Maternal Mortality Rate (MMR) and Infant Mortality Rate (IMR) remain major public health problems in Indonesia. Based on data from the Semarang Regency Health Office in 2023, the maternal mortality rate reached 58.20 per 100,000 live births, with the main causes being hemorrhage and preeclampsia. One of the efforts to reduce MMR and IMR is through the implementation of continuous midwifery care, known as Continuity of Care (CoC). This case study aims to describe the implementation of continuous midwifery care for Mrs. I, a 29-year-old woman with an obstetric history of G2P1A0, conducted in the working area of Ungaran Health Center, Semarang Regency. Comprehensive midwifery care was provided from pregnancy, childbirth, newborn care, postpartum period, to family planning services. The methods used in this case study included interviews, physical examinations, observations, and documentation review. The results showed that the pregnancy progressed physiologically, labor occurred normally through spontaneous vaginal delivery, the newborn was born with a birth weight of 3,900 grams and a body length of 48 cm, the postpartum period proceeded without complications, and the infant remained in good health. At the end of the postpartum period, the mother chose implant contraception as a family planning method. The implementation of continuous midwifery care through the Continuity of Care approach plays an important role in maintaining maternal and infant health and contributes to the prevention of complications as well as efforts to reduce maternal and infant mortality rates Abstrak Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) masih menjadi permasalahan utama kesehatan di Indonesia. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Semarang tahun 2023, tercatat jumlah kematian ibu sebesar 58,20 per 100.000 kelahiran hidup (KH) yang disebabkan terutama oleh perdarahan dan preeklamsia. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk menurunkan AKI dan AKB adalah melalui pelayanan kebidanan berkelanjutan atau Continuity of Care (CoC). Studi kasus ini bertujuan untuk menggambarkan pelaksanaan asuhan kebidanan berkelanjutan pada Ny. I, usia 29 tahun, G2P1A0, yang dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Ungaran, Kabupaten Semarang. Asuhan kebidanan diberikan secara komprehensif mulai dari masa kehamilan, persalinan, bayi baru lahir, masa nifas, hingga pelayanan keluarga berencana. Metode yang digunakan dalam studi kasus ini meliputi wawancara, pemeriksaan fisik, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil asuhan menunjukkan bahwa selama masa kehamilan berlangsung fisiologis, persalinan berlangsung normal secara spontan, bayi lahir dengan berat badan 3.900 gram dan panjang badan 48 cm, kondisi nifas berjalan normal tanpa komplikasi, serta bayi dalam kondisi sehat. Pada akhir masa nifas, ibu memilih menggunakan metode kontrasepsi KB implan. Pelaksanaan asuhan kebidanan berkelanjutan melalui pendekatan Continuity of Care terbukti penting dalam menjaga kesehatan ibu dan bayi secara menyeluruh serta berkontribusi dalam upaya pencegahan komplikasi dan penurunan AKI dan AKB.