Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Perbedaan Kadar Hormion Chorionic Gonadotrophine (Hcg) Pada Ibu Hamil Trimester I Yang Mengalami Hiperemesis Gravidarum Sebelum Dan Setelah Dilakukan Hipnotherapi Di Rumah Sakit Umum Ungaran Kabupaten Semarang Ninik Christiani; Ari Andayani
Indonesian Journal of Midwifery (IJM) Vol. 2 No. 2: September 2019
Publisher : Universitas Ngudi waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (23.008 KB) | DOI: 10.35473/ijm.v2i2.286

Abstract

Anak autis kerap memiliki masalah terhadap perilakunya salah satunya hiperaktif. Anak autis dan hiperaktif sama sama memiliki permasalahan pada gangguan konsentrasi. Anak autis dan hiperaktif kerap mengalami kesulitan di sekolah, dirumah, serta lingkungan. Anak kerap dipandang nakal dan tidak jarang mengalami penolakan baik dari keluarga maupun teman dan sulit melakukan komunikasi timbal balik. Hipnoterapi dan healing touch merupakan salah satu terapi dengan memberikan sugesti dikombinasikan dengan terapi sentuhan diharapkan dapat menurunkan tingkat hiperaktif pada anak autis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh  hipnoterapi dan touch healing terhadap  perilaku hiperaktif pada anak autis di SLBN Ungaran. Penelitian ini menggunakan penelitian eksperimen semu (Quasi eksperiment) dengan rancangan one group pre test-post test design. Sampel pada penelitian ini 15 anak autis dan waktu perlakuan masing-masing sampel 30 menit dalam sehari. Ada perbedaan yang signifikan perilaku hiperaktif sebelum dan sesudah dilakukan hipnoterapi dan healing touh terhadap perilaku hiperaktif anak autis di SLB N Ungaran dengan p value = 0,000 (α=0,05). Diharapkan sekolah dapat menerapkan teknik hipnoterapi dan healing touch untuk menurunkan perilaku hiperaktif pada anak yang berkebutuhan khusus,
Hubungan Pengetahuan Ibu Bersalin dengan Intensitas Nyeri persalinan Kala I Fase aktif Ari Andayani; Tya Lestari
Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 3 No. 1 (2021): Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan, January 2021
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (436.576 KB) | DOI: 10.35473/proheallth.v3i1.1151

Abstract

Pain during childbirth is a physiological condition, but if left untreated, labor pain will cause stress which can trigger the release of the hormone ketocolamine and steroids. This pain during labor is due to uterine contractions and the development / dilation of the cervix. The stronger the pain, the longer the peak pain will be during the active phase. The results of preliminary studies in August, 100% of mothers who gave birth felt pain and screaming at the time of delivery. The purpose of this study was to determine the relationship between maternal knowledge about labor pain and the intensity of labor pain during the first active phase.This study used quantitative descriptive research methods and data analysis used the chi squre test. The number of samples of 38 pregnant women in September - December 2020, the technique used was the total sampling technique. Data analysis with chi squre test. The results of the Chi Squre test showed a significant relationship between knowledge and the intensity of first stage labor pain (p value: 0.001). The Conclusion there is a relationship between knowledge about labor pain and the intensity of labor pain during the first stage.
Implementasi Asuhan Kebidanan Komunitas Kelas Ibu Hamil, Pijat Oksitosi, Yoga Maternitas, Pengukuran Gizi Balita, dan Perencanaan Kehamilan Sehat di Desa Gogodalem Kecamatan Bringin Baptisa Marcelina Bulu; Ari Andayani; Dita Murtika Sari; Hestin Dwi Rahayu; Nabila Zulfika Sari; Restu Almunawaroh; Ria Angela
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 2 No. 1 (2023): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Community is a group of people in large numbers and forms social groups that work together to achieve common interests or goals, occupying a certain area for a long time and therefore producing a culture (customs, norms and values) that is made into a common basis, thus forming a social system that can fulfill its own needs, both the need for self-regulation, self-reproduction and self-creation. Community is a collection of people who have at least one common characteristic such as geography, work, ethnicity, interests and others by Riyadi, (2014). In this case, the role of health workers, especially midwives, is required to be able to provide good services from before marriage to the postpartum period and women's health throughout the life cycle both in hospitals and villages that are curative or clinical in nature as well as in efforts to provide services before marriage to postpartum which are promotive, preventive and able to mobilize community participation in maternal and child health efforts, in accordance with the principles of Primary Health Care (PHC). Depkes RI (2016). The activity begins with an assessment conducted by direct interview, observation and door to door secondary data collection in Gogodalem village, Problems in pregnant women who don’t understand the danger signs of pregnancy are 57%, in postpartum mothers the milk is still not smooth as much as 12.5%, also the toddlers there are still underweight toddlers as much as 0. 92%, there are still prospective bride who still lack knowledge about pregnancy planning and stunting for about 100%, from the results of this activity in pregnant women carried out to find out whether pregnant women already know yoga to reduce back pain after being given IEC and Demonstration of pregnant women's knowledge have a good result in reducing back pain and maternal knowledge about pregnancy danger signs has increased after being given counseling, after being given education and demonstration, the breast milk production experienced a good increase and good result, after measuring height and weight, most of the toddlers have good nutrition, and in the prospective bride's knowledge of pregnancy planning after being given education, the knowledge of the prospective bride is good, pregnant women can handle back pain and understand the danger signs of pregnancy, postpartum women have been able to smooth their breast milk, early detection in toddlers is quite good, and in prospective brides already understand in pregnancy planning. Abstrak Komunitas adalah suatu kumpulan orang-orang dalam jumlah yang banyak dan membentuk kelompok-kelompok sosial yang bekerja sama untuk mencapai kepentingan atau tujuan bersama, menempati suatu wilayah tertentu dalam waktu yang cukup lama dan karenanya menghasilkan suatu kebudayaan  (adat istiadat, norma dan nilai) yang di jadikan dasar bersama, sehingga membentuk suatu system sisoal yang dapat memenuhui kebutuhannya sendiri, baik kebutuhan untuk mengatur diri sendiri, reproduksi sendiri maupun penciptaan sendiri. Komunitas adalah kumpulan orang yang memiliki minimal satu karakteristik yang sama seperti geografi, pekrjaan, etnik, minat dan lain- lain Riyadi, (2014). Dalam hal ini peran tenaga kesehatan khususnya tenaga bidan dituntut untuk dapat memberi pelayanan baik dari sebelum menikah sampai dengan masa nifas dan kesehatan wanita sepanjang siklus kehidupannya baik diinstitusi rumah sakit maupun desa yang bersifat kuratif atau klinis maupun juga dalam upaya-upaya pelayanan sebelum menikah sampai nifas yang bersifat promotif, Preventif dan mampu menggerakan peran serta masyarakat dalam upaya kesehatan ibu dan anak, sesuai dengan prinsip Primary Health Care (PHC). Depkes RI (2016). Kegiatan diawali dengan   pengkajian yang dilakukan dengan cara wawancara langsung, observasi dan pengambilan data sekunder secara door to door  di desa Gogodalem, Masalah pada ibu hamil yang tidak memahami tanda bahaya kehamilan sebanyak 57%, pada ibu nifas ASI-nya masih tidak lancar sebanyak 12,5%, kemudian pada balita masih terdapat balita gizi kurang sebanyak 0.92% kemudian pada catin masih terdapat 100% catin yang masih kurang pengetahuan tentang perencanaan kehamilan dan stunting, dari hasil kegiatan ini pada ibu hamil dilakukan untuk mengetahui apakah ibu hamil sudah megetahui yoga terhadap penurunan nyeri punggang setelah di berikan KIE dan Demonstrasi pengetahunan ibu hamil cukup baik dalam mengurangi nyeri pinggang dan punggung serta pengetahuan ibu mengenai tanda bahaya kehamilan sudah mengalami peningkatan setelah diberikan penyuluhan, setelah diberikan edukasi dan demonstrasi pengeluaran ASI ibu Sudah cukup baik, setelah dilakukan pengukuran tinggi dan berat badan diadapatkan sebagian besar balita memiliki gizi yang baik, dan pada calon pengantin pengetahuan perencanaan kehamilan setelah diberikan edukasi pengetahuan calon pengantin sudah baik, pada ibu hamil sudah dapat menangani nyeri pinggang serta punggung dan juga memahami tanda bahaya kehamilan, serta ibu nifas  dapat memperlancar produksi ASI-nya, deteksi dini pada balita didaptakan cukup baik, dan pada calon pengantin sudah mengerti dalam perencanaan kehamilan.
Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Pengetahuan Ibu Tentang Pijat Bayi Usia 0-12 Bulan Pratiwi, Rina; Ari Andayani
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 2 No. 1 (2023): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Infancy is a stage where growth and development occurs very quickly, up to the age of 12 months (Dewi, 2018). According to WHO, 2017, globally around 20-40% of infants aged 0-3 years experience delays in the development process. National data according to the Indonesian Ministry of Health that in 2014, 13% - 18% of children under five in Indonesia experienced growth and development disorders (WHO, 2019). The purpose of this study is to determine the factors related to mother's knowledge about massage for babies aged 0-12 months in Saka Village, Sangkulirang District, East Kalimantan. This type of quantitative research uses a descriptive analytic design with a cross sectional approach. The population in this study were all mothers who had babies 0-12 months as many as 50 people. sampling technique using Accidental Sampling. the majority had good knowledge, there were 36 (72.0%) mothers. While the majority of respondents had received information on infant massage 0-12 months, there were 46 people (92.0%). Based on the level of education, the majority of respondents with higher education (SMA, PT) were 35 (70.0%). Most of the respondents are in late adulthood (26-35 years), namely there are 35 people (70.0%). There is a relationship between knowledge and sources of information (P-value: 0.029 and OR 9.45), education (P-value: 0.000 and OR 66.0 ), and age (P-value: 0.009 and OR 0.181). The conclusion is all variables have a relationship with knowledge of infant massage.   Abstrak Masa bayi merupakan tahapan dimana pertumbuhan dan perkembangan terjadi sangat cepat, hingga usia 12 bulan (Dewi, 2018). Menurut WHO, 2017, secara global sekitar 20-40% bayi usia 0-3 tahun mengalami masalah keterlambatan dalam proses perkembangan. Data nasional menurut Kementrian Kesehatan Indonesia bahwa pada tahun 2014, 13%- 18% anak balita di Indonesia mengalami kelainan pertumbuhan dan perkembangan (WHO,2019). Tujuan dari penelitian ini Untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pengetahuan ibu tentang pijat bayi usia 0-12 bulan Jenis penelitian kuantitatif menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah semua ibu yang mempunyai bayi 0-12 bulan sebanyak 50 orang.  teknik pengambilan sampel menggunakan Accidental Sampling. mayoritas berpengetahuan baik ada 36 (72,0%) Ibu. Sedangkan mayoritas responden pernah mendapatkan informasi pijat bayi 0-12 bulan ada 46 orang (92,0%). Berdasarkan tingkat pendidikan mayoritas responden berpendidikan tinggi (SMA, PT) ada 35 (70,0%). Sebagian besar usia responden masuk dewasa akhir (26-35 tahun) yaitu ada 35 orang (70,0%). Ada hubungan pengetahuan dengan sumber infomasi (P-value: 0,029 dan OR 9,45), pendidikan (P-value: 0,000 dan OR 66.0 ), dan umur (P-value: 0,009 dan OR 0,181). seluruh variable terdapat hubungan dengan pengetahuan pijat bayi.
Asuhan Kebidanan Continuity Of Care Ny. R Umur 43 Tahun di Klinik Bergas Waras Adelena; Ari Andayani
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 2 No. 2 (2023): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The period of pregnancy, childbirth, postpartum, neonate is a physiological condition that may threaten the life of the mother and baby and even cause death.  One effort that can be made is implementing a comprehensive midwifery care model that can optimize the detection of high risk maternal neonates.  The aim of the research was to analyze the implementation of midwifery care for pregnant women, maternity, postpartum, BBL and family planning.  Descriptive observational research method.  The case study approach to the implementation of midwifery care includes care for pregnancy, childbirth, newborns, postpartum, and family planning (KB).  The sample was a third trimester pregnant woman, gestation age 35 weeks 1 day, G3P2A0.  Research time June 2023 – August 2023 in the working area of the Bergas Waras Clinic.  The research instrument uses the SOAP documentation method with a Varney management mindset.  Collection techniques use primary data through interviews, observations, physical examinations, KIA books.  The results of the care obtained by Mrs.  R G3P2A0.  gestational age 35 weeks 1 day breech presentation.  Normal delivery in hospital.  The postpartum period was normal, there was no bleeding, good uterine contractions, lochea rubra, perineal wounds, the mother received vitamin A, the results of the newborn examination were normal and there were no congenital defects.  Mrs.  R decided to use birth control implants.   Abstrak Masa kehamilan, persalinan, nifas, neonatus merupakan suatu keadaan fisiologis yang kemungkinan mengancam jiwa ibu, bayi bahkan menyebabkan kematian. Salah satu upaya yang dapat dilakukan menerapkan model asuhan kebidanan komperehensif yang dapat mengoptimalkan deteksi risiko tinggi maternal neonatal. Tujuan penelitian melakukan analisis pelaksanaan asuhan kebidanan ibu hamil, bersalin, nifas, BBL dan KB. Metode penelitian observasional desktiptif. Pendekatan studi kasus pada pelaksanaan asuhan kebidanan meliputi asuhan kehamilan, persalinan, bayi baru lahir, nifas, dan keluarga berecana (KB). Sampel adalah seorang ibu hamil trimester III usia kehamilan 35 minggu 1 hari, G3P2A0. Waktu penelitian Juni 2023 – Agustus 2023 di wilayah kerja Klinik Bergas Waras. Instrumen penelitian menggunakan metode dokumentasi SOAP dengan pola pikir manajemen varney. Teknik pengumpulan menggunakan data primer melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, buku KIA. Hasil asuhan didapatkan Ny. R G3P2A0. usia kehamilan 35 minggu 1 hari presentasi bokong. Persalinan normal di RS. Masa nifas berlangsung normal tidak ada pendarahan, kontraksi uterus baik, lochea rubra, luka perineum, ibu mendapatkan vitamin A, pada bayi baru lahir hasil pemeriksaan normal dan tidak ada cacat kongenital. Ny. R memutuskan menggunakan KB implant.
Asuhan Kebidanan Continuity Of Care (Coc) pada Ny. DK Umur 26 Tahun di PMB Fitri Hayati S.St Bandar Lampung Neli Anggriyani; Ari Andayani
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 2 No. 2 (2023): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maternal mortality and morbidity is still a serious health problem in developing countries and is used as an indicator of the success of a country's health care system. According to the World Health Organization (WHO) Maternal Mortality Rate is the number of maternal deaths due to pregnancy, childbirth and postpartum processes which are used as indicators of women's health status Maternal Mortality Rate (MMR) is one of the targets of the Global Sustainable Development Goals (SDGs) in reducing maternal mortality (MMR) to 70 per 100,000 live births by 2030. Maternal Deaths in Bandar Lampung City Indonesia In 2019, in the districts / cities the highest number of maternal deaths was in South Lampung Regency (37 cases), followed by West Lampung (36 cases) and East Lampung (22 cases). The lowest MMR areas/cities are in Bandar Lampung City and Tanggamus City with 2 cases per city, followed by Tegal City with 3 cases. Maternal mortality in Bandar Lampung occurred during childbirth, accounting for 64.18%, death during pregnancy reached 25.72%, and death during childbirth reached 10.10%. Meanwhile, according to age groups, the age group with the highest maternal mortality rate is 20 to 34 years as much as 64.66%, in the age group less than 35 years it is 31.97%. Midwives as health workers who play a role in improving services close to the community. One of them supports COC (continuity of care) and as a place for students to carry out continuous care for pregnant, maternity, postpartum and BBL women. Continuity of care in midwifery is a series of continuous and comprehensive service activities Starting from pregnancy, childbirth, postpartum, newborn services and family planning services that connect women's health needs in particular and the personal circumstances of each individual. Based on the results of studies conducted on Mrs. DK during pregnancy, childbirth, postpartum, neonates and family planning at PMB Fitri Hayati. During the study, the author carried out obstetric care on an ongoing basis for pregnant women in maternity, postpartum, newborns (BBL), birth control   Abstrak Kematian dan kesakitan ibu masih merupakan masalah kesehatan yang serius di negara berkembang dan dijadikan sebagai salah satu indikator keberhasilan sistem pelayanan kesehatan suatu negara. Menurut World Health Organization (WHO) Angka Kematian Ibu (Maternal Mortality Rate) merupakan jumlah kematian ibu akibat dari proses kehamilan, persalinan dan pasca persalinan yang dijadikan indikator derajat kesehatan perempuan. Angka Kematian Ibu (AKI) merupakan salah satu target Global Sustainable Development Goals (SDGs) dalam menurunkan angka kematian ibu (AKI) menjadi 70 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2030. Kematian Ibu di Kota Bandar Lampung Indonesia pada tahun 2019, di kabupaten / kota jumlah kematian ibu tertinggi ada pada Kabupaten lampung selatan (37 kasus), disusul lampung barat sebanyak (36 kasus) dan lampung timur (22 kasus). Daerah/kota AKI yang paling rendah terdapat di Kota bandar lampung dan Kota tanggamus dengan 2 kasus setiap kotanya, disusul Kota Tegal dengan 3 kasus. Kematian ibu di bandar lampung terjadi saat melahirkan, terhitung 64,18%, kematian selama kehamilan mencapai 25,72%, dan kematian saat melahirkan mencapai 10,10%. Sedangkan menurut kelompok umur, kelompok umur dengan angka kematian ibu tertinggi adalah 20 s/d 34 tahun sebanyak 64,66%, pada kelompok umur kurang dari 35 tahun sebesar 31,97%. Bidan sebagai tenaga kesehatan yang berperan meningkatkan pelayanan yang dekat dengan masyarakat. Salah satunya yang mendukung COC (continuity of care) dan sebagai tempat mahasiswa melakukan Asuhan berkelanjutan pada ibu hamil, bersalin, nifas dan BBL. Continuity of care dalam kebidanan adalah serangkaian kegiatan pelayanan yang berkelanjutan dan menyeluruh mulai dari kehamilan, persalinan, nifas, pelayanan bayi baru lahir serta pelayanan keluarga berencana yang menghubungkan kebutuhan kesehatan perempuan khususnya dan keadaan pribadi setiap individu. Berdasarkan hasil pengkajian yang dilakukan pada Ny. DK selama hamil, bersalin, nifas, neonatus dan keluarga berencana di PMB Fitri Hayati. selama pengkajian dilakukan penulis melakukan asuhan kebidanan secara berkelanjutan pada ibu hamil bersalin, nifas, bayi baru lahir (BBL),KB
Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Prenatal Yoga untuk Membantu Menurunkan Kecemasan di Klinik Asih Balikpapan Syifa Azzahra Setya Putri; Ari Andayani; Nurul Hidayah; Merti Sri Handayani
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 2 No. 2 (2023): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pregnancy is a physiological process that begins with conception until the birth of the fetus, in this phase changes occur, one of which is psychological, such as anxiety, which can be helped with non-pharmacological therapy, namely prenatal yoga, which is useful for helping pregnant women overcome complaints of discomfort felt during pregnancy and helps smooth the birthing process. The aim of the research is to increase pregnant women's knowledge about prenatal yoga to reduce anxiety. The research target is pregnant women in the second and third trimesters in the Asih Balikpapan Clinic Work Area, and will be implemented on December 9 2023 in the Yoga Room of the Asih Balikpapan Clinic. The results of the research showed that before being given counseling about prenatal yoga, the value distribution of 6 pregnant women, most of whom had insufficient knowledge, as many as 6 respondents (60 %) and 4 respondents (40 %) had sufficient knowledge after being given a material presentation and distribution demonstration. to 9 people (90%) and 1 person (10%) with sufficient knowledge. This shows that there is an increase in the knowledge of pregnant women after carrying out community service.   Abstrak Kehamilan merupakan proses fisiologi yang diawali dengan konsepsi hingga lahirnya janin, pada fase ini terjadi perubahan salah satunya psikologis seperti adanya rasa cemas yang dapat dibantu dengan terapi non farmakologis yaitu prenatal yoga yang  bermanfaat membantu ibu hamil mengatasi keluhan ketidaknyamanan yang di rasakan selama masa kehamilan serta membantu melancarkan proses persalinan. Tujuan Penelitian adalah untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang prenatal yoga untuk menurunkan kecemasan. Sasaran penelitian ibu hamil trimester II dan III di Wilayah Kerja Klinik Asih Balikpapan, dan pelaksanaan pada tanggal 9 Desember 2023 di Ruangan Yoga Klinik Asih Balikpapan. Hasil penelitian diketahui bahwa sebelum diberi penyuluhan tentang prenatal yoga distribusi nilai dari 6 ibu hamil sebagian besar memiliki pengetahuan kurang, sebanyak 6 responden (60 %) dan berpengetahuan cukup sebanyak 4 responden (40 %) setelah diberikan pemaparan materi dan demonstrasi distribusi menjadi sebanyak 9 orang (90%) dan pengetahuan cukup sebanyak 1 orang (10%). Hal ini menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan ibu hamil setelah dilaksanakannya pengabdian masyarakat.
Asuhan Kebidanan Komprehensif pada Ny. A Umur 26 Tahun G1P0A0 di Puskesmas Atambua Selatan Bria, Kristina Luruk; Ari Andayani
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 1 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maternal Mortality Rate (MMR) and Infant Mortality Rate (IMR) are indicators to see the success of health efforts in Indonesia. In general, there was a decrease in maternal mortality during the 1991-2015 period from 390 to 305 per 100,000 live births and based on demographic data there was a decrease in IMR during the 1991-2017 period from 68 to 24 per 1000 live births (National Health Profile, 2018). Maternal Mortality Rate (MMR) is one indicator to see the success of maternal health efforts. AKI is the ratio of maternal deaths during pregnancy, childbirth and postpartum. One of the Sustainable Development Goal (SDG's) programs in 2030 is an effort to reduce MMR so that MMR reaches 95% or 70 maternal deaths per 100,000 live births (Ministry of Health of the Republic of Indonesia, 2019). Providing Midwifery Care to Ny A  comprehensive care for pregnancy, childbirth, postpartum, newborns and neonates according to Varney's 7 steps of management and documentation using the SOAP method. In this care, the author uses data collection methods, namely through interviews, observation, physical examination, supporting examination, documentation study and bibliography study. This research starts from 31 October 2023 to 29 Mei 2024. In pregnancy care, there was no coincidence between theory and practice, so Mrs. A can carry out normal deliveries. Care during labor was obtained intentionally in the second stage, namely IMD was obtained only done ± 30 minutes. Midwifery care for mothers giving birth to Mrs. A Care for male newborns, no defects or danger signs were found. Then during postpartum monitoring the newborn baby walked normally. Postpartum care is not intentional. From the management, comprehensive care has been provided for clients from pregnancy, childbirth and postpartum which are physiological without complications. The suggestion is that comprehensive care needs to be carried out so that the health of the mother and baby is monitored.   Abstrak Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) merupakan salah satu indikator untuk melihat keberhasilan upaya kesehatan di Indonesia. Secara umum terjadi penurunan kematian ibu selama periode 1991-2015 dari 390 menjadi 305 per 100.000 kelahiran hidup dan berdasarkan data demografi terjadi penurunan pada AKB selama periode 1991-2017 dari 68 menjadi 24 per 1000 kelahiran hidup (Profil Kesehatan Nasional, 2018). Angka Kematian Ibu (AKI) merupakan salah satu indikator untuk melihat keberhasilan upaya kesehatan ibu. AKI adalah rasio kematian ibu selama masa kehamilan, persalinan, dan nifas. Salah satu program Sustainable Development Goal (SDG’s) pada tahun 2030 yaitu upaya penurunan AKI agar AKI mencapai 95% atau 70 kematian ibu per 100.000 kelahiran hidup (Kemenkes RI, 2019). Dalam rangka mempercepat pencapaian target penurunan Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi, Indonesia memiliki program yang sudah terfokus pada pelayanan kebidanan yang berkesinambungan (Continuity of Care). Continuity of care dalam bahasa Indonesia dapat diartikan sebagai perawatan yang berkesinambungan mulai dari kehamilan, persalinan, asuhan bayi baru lahir, asuhan postpartum, asuhan neonatus dan pelayanan KB yang berkualitas yang apabila dilaksanakan secara lengkap terbukti mempunyai daya ungkit yang tinggi dalam menurunkan angka mortalitas dan morbiditas yang sudah direncanakan oleh pemerintah (Diana, 2017).  Memberikan Asuhan Kebidanan Pada Ny.A secara  komprehensif dari asuhan kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir dan neonatus sesuai Menejemen Varney 7  langkah dan pendokumentasian dengan metode SOAP. Dalam asuhan ini, penulis menggunakan metode pengumpulan data yaitu melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang, studi dokumentasi dan studi daftar pustaka. Penelitian ini dimulai sejak tanggal 31 Oktober 2023 sampai dengan 29 Mei 2024. Pada asuhan kehamilan tidak ditemukan kesengajaan antara teori dan praktik, sehingga Ny.A dapat menjalankan persalinan dengan normal. Asuhan pada persalinan didapatkan kesengajaan pada kala II yaitu didapatkan IMD hanya dilakukan ± 30 menit. Asuhan kebidanan pada ibu bersalin kepada Ny.A Asuhan pada bayi baru lahir berjenis kelamin laki-laki, tidak ditemukan danya cacat serta tanda bahaya. Kemudian pada pemantauan nifas serta bayi baru lahir berjalan dengan normal. Asuhan masa nifas tidak terdapat kesengajaa. Dari penatalaksanaan telah dilakukan asuhan komprehensif pada klien dari kehamilan, persalinan, dan nifas yang fisiologis tanpa penyulit.Sarannya yaitu Asuhan komprehensif perlu dilakukan agar kesehatan ibu dan bayi terpantau.
Tehnik Akupresure untuk Mengatasi Disminore pada Remaja Furhatin, A'yun; Ari Andayani; Ika Ratichya Ningsihi
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 1 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dysmenorrhea is a condition that occurs during menstruation which can cause disruption to activities and requires treatment if the symptoms are severe, and are expressed through pain or tenderness in the pelvic and abdominal areas. Most women in Indonesia who experience dysmenorrhea do not report it or visit a doctor. As many as 90% of Indonesian women have experienced dysmenorrhea. secondary dysmenorrhea. Perform acupressure techniques which consist of 4 techniques. First, do the massage technique for the LI 4 "Hegu" point, then the PC6 "Neiguan" point, the LR3 "Taichong" point and the SP6 "San Yin Jiao" point. Counseling on Acupressure Techniques for Overcoming Menstrual Pain in Adolescents in the PMB Rukhayati Demak Area and the HSP Cepu Clinic which was attended by 20 adolescent respondents who had complaints of pain during menstruation. Implementation of Community Service will be carried out on Tuesday, June 11 2024 starting at 14.00 – 15.00 WIB offline (offline) and online (Online) using a method with an introduction first followed by pre-test distribution, then a presentation of the material and continued with a demonstration of acupressure techniques with 4 stages, next question and answer process then post test distribution and finally closing. Counseling participants understand and understand how to use acupressure techniques to treat menstrual pain in teenagers and good communication can be established between the proposing team and the teenagers doing the counseling. There is an increase in the knowledge and skills of teenagers, which can be seen from the percentage data from 15% (pretest) to 100% (posttest). It is hoped that teenagers can practice acupressure techniques at home independently when experiencing pain during menstruation.   Abstrak Dismenore adalah suatu kondisi yang terjadi saat menstruasi   dimana   bisa   menyebabkan   terganggunya kegiatan serta membutuhkan perawatan apabila gejala yang dirasakan berat, serta ditunjukkan melalui rasa sakit ataupun nyeri pada area panggul serta perut. Kebanyakan perempuan di Indonesia yang mengalami dismenore tidak melaporkan atau berkunjung ke dokter. Sebanyak 90% perempuan Indonesia pernah mengalami dismenore. Melakukan tehnik akupresure yang terdiri dari 4 tehnik. Pertama melakukan tehnik pemijatan titik LI 4 “Hegu”, kemudian titik PC6 “Neiguan”, titik LR3 “Taichong” dan titik SP6 “San Yin Jiao”. Penyuluhan Tehnik Akupresure Untuk Mengatasi Nyeri Menstruasi Pada Remaja di Wilayah PMB Rukhayati Demak dan Klinik HSP Cepu yang diikuti oleh 20 responden remaja yang memiliki keluhan nyeri saat menstruasi. Pelaksanaan Pengabdian Masyarakat dilakukan Hari Selasa, 11 Juni 2024 mulai pukul 14.00 – 15.00 WIB secara luring (offline) dan daring (Online) dengan metode dengan perkenalan terlebih dahulu selanjutnya pembagian pre test, kemudian pemaparan materi dan dilanjutkan demonstrasi tehnik akupresure dengan 4 tahapan, berikutnya proses tanya jawab kemudian pembagian post test dan terakhir penutup. Peserta penyuluhan mengerti dan memahami cara melakukan tehnik akupresure untuk mengatasi nyeri menstruasi pada remaja dan bisa terjalin komunikasi baik anatara tim pengusul dan para remaja yang melakukan penyuluhan. Terdapat peningkatan pengetahuan dan keterampilan para remaja, yang dilihat dari data presentase baik 15% (pretest) menjadi 100% (post test). Diharapkan para remaja dapat mempraktikkan tehnik akupresure dirumah secara mandiri saat mengalami nyeri pada saat menstruasi
Asuhan Kebidanan Continuity Of Care (Coc) Pada Ny ”E” Umur 32 Tahun di Klinik Shazfa Mounira Mafudiah, Lalita; Ari Andayani
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 1 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Continuous midwifery care (continuity of care), namely providing midwifery care from pregnancy, delivery, postpartum, neonate until the decision to use family planning. This aims to help monitor and detect possible complications that accompany the mother and baby from pregnancy until the mother uses family planning. Midwifery care methods at the Shazfa Mounnira Clinic, and through home visits. The midwifery care provided to Mrs. In Mrs. "E" the pregnancy process proceeded physiologically without any problems or complications even though in TM III the mother experienced edema in her right leg. The entire delivery process took place normally and smoothly without any complications or complications and management was carried out according to 60 APN. On midwifery care during the postpartum period on day 7, the mother complained that breast milk was not flowing smoothly, so the author provided midwifery care by giving IEC Oxytocin Massage to facilitate breast milk flow. In providing birth control midwifery care, the mother was given counseling and decided to use implant birth control at 42 days postpartum. Continuity of care was provided to Mrs. "E" during pregnancy, childbirth, the postpartum period, newborns, and family planning, examination results are within normal limits and there are no accompanying complications. It is hoped that the midwife profession, in providing continuous midwifery care (continuity of care), will always apply midwifery management, maintain and improve competence in providing care according to midwifery service standards.   Abstrak Asuhan kebidanan berkelanjutan (continuity of care) yaitu pemberian asuhan kebidanan sejak kehamilan, bersalin, nifas, neonatus hingga memutuskan menggunakan KB. Hal  ini  bertujuan  sebagai  upaya  untuk  membantu memantau dan mendeteksi adanya kemungkinan timbulnya komplikasi yang menyertai ibu dan bayi dari masa kehamilan sampai ibu menggunakan KB. Metode asuhan kebidanan di di Klinik Shazfa Mounnira dan melalui kunjungan rumah dengan memberikan konseling sesuai kebutuhan Ibu. Asuhan kebidanan yang diberikan pada Ny.”E” berlangsung dari masa kehamilan, bersalin, nifas, neonatus sampai KB dengan frekuensi kunjungan hamil sebanyak 2 kali, persalinan 1 kali, nifas 4 kali, neonatus 4 kali,serta KB sebanyak 2 kali. Pada Ny.”E” proses kehamilan berjalan dengan fisiologis tidak ada masalah maupun komplikasi walaupun pada TM III ibu mengalami nyeri pinggang. Seluruh proses persalinan berlangsung normal dan lancar tanpa ada penyulit atau komplikasi dan penatalaksanaan telah dilakukan sesuai 60 langkah APN. Pada asuhan kebidanan masa nifas 2 jam sampai kunjungan ke 3 ibu mengatakan tidak ada keluhan. Dalam memberikan asuhan kebidanan KB ibu telah diberikan konseling dan memutuskan menggunakan KB Suntik 3 bulan pada 42 hari postpartum Asuhan kebidanan berkelanjutan (continuity of care) yang telah dilakukan pada Ny. “E” saat hamil, bersalin, masa nifas, bayi baru lahir, dan keluarga berencana didapatkan hasil pemeriksaan dalam batas normal dan tidak ada penyulit yang menyertai. Diharapkan profesi bidan dalam memberikan asuhan kebidanan berkelanjutan (continuity of care) selanjutnya selalu menerapkan manajemen kebidanan, mempertahankan dan meningkatkan kompetensi dalam memberikan asuahan sesuai standar pelayanan kebidanan.