Dina Fitrianingtyas
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Literature Review: Skrining Pranikah Calon Pengantin terhadap Kesehatan Reproduksi dan Penyakit Genetika Hanik Ekowati; Hapsari Windayanti; Sri Sutarti; Haryati; Dina Fitrianingtyas; Martiningsih; Dhini Kusumastuti
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 1 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pre-marital screening is conducted as the first step to ensure the health of prospective mothers and children as early as possible, even before the fertilization process occurs. Reproductive health is a state of physical, mental, and social well-being not only related to the reproductive system and its functions but also to its processes. A literature review was conducted to obtain further information on aspects related to the implementation of pre- marital screening for prospective couples. The data sources used in this study were PubMed and Google Scholar databases. The sources for this literature review considered inclusion criteria such as journals published between 2020 and 2024, written in English or Indonesian, and fully accessible. Meanwhile, exclusion criteria included journals written in languages other than English or Indonesian, as well as secondary articles or reviews. This literature review was conducted to examine the Pre-marital Screening of Prospective Couples Towards Reproductive Health and Genetic Diseases. The review results indicate that pre- marital screening is crucial because findings from journals explain the increase in knowledge and interest among women of childbearing age in undergoing pre-marital screening to ensure the preparation of prospective mothers and children and to prevent the inheritance of genetic diseases from one partner, which can be harmful, and strongly advocate for marriage cancellation compliance. Abstrak Skrining pranikah dilakukan sebagai langkah pertama untuk memastikan kesehatan calon ibu serta calon anak sedini mungkin, bahkan sebelum proses pembuahan terjadi. Kesehatan reproduksi merupakan kondisi sejahtera secara raga, mental serta sosial tidak hanya perihal yang berkaitan dengan sistem reproduksi dan guna serta prosesnya.tinjauan literatur yang bertujuan untuk mendapatkan informasi lebih lanjut tentang aspek-aspek yang terkait dengan penerapan skrining pra-nikah pada calon pengantin. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah basis data PubMed dan Google Scholar. Sumber untuk melakukan tinjauan literatur ini memperhatikan kriteria inklusi berupa jurnal yang diterbitkan antara tahun 2020 hingga 2024, ditulis dalam bahasa Inggris atau Indonesia, dan dapat diakses secara penuh. Sedangkan, kriteria eksklusi meliputi jurnal yang ditulis dalam bahasa selain Inggris atau Indonesia, serta artikel atau jurnal sekunder seperti artikel ulasan atau review. Penelitian tinjauan Pustaka ini dilakukan untuk menelaah Skrining Pranikah Calon Pengantin Terhadap Kesehatan Reproduksi dan Penyakit Genetika. Hasil tinjauan menunjukkan skrining pranikah itu sangat penting dilaksanakan dikarenakan hasil dari jurnal menjelaskan peningkat pengetahuan dan minat wanita usia subur melakukan skrining pranikah untuk memastikan dalam mempersiapkan calon ibu dan anak serta mencegah penurunan penyakit genetik yang diwariskan salah satu pasangan sehingga dapat merugikan dan secara kuat untuk mematuhi pembatalan pernikahan.
Prenatal Yoga untuk Mengurangi Ketidaknyamanan Nyeri Punggung Ibu pada Kelas Ibu Hamil di Puskesmas Bringin Kabupaten Semarang Haryati; Hanik Ekowati; Sri Sutarti; Dina Fitrianingtyas; Veftisia, Vistra
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

by pregnant women in the second and third trimesters. The main causes are changes in posture, weight gain, and hormonal shifts. Prenatal yoga is recognized as an effective method to alleviate back pain while improving the physical and mental health of pregnant women. This article describes a community service program conducted in Nyemoh Village, Bringin District, Semarang Regency, aimed at enhancing pregnant women's knowledge about the benefits of prenatal yoga and their skills in practicing yoga to reduce back pain. The program involved 18 pregnant women and included counseling, yoga practice, and evaluation through pre-test and post-test assessments. Results showed an increase in the average knowledge score from 9.8 to 17.08. The program is recommended to be continued with improved collaboration and accessibility to educational media. Abstrak Nyeri punggung merupakan salah satu ketidaknyamanan yang sering dialami oleh ibu hamil trimester II dan III. Penyebab utamanya adalah perubahan postur tubuh, peningkatan berat badan, dan perubahan hormonal. Prenatal yoga dikenal sebagai salah satu metode efektif untuk mengurangi nyeri punggung sekaligus meningkatkan kesehatan fisik dan mental ibu hamil. Artikel ini mendeskripsikan pelaksanaan pengabdian masyarakat di Desa Nyemoh, Kecamatan Bringin, Kabupaten Semarang, yang bertujuan meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang manfaat prenatal yoga dan keterampilan praktik yoga untuk mengurangi nyeri punggung. Kegiatan melibatkan 18 ibu hamil, dilakukan melalui penyuluhan, praktik yoga, dan evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Hasil menunjukkan adanya peningkatan rata-rata nilai pengetahuan dari 9,8 menjadi 17,08. Program ini direkomendasikan untuk dilaksanakan secara berkelanjutan dengan peningkatan kolaborasi dan aksesibilitas media edukasi.
Asuhan Kebidanan Komprehensip pada Ny. Dr Umur 31 Tahun G2P1A0 di Puskesmas Bringin Dina Fitrianingtyas; Wahyu Kristiningrum
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 2 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The maternal mortality rate (MMR) and infant mortality rate (IMR) are important indicators of the level of public health. COC. To prevent or reduce MMR and IMR, health workers provide quality health services in a COC manner. One of the targets set in the 3rd 2030 agenda (Sustainable Development Goals) is to target a MMR (Maternal Mortality Rate) of 70 per 100,000 live births. MMR in Indonesia is still relatively high and is one of the main health problems. The maternal mortality rate (MMR) in the world is 303,000 people. The Maternal Mortality Rate (MMR) in ASEAN is 235 per 100,000 live births (ASEAN Secretariat, 2020). The district/city with the lowest maternal mortality rate was Magelang City with 1 case, followed by Surakarta and Salatiga with 3 cases. 62.27 percent of maternal deaths in Central Java Province occurred during the postpartum period (Central Java Health Profile, 2023). The maternal mortality rate in Semarang Regency in 2021 was lower than the national maternal mortality rate, which was 58.20 per 100,000 out of 12,028 live births. ). The aim of the case study is to provide comprehensive midwifery care for Mrs. DR aged 31 years from pregnancy to family planning services at the Ungaran Community Health Center. The method used is a case study approach to midwifery care, namely SOAP (Subjective, Objective, Analysis and Management) for Mrs. DR aged 31 years in March –November 2024. Results of care carried out for Mrs. In family planning services, most of the care has been provided in accordance with midwifery care standards, but there is some care that has not been provided appropriately.   Abstrak Angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) menjadi salah satu indikator penting dari derajat kesehatan masyarakat. COC. Untuk mencegah atau mengurangi AKI dan AKB tenaga kesehatan memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas secara COC. Salah satu target yang ditentukan dalam tujuan agenda 2030 (Sustainable Development Goals) yang ke-3 yaitu menargetkan AKI (Angka Kematian Ibu) 70 per 100.000 kelahiran hidup. AKI di Indonesia masih tergolong tinggi dan merupakan salah satu masalah utama kesehatan. Angka Kematian Ibu (AKI) didunia sebanyak 303.000 jiwa. Angka Kematian Ibu (AKI) di ASEAN yaitu sebesar 235 per 100.000 kelahiran hidup (ASEAN Secretariat, 2020). Kabupaten/ Kota dengan jumlah kasus kematian ibu tertinggi adalah Kabupaten Brebes sebanyak 50 kasus. Kabupaten/ Kota dengan kasus kematian ibu terrendah adalah Kota Magelang dengan 1 kasus, diikuti Kota Surakarta dan Salatiga dengan 3 kasus. Sebesar 62,27 persen kematian maternal di Provinsi Jawa Tengah terjadi pada waktu nifas (Profil Kesehatan Jawa Tengah,2023). Angka Kematian Ibu di Kabupaten Semarang  tahun 2021 lebih kecil dari angka kematian ibu secara nasional yaitu 58,20 per 100.000 dari 12.028 Kelahiran Hidup. Tujuan dari Studi kasus untuk melakukan asuhan kebidanan yang komprehensif pada Ny. DR Umur 31 Tahun dari hamil sampai dengan pelayanan keluarga berencana di Puskesmas Bringin. Metode yang digunakan dengan pendekatan studi kasus asuhan kebidanan yaitu SOAP (Subjektif, Objektif, Analisa dan Penatalaksanaan) pada Ny. DR Umur 31 Tahun pada bulan Juni – November 2025. Hasil Asuhan yang dilakukan pada Ny. DR Umur 31 Tahun  G2P1A0 dari ibu hamil sampai pelayanan keluarga berencana sebagian besar asuhan telah di berikan sesuai dengan standar asuhan kebidanan, namun ada beberapa asuhan yang belum di berikan dengan tepat.