, postpartum mothers, and toddlers as subjects. The findings revealed that out of 64 toddlers, 15 experienced decreased appetite and 10 were at risk of stunting, with the main priority problem being mothers’ limited knowledge of balanced nutrition and complementary therapies. Interventions in the form of balanced nutrition education and Tui Na massage demonstrations showed a significant increase in maternal knowledge based on pre-test and post-test results. It can be concluded that the implementation of community midwifery care through nutrition education and complementary therapy is effective in enhancing maternal knowledge and readiness to support optimal toddler growth and development.   Abstrak Praktik Kebidanan Komunitas merupakan upaya penerapan manajemen kebidanan dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, khususnya kesehatan ibu dan anak. Kegiatan ini dilaksanakan di Posyandu Warasari 3 Desa Leyangan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, dengan latar belakang masih ditemukannya permasalahan kesehatan pada balita, terutama terkait penurunan nafsu makan dan risiko stunting. Landasan teori yang digunakan meliputi konsep komunitas, kesehatan masyarakat, manajemen kebidanan komunitas, gizi seimbang balita, serta terapi komplementer pijat Tui Na. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan partisipatif. Teknik pengambilan data dilakukan melalui observasi, wawancara, studi dokumentasi, dan studi literatur terhadap sasaran remaja, ibu hamil, ibu nifas, dan balita. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa dari 64 balita, terdapat 15 balita dengan masalah nafsu makan dan 10 balita berisiko stunting, dengan prioritas masalah utama yaitu rendahnya pengetahuan ibu tentang gizi seimbang dan terapi komplementer. Intervensi berupa penyuluhan gizi seimbang dan demonstrasi pijat Tui Na terbukti meningkatkan pengetahuan ibu secara signifikan berdasarkan hasil pretest dan posttest. Disimpulkan bahwa penerapan asuhan kebidanan komunitas melalui edukasi gizi dan terapi komplementer efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesiapsiagaan ibu dalam mendukung tumbuh kembang balita. Berdasarkan hasil kegiatan Praktik Komunitas yang diselenggarakan di Desa Leyangan Posyandu Warasari 3 ini disarankan agar tenaga Kesehatan, khususnya bidan, terus meningkatkan peran edukatif melalui penyuluhan gizi seimbang dan penerapan terapi komplementer seperti Pijat Tui Na seceara berkelanjutan di Tingkat Posyandu. Keterlibatan aktif kader Kesehatan dan keluarga juga perlu diperkuat guna meningkatkan pemahaman ibu serta mencegah terjadinya masalah gizi dan stunting pada balita. Selain itu, diperlukan dukungan dari pihak puskesmas dan pemerintah desa dalam bentuk pembinaan, monitoring dan penyediaan media edukasi agar program dapat berjalan optimal dan berkesinambungan.