Lin, Yosefina
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Asuhan Kebidanan pada Ny M.B.L dari Masa Hamil, Bersalin, Nifas, Bayi Baru Lahir dan Keluarga Berencana di Puskesmas Kota Atambua, Kabupaten Belu Lin, Yosefina; Ari Andayani
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 1 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Continuity of Care care is comprehensive and sustainable care, namely care to provide care by knowing and understanding the mother to foster mutual trust so that it is easier to provide services that suit the mother's needs by providing comfort and support, not only during pregnancy and after delivery, but Also during labor and birth it is very necessary for the mother. This care is provided to mothers during pregnancy, childbirth, postpartum and newborns to prevent complications that can cause maternal death during these periods. The aim of providing midwifery care to Mrs. M.B.L aged 28 years with continuity of care for pregnant women, maternity, postpartum, newborns and family planning using a midwifery management approach. Continuous midwifery care methods and documentation with Varney's 7-step midwifery management and SOAP.  In this case study, the subject used was a sample of a pregnant woman in the third trimester, followed through the process of childbirth, postpartum, newborn and family planning by Mrs. M.B.L at Atambua City Health Center, Belu Regency The results of midwifery care during the third trimester of pregnancy revealed complaints from Mrs. M.B.L urinates frequently, and back pain and all these complaints can be handled well. At the time of delivery everything went well and the new baby was born spontaneously, cried immediately, female, BB 3000gr, PB 49 cm, LK 33 cm, LD 33 cm, APGAR score 9/10 with a healthy and fit condition. Mrs. postpartum period M.B.L was running normally and no complications were found and family planning counseling was carried out and Mrs. M.B.L chose Implant KB. The midwifery care provided from pregnancy to becoming a family   planning acceptor is in accordance with midwifery care standards and the authority of a midwife.   Abstrak Asuhan Continuity of Care adalah asuhan yang komprehensif dan berkelanjutan yaitu asuhan untuk memberikan perawatan dengan mengenal dan memahami ibu untuk menumbuhkan rasa saling percaya agar lebih mudah dalam memberikan pelayanan yang sesuai dengan kebutuhan ibu dengan memberikan kenyamanan dan dukungan, tidak hanya kehamilan dan setelah persalinan, tetapi juga selama persalinan dan kelahiran sangat diperlukan untuk ibu. Asuhan ini diberikan kepada ibu dari masa hamil, bersalin, nifas, dan bayi baru lahir untuk mencegah komplikasi - komplikasi yang dapat menyebabkan kematian ibu dalam masa tersebut. Tujuan memberikan asuhan kebidanan pada Ny. M.B.L umur 28 tahun secara continuity of care pada ibu hamil, bersalin, nifas, bayi baru lahir dan KB dengan menggunakan pendekatan managamen kebidanan. Metode asuhan kebidanan secara berkelanjutan dan pendokumentasian dengan manejemen kebidanan 7 langkah varney dan SOAP.  Pada studi kasus ini subyek yang digunakan yakni diambil satu sampel seorang ibu hamil trimester III, diikuti sampai proses persalinan, nifas, bayi baru lahir dan KB oleh Ny. M.B.L di Puskesmas Kota Atambua, Kabupaten Belu Hasil asuhan kebidanan pada masa hamil trimesrter III didapati keluhan Ny. M.B.L sering buang air kecil, dn nyeri punggung serta semua keluhan tersebut dapat ditangani dengan baik. Pada saat persalinan semua berjalan dengan baik dan bayi baru lahir spontan, segera menangis, jenis kelamin perempuan, BB 3000gr, PB 49 cm, LK 33 cm, LD 33 cm, APGAR score 9/10 dengan kondisi sehat dan bugar. Masa nifas Ny. M.B.L berjalan dengan normal dan tidak ditemukan adanya penyulit serta dilakukan konseling KB dan Ny. M.B.L memilih KB Implant. Asuhan kebidanan yang diberikan mulai dari kehamilan sampai menjadi akseptor KB sesuai dengan standar asuhan kebidanan dan wewenang seorang bidan