Kurniawan, Ilham Yusuf
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENINGKATAN WISATA SUNGAI PERAHU KALIMAS SEBAGAI UPAYA PENGEMBANGAN WISATA HERITAGE DI KOTA SURABAYA Kurniawan, Ilham Yusuf; Rochim, Achluddin Ibnu; Murti, Indah
PRAJA observer: Jurnal Penelitian Administrasi Publik (e- ISSN: 2797-0469) Vol. 4 No. 04 (2024): ADMINISTRASI PUBLIK
Publisher : COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69957/praob.v4i04.1592

Abstract

Pengembangan suatu objek wisata heritage tidaklah lepas dari partisipasi masyarakat didalamnya, salah satu objek wisata yang perlu dikembangkan terus menerus ialah Wisata Perahu Kalimas yang berada di pusat kota Surabaya. Sungai kalimas merupakan sungai yang bersejarah pada masa jaman belanda. Seiring bertambahnya zaman sungai kalimas berangsur dijadikan objek wisata perahu yang dimana masyarakat bisa menikmati keindahan Kota Surabaya dan juga bisa melihat bangunan bersejarah disekitaran sungai kalimas. Penelitian ini membahas mengenai partsisipasi masyarakat dalam peningkatan wisata sungai perahu kalimas sebagai upaya pengembangan wisata heritage di kota surabaya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi bentuk partisipasi masyarakat dalam peningkatan wisata sungai perahu kalimas sebagai upaya pengembangan wisata heritage di kota surabaya. Teori yang digunakan ialah teori partisipasi dari Cohen dan Uphof 1977 yang dimana ada 4 tahapan dalam partisipasi yaitu partisipasi dalam perencaanan, partisipasi dalam pelaksanaan,partisipasi dalam pemanfaatan hasil dan partisipasi dalam pengawasan dan evaluasi. Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu metode kualitatif deskriptuf dengan pendekatan wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa partisipasi masyarakat dalam pengembangan wisata perahu kalimas sudah sangat baik terlihat dengan peningkatan jumlah pengunjung wisata setiap tahunnya, namun masyarakat disini hanya berperan sebag pelaku wisata. Dalam 4 tahapan partisipasi terlihat bahwa masyarakat tidak terlibat dalam hal pelaksanaan masyarakat hanya berperan sebagai pelaku wisata bukan pengelola objek wisata.