Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Environmental Impact and Life Cycle Costs of Large-Scale Hydroelectric Power Plants Nur, A Ida Nurfaida; Sasongko, Nugroho Adi; Boedoyo, M Sidik
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol 3, No 1 (2024): March 2024
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v3i1.1242

Abstract

Utilization of water resources as a renewable primary energy source can be utilized synergistically for many benefits. Hydroelectric power is a renewable energy source with large reserves in Indonesia. In principle, all development activities have environmental impacts in the form of positive (beneficial) impacts and negative (harmful) impacts, so an analysis of environmental impacts and life cycle costs is needed. This paper aims to analyze the environmental impacts and life cycle costs of hydroelectric power plants using the literature review method to reach conclusions regarding the possible environmental impacts and life cycle costs required for a hydroelectric power plant. Interactions between hydroelectric project locations and environmental areas suggest that hydroelectric project construction may adversely impact certain important habitats, and impacts may worsen in the future. By planning life cycle costs before a hydroelectric power plant is installed, the costs that will be incurred will be focused.
Optimalisasi Energi Surya Untuk Mewujudkan Ketahanan Energi Berkelanjutan Di Sedalit, Kalimantan Utara Raharjo, Bagus Joko; Boedoyo, M Sidik; Tumanggor, Muliahadi
Citizen : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. 5 No. 5 (2025): CITIZEN: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia
Publisher : DAS Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53866/jimi.v5i5.1021

Abstract

Ketahanan energi, yang mencerminkan kemampuan suatu daerah dalam memenuhi kebutuhan energinya secara mandiri serta berkelanjutan, menjadi isu strategis terutama di wilayah terpencil yang belum terlayani secara optimal oleh jaringan listrik konvensional. Desa Sedalit di Kalimantan Utara merupakan salah satu kawasan yang memiliki potensi tinggi untuk pemanfaatan energi terbarukan dalam upaya memperkuat kemandirian dan ketahanan energi lokal. Berdasarkan asumsi jumlah sekitar 147 bangunan dengan populasi mendekati 400 jiwa, kawasan ini dilengkapi berbagai fasilitas umum penting, seperti tiga sekolah, dua tempat ibadah, tiga balai desa, tiga kantor pemerintahan, satu sarana olahraga, dua posyandu, serta sejumlah bangunan pendukung lainnya. Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 52,8 kWp di Sedalit menjadi solusi strategis dalam penyediaan energi listrik yang handal, efisien, dan ramah lingkungan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan eksperimental untuk mengevaluasi kinerja sistem PLTS off-grid di wilayah tersebut. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem grounding berfungsi secara optimal dengan nilai tahanan terendah berkisar antara 0,63 hingga 0,83 ohm. Keluaran inverter terjaga stabil pada tegangan 219–220 V dengan frekuensi 50 Hz. Sementara itu, tegangan masukan DC berada pada kisaran 456–502 V dengan arus 0,60–0,84 A, yang menandakan adanya indikasi penurunan performa pada beberapa string modul surya. Secara keseluruhan, sistem PLTS di Sedalit menunjukkan kinerja yang baik dan mampu mendukung keberlanjutan pasokan energi bagi fasilitas publik serta masyarakat setempat.