Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Peran Teknologi Pada Pembangkit Listrik Tenaga Geothermal Guna Mendukung Tercapainya Net Zero Emission (NZE) Ice Fahmi; Fajar Gunawan Afandi; Nugroho Adi Sasongko; Donny Yoesgiantoro
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.348 KB) | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3245

Abstract

AbstrakEnergi listrik merupakan suatu faktor penting dalam kehidupan. Hampir seluruh kegiatan dalam kehidupan sehari-hari membutuhkan dukungan energi listrik. Tidak hanya itu, energi listrik juga berperan penting untuk memutar roda perekonomian suatu negara, bahkan dalam bidang pertahanan energi listrik memiliki peranan yang sangat penting seperti menghidupkan radar-radar yang ada di perbatasan sehingga kedaulatan suatu negara tetap terjaga. Oleh sebab itu, cadangan listrik suatu negara merupakan suatu faktor yang sangat penting untuk dipikirkan bersama. Dewasa ini, listrik dapat dihasilkan melalui banyak sumber daya. Bahkan terdapat sumber daya energi listrik yang tidak menghasilkan emisi, atau yang lebih dikenal dengan istilah Energi Baru dan Terbarukan (EBT). Salah satu sumber daya EBT yang melimpah di Indonesia adalah panas bumi (geothermal). Indonesia termasuk dalam negara yang dilintasi ring of fire sehingga memiliki banyak sekali potensi panas bumi. Untuk mengubah sumber daya panas bumi menjadi energi listrik dapat dilakukan dengan 3 jenis teknologi, yaitu flash steam, dry steam, dan binary cycle. Dalam penerapannya, efisiensi dari teknologi binary cycle merupakan yang tertinggi dan tingkat efisiensi terrendah adalah teknologi dry steam.Kata Kunci: Teknologi, Net Zero Emission AbstractElectrical energy is an important factor in life. Almost all activities in everyday life require the support of electrical energy. Not only that, electrical energy also plays an important role in turning the wheels of a country's economy, even in the field of defense, electrical energy has a very important role such as turning on radars on the border so that a country's sovereignty is maintained. Therefore, a country's electricity reserves are a very important factor to think about together. Nowadays, electricity can be generated through many power sources. There are even electrical energy resources that do not produce emissions, or better known as New and Renewable Energy (EBT). One of the abundant NRE resources in Indonesia is geothermal. Indonesia is included in the country crossed by the ring of fire so that it has a lot of geothermal potential. To convert geothermal resources into electrical energy can be done with 3 types of technology, namely flash steam, dry steam, and binary cycle. In its application, the efficiency of binary cycle technology is the highest and the lowest level of efficiency is dry steam technology.Keywords: Technology, Net Zero Emission
Penerapan Good Mining Practice (Gmp) Guna Mendukung Net Zero Emission 2060 (Studi Kasus: PT Vale Indonesia) Muhammad Agung Hardiyanto; Kartika Wijaya Setiawan; Nugroho Adi Sasongko; Hikmat Zakky Almubaroq
Jurnal Kewarganegaraan Vol 7 No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v7i2.5870

Abstract

Abstrak Pemanasan global saat ini sedang menjadi perhatian bagi seluruh dunia, melalui Perjanjian Paris pada tahun 2015 negara-negara di dunia berkomitmen dalam menjaga suhu rata-rata bumi di bawah 2°C yang kemudian melahirkan program Net Zero Emission atau emisi nol bersih pada tahun 2060. Untuk mendukung program NZE tersebut, Indonesia berkomitmen melalui dokumen Nationally Determined Contribution (NDC). Dalam NDC Indonesia menyatakan berkomitmen untuk menurunkan emisi GRK pada tahun 2030 sebesar 29% dengan kemampuan sendiri dan 41% dengan dukungan internasional. Beralih ke pemanfaatan energi bersih tidak dapat ditunda dalam merealisasikan program NZE. Penerapan kaidah pertambangan yang baik (good mining practice) diatur dalam Peraturan Menteri ESDM Nomor 26 Tahun 2028 dan Kepmen ESDM No. 1827 k/MEM/2018. Nikel seolah menjadi pusat perhatian karena pemanfaatannya sebagai bahan baku utama dalam pembuatan baterai. Baterai banyak digunakan sebagai sumber energi pengganti dari bahan bakar fosil. Indonesia sebagai salah satu negara yang mempunyai cadangan nikel terbesar di dunia yaitu 21 juta ton, memiliki antangan besar dalam hal pengolahan nikel, karena jangan sampai keberadaannya yang memiliki sumbangsih dalam mendukung energi bersih namun dihasilkan dari pengolahan yang tidak berkelanjutan dan menimbulkan emisi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi penurunan emisi dari industri nikel di PT Vale Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Systematic Literature Review. Data yang digunakan dalam penelitian ini didapatkan dari hasil studi literatur dan berdasarkan informasi yang didapat dari Focus Group Discussion (FGD). Hasil dari penelitian ini diketahui bahwa PT. Vale Indonesia berkomitmen untuk memitigasi pemanasan global dengan dua pendekatan yaitu pendekatan teknologi dan pendekatan tambang dan reklamasi. Pendekatan teknologi dilakukan dengan fuel shifting, green power up, equipment electrification dan efficiency improvement. Pendekatan tambang dan reklamasi dilakukan dengan sustainable mining practice, reforestation outside concession area, progressive reclamation of post mined area dan biodiversity program. Kata Kunci: Energi, Nikel, NZE, PT. Vale Indonesia Abstract Global warming is currently a concern for the whole world, through the Paris Agreement in 2015, countries in the world are committed to keeping the earth's average temperature below 2°C which then gave birth to the Net Zero Emissions program or net zero emissions in 2015. 2060. To support the NZE program, Indonesia is committed through a Nationally Determined Contribution (NDC) document. In the NDC, Indonesia states that it is committed to reducing GHG emissions by 29% by 2030 with its own capabilities and 41% with international support. Switching to the use of clean energy cannot be delayed in realizing the NZE program. Nickel seems to be the center of attention because of its use as the main raw material in making batteries. Batteries are widely used as a substitute for fossil fuels. Indonesia as one of the largest nickel producing countries in the world has a big challenge in terms of processing nickel, because it should not be its presence that has a contribution in supporting clean energy but is produced from processing that is not sustainable and creates emissions. This study aims to examine the strategy for reducing emissions from the nickel industry at PT Vale Indonesia. The method used in this study is the Systematic Literature Review method. The data used in this study were obtained from the results of a literature study and based on information obtained from Focus Group Discussions (FGD). The results of this study note that PT. Vale Indonesia is committed to mitigating global warming with two approaches, namely the technological approach and the mining and reclamation approach. The technological approach is carried out by fuel shifting, green power up, equipment electrification and efficiency improvements. Mining and reclamation approaches are carried out using sustainable mining practices, reforestation outside concession areas, progressive reclamation of post mined areas and biodiversity programs. Keywords: Energy, Nickel, NZE, PT. Vale Indonesia
Carbon Footprint in Fossil Power Plants and Nuclear Energy Systems Ida Nurfaida Nur; Nugroho Adi Sasongko; Mohammad Sidik Boedoyo
International Journal Of Humanities Education and Social Sciences (IJHESS) Vol 3 No 5 (2024): IJHESS APRIL 2024
Publisher : CV. AFDIFAL MAJU BERKAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55227/ijhess.v3i5.969

Abstract

The energy sector, including electricity, heat, and transportation, is the main contributor to GHG emissions because it handles 73.2%. Given the increasingly real threat of the climate crisis, a commitment to reduce the amountof emissions released into the environment needs to be made. One of the emission avoidance measures is an energy transition that shifts dependence on fossil energy to other, cleaner energy sources. As a less polluting technology, nuclear energy ensures a pure environment, thereby enhancing human well-being. Nuclear energy provides and develops greater efficiency and adaptability. It provides access to cheap, reliable, carbon-free energy for industrialized and developing countries. Sixty gigatons of carbon emissions avoided over the last 50 years because of nuclear energy. This form of energy distributes a lot of energy without releasing a lot of contaminants. The criterion of technical advancement must be considered when determining the relationship between the use of nuclear energy and carbon footprint because it can lead to the production of cleaner and alternative sources of energy while lowering the danger of air pollution. The findings support the hypothesis that nuclear energy use may have a negative effect on carbon footprint. These findings imply that the widespread use of nuclear energy can help minimize environmental pollution because it almost entirely eliminates carbon emissions when compared to traditional power plants that use non-renewable energy.
Analysis of the Use of Ocean Wave Power Generation Technology as an Environmentally Friendly Energy Alternative in Indonesia Frely Rahmawati; Rudi Laksmono; Sri Sundari; Nugroho Adi Sasongko
International Journal Of Humanities Education and Social Sciences (IJHESS) Vol 3 No 6 (2024): IJHESS JUNE 2024
Publisher : CV. AFDIFAL MAJU BERKAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55227/ijhess.v3i6.1096

Abstract

Indonesia is an archipelagic country that is geographically located between two continents and two oceans. As a country blessed with vast ocean expanses, Indonesia has great potential for marine energy sources. Ocean Wave Power Plants (PLTGL) are a type of energy that has advantages compared to other energy sources, namely that they are available throughout the ocean and are considered more environmentally friendly. However, in its use, Ocean Wave Power Plants require quite a lot of money. Apart from that, even though it is considered more environmentally friendly, ocean wave technology also has environmental impacts. This research aims to analyze the use of ocean wave power generation technology. The method used in this research is a qualitative research method with a literature study approach. The results of this research show that ocean wave power plants are a renewable energy source that has great potential to be used as an environmentally friendly alternative energy source in Indonesia
The Evaluation of Use Photovoltaics (PV) in Renewable Energy Technology as Sustainability Strategies Ulul Azmi; Nugroho Adi Sasongko; Sri Murtiana; Guntur Eko Saputro
International Journal Of Humanities Education and Social Sciences (IJHESS) Vol 4 No 1 (2024): IJHESS AUGUST 2024
Publisher : CV. AFDIFAL MAJU BERKAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55227/ijhess.v4i1.1207

Abstract

The United Nations (UN) proposed the Sustainable Development Goals (SDGs) to make the earth peaceful and prosperous by 2030. Abundant water and food supply, sustainable energy consumption, climate change mitigation, and sustainable energy consumption are considered the keys to better sustainability. For example, the food sector is responsible for 30% of global energy consumption, 21-37% of greenhouse gas (GHG) emissions, and 70% of global water withdrawals. Integrating renewable energy into a country's energy mix largely depends on the implementation of renewable energy policies. Sustainably developed solar photovoltaic options to meet energy. The main focus is to achieve energy security and independence with special emphasis on solar energy, to drive transformative change towards widespread adoption of renewable energy. The research method uses a literature study and the findings are in the form of the direction of the Indonesian Government's policy setting, namely the National Energy General Plan (RUEN) which is the basis for regulation through Presidential Regulation Number 79 of 2014 with the aim of changing the increase in the national energy share to 23% by 2025. This regulation aims to create opportunities for PT PLN (Persero) customers in the household, business, government, social, and industrial sectors to be actively involved in the utilization and management of renewable energy in a sustainable manner and provide insight into the sustainability of solar energy, including environmental and economic development.
Inovasi Penerapan Dan Faktor Pendukung Agribisnis Hortikultura: Implementation Innovation And Supporting Factors Horticulture Agribusiness Idawati; Sasongko, Nugroho Adi; Suryanti, Reni; Haryanto, Yoyon; Rosnina; Haruna, Naima
Jurnal Penyuluhan Vol. 19 No. 02 (2023): Jurnal Penyuluhan
Publisher : Department of Communication and Community Development Sciences and PAPPI (Perhimpunan Ahli Penyuluhan Pembangunan Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25015/19202347912

Abstract

Konsep industrialisasi pertanian perdesaan merupakan konsep pembangunan yang mencerminkan kesatuan industri pertanian yang terintegrasi dengan output berupa produk yang memiliki nilai tambah ekonomi yang besar. Tujuan penelitian adalah (1) Mendeskripsikan kegiatan agribisnis hortikultura pada subsektor hilir agribisnis hortikultura yang telah dilakukan petani (2) Menganalisis tingkat penerapan inovasi industrialisasi pertanian hortikultura pedesaan (3) Menganalisis pengaruh faktor kegiatan subsektor hilir dan penerapan industrialisasi pertanian pedesaan. Metode penelitian meliputi analisis kuantitatif dan kualitatif. Populasi penelitian petani hortikultura sebanyak 30 responden yang dilakukan secara purposive pada kelompok Bakti Mandiri di Desa Sukajadi. Penentuan sampel dilakukan secara sensus terhadap 30 orang anggota kelompok Bakti Mandiri yang menjalankan agribisnis hortikultura. Pengumpulan data dilakukan dengan cara purposive sampling melalui wawancara dengan menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan deskriptif kualitatif berupa persentase dan regresi berganda untuk menggambarkan kegiatan subsektor hilir, tingkat penerapan IPP dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Pemasaran disusun oleh kelompok dengan penjualan langsung ke pedagang pengumpul, kemudian dijual kembali ke pengecer di pasar sentral. (2) Ciri inovasi penerapan industrialisasi pertanian pedesaan dengan pemanfaatan tempat, waktu dan kepemilikan pada fungsi pemasaran sudah berjalan dengan baik, sedangkan secara perubahan bentuk (pengolahan) belum terlaksana. (3) Dukungan penyuluhan berkontribusi dalam pelaksanaan industrialisasi pertanian pedesaan. Penerapan industrialisasi pertanian pedesaan dalam kondisi optimal terutama swadaya melalui ketua kelompok tani.
Analisis Perencanaan Energi Surya di Koarmada 1 Tanjung Pinang dalam Mendukung Pertahanan Negara Simanjuntak, Albin Moniago; Boedoyo, M.S; Sasongko, Nugroho Adi
JRST (Jurnal Riset Sains dan Teknologi) Volume 8 No. 1 Maret 2024: JRST
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/jrst.v8i1.17399

Abstract

Energi terbarukan seperti PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Surya) memiliki peran yang penting dalam mendukung pertahanan negara. Keberlanjutan, kemandirian energi, fleksibilitas dalam distribusi dan penggunaan, serta komitmen terhadap inovasi dan teknologi ramah lingkungan adalah faktor-faktor utama yang menjadikan PLTS sebagai solusi energi strategis dalam sektor pertahanan. Dengan mengadopsi dan mengintegrasikan PLTS ke dalam sistem pertahanan, negara dapat memastikan operasional militer yang lebih efisien, keamanan energi yang lebih besar, dan posisi yang lebih kuat di panggung internasional.Integrasi PLTS dalam sistem energi di fasilitas militer memiliki potensi yang besar dalam mengurangi ketergantungan pada sumber energi fosil, meningkatkan ketersediaan energi, dan memperkuat komitmen dalam menjaga lingkungan hidup. Dengan demikian, PLTS dapat menjadi alternatif yang potensial untuk memenuhi kebutuhan energi di fasilitas militer dan meningkatkan efektivitas operasi militer. Metodologi penelitian yang akan menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif melalui beberapa metode pengumpulan data: Studi dokumentasi, Survey lapangan dan Analisi GIS. Pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan 53,60% penyinaran matahari dan luas area 400.000 m² dapat memberikan dampak positif terhadap operasi dan strategi pertahanan negara dalam hal efisiensi energi, keberlanjutan, dan kemandirian. Jumlah panel yang dapat diinstal : Luas area yang dapat digunakan = 400.000 m² x 70% = 280.000 m² . Jumlah panel = 280.000 m² / 1,6 m² per panel = 175.000 panel. Dengan asumsi setiap panel memiliki kapasitas 250 Watt. Total kapasitas PLTS akan menjadi: Kapasitas total = 175.000 panel x 250 Watt = 43.750.000 Watt = 43,75 MW. Adapun kapasitas yang di butuhkan adalah sebesar 606 Volt tegangan listrik dengan daya 200 kVA dan Arus 330 Ampere.
Environmental Impact and Life Cycle Costs of Large-Scale Hydroelectric Power Plants Nur, A Ida Nurfaida; Sasongko, Nugroho Adi; Boedoyo, M Sidik
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol 3, No 1 (2024): March 2024
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v3i1.1242

Abstract

Utilization of water resources as a renewable primary energy source can be utilized synergistically for many benefits. Hydroelectric power is a renewable energy source with large reserves in Indonesia. In principle, all development activities have environmental impacts in the form of positive (beneficial) impacts and negative (harmful) impacts, so an analysis of environmental impacts and life cycle costs is needed. This paper aims to analyze the environmental impacts and life cycle costs of hydroelectric power plants using the literature review method to reach conclusions regarding the possible environmental impacts and life cycle costs required for a hydroelectric power plant. Interactions between hydroelectric project locations and environmental areas suggest that hydroelectric project construction may adversely impact certain important habitats, and impacts may worsen in the future. By planning life cycle costs before a hydroelectric power plant is installed, the costs that will be incurred will be focused.
5. Analisis Lingkungan Strategis Pulau Miangas, Pulau Terluar Indonesia Bagian Utara Fahmi, Ice; Soelistyo, Tri; Maulani, Muhammad; Natalia, Dessy; Sasongko, Nugroho Adi; Yoesgiantoro, Donny
Jurnal TNI Angkatan Udara Vol 1 No 3 (2022): Jurnal TNI Angkatan Udara Triwulan Ketiga
Publisher : Staf Komunikasi dan Elektronika, TNI Angkatan Udara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62828/jpb.v1i3.6

Abstract

Bagi negara kepulauan seperti Indonesia, pulau-pulau di perbatasan memiliki peran yang sangat penting. Berdasarkan Konvensi Hukum Laut Internasional (United Nations Convention on the Lawpof the Sea) 1982 pasal 47 ayat 1, negara kepulauan berhak menarik garis pangkal kepulauan (archipelagic baseline) sebagai dasar pengukuran wilayah perairannya dari titik-titik terluar pulau-pulau terluarnya. Dengan kata lain, pulau-pulau kecil ini turut menentukan batas-batas kedaulatan NKRI. Apabila Pulau Miangas lepas dari NKRI, maka Bangsa Indonesia akan kehilangan wilayah laut yang luas berikut sumber daya yang terkandung di dalamnya. Pemerintah juga telah melihat ancaman berupa kekhawatiran Indonesia akan perubahan orientasi warga Miangas, dan peluang berupa destinasi baru untuk pariwisata Indonesia. Oleh sebab itu Pemerintah mengeluarkan kebijakan terkait pembangunan pulau terluar Indonesia sebagai beranda negara. Selain itu, Pemerintah Indonesia juga melakukan pengembangan di wilayah perbatasan utara tersebut untuk melindungi dan menjaga lingkungan strategis Indonesia baik dalam aspek militer, politik, ekonomi dan sosial demi memenuhi kepentingan nasional Indonesia
6. Bahan Bakar Hayati Sebagai Pengganti Bahan Bakar Fosil (Biofuel : Biodiesel, Bioethanol, BioAvtur, Green Diesel, Green Gasoline, Green Avtur) Fahmi, Ice; Soelistyo, Tri; Maulani, Muhammad; Sasongko, Nugroho Adi; Yoesgiantoro, Donny
Jurnal TNI Angkatan Udara Vol 1 No 3 (2022): Jurnal TNI Angkatan Udara Triwulan Ketiga
Publisher : Staf Komunikasi dan Elektronika, TNI Angkatan Udara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62828/jpb.v1i3.7

Abstract

Pada saat ini kehidupan manusia tidak lepas dari penggunaan energi minyak bumi, dimana hampir setiap lini kehidupan tidak lepas dari penggunaan minyak bumi. Baik untuk sarana transportasi baik itu transportasi darat, laut maupun udara, namun kita telah menyadari bahwa ketersediaan bahan bakar dari bahan fosil semakin menipis, sehingga diperlukan bahan alternatif pengganti bahan bakar fosil, karena konsumsi bahan bakar minyak terus meningkat. meningkat dari waktu ke waktu. ketersediaan pasokan minyak dari fosil ketersediaan sisanya terbatas, kekurangan minyak Indonesia adalah kemungkinan nyata. Akibatnya, Indonesia harus mengimpor minyak mentah dan minyak bumi untuk bahan baku kilang. Produk yang memenuhi kebutuhan energi di masyarakat. Di sisi lain, Indonesia memiliki potensi yang besar. Kemungkinan biomassa atau sumber daya terbarukan digunakan sebagai bahan bakar nabati untuk biodiesel dan bioetanol (etanol) dimana bahan baku produk bahan bakar tersebut tersedia dan dapat diperbaharui. Oleh karena itu, diversifikasi energi Untuk mengurangi minyak, biofuel perlu diperkenalkan sebagai alternatif konsumsi minyak, terutama di sektor transportasi. Akibatnya, dibutuhkan lahan untuk menanam kelapa sawit untuk pasokan bahan baku biodiesel dan sekitarnya. Kami menanam singkong dan menyediakan bahan baku bioetanol. Tujuannya adalah untuk menantang penggunaan biofuel sebagai pelopor bahan energi alternatif. Sehingga ke depan dimungkinkan penggunaan biofuel sebagai bahan bakar utama karena selain tingkat polusi CO2 yang minimal, perkebunan kelapa sawit dengan siklus peremajaan tanaman 30 tahun merupakan paru-paru dunia yang dapat menyerap CO2, sehingga dapat dipastikan bahwa penggunaan bahan bakar biofuel alternatif ini adalah bahan bakar yang tepat.
Co-Authors Afandi, Fajar Gunawan AFFANDI, Fajar Gunawan Aisyah, Audrey Nur Akbar, Amany Zhafira Akhmad Rifai Albubaroq, Hikmat Zakky Ananda, Dea Dwi Anda, Martin Andi Darmawan ANGGI KHAIRINA HANUM HASIBUAN Anitasari, Reza Annisa Indah Pratiwi Arief Budi Santiko, Arief Budi Arif Rahman Hakim Ariyanto, Novy Arsyad, Wifqul Muna Awaf Wirajaya Azzahra, Hazzha Boedoyo, M Sidik Boedoyo, M. Sidik Boedoyo, M.S Bolilanga, Patricya Inggrid Wilhelmina DESSY NATALIA Donny Yoesgiantoro Donny Yoesgiantoro Eka Putri, Virny Zasyana Endang Kusdiyantini Erlambang, Yaumil Putri Fahmi, Ice Fajar Gunawan Afandi Fhandy Pandey, Fhandy Frely Rahmawati Gilbran, Adam Guntur Eko Saputro Haqina, Zidni Aghna Haryanto, Yoyon Hendro Subagyo Hutama, Raihansyah Raja Ice Fahmi Ida Nurfaida Nur Idawati Indriyani, Yunita Irviandi, Risnu Istiqamah, Dita Aprilia Kaisupy, Sarifah Kartika Wijaya Setiawan Kartika Wijaya Setiawan Kaunang, Andrew Miracle Kuntjahjono, Mayang Fauziah Kuntjahjono, Mayang Fauziah Putri Kuntjoro, Yanif Dwi Laili, Nurus Sahari Layalia, Afina Rista Lazuardy, Ardyan Lestari, Aura Puja Maulani, Muh Maulani, Muhammad Mohammad Sidik Boedoyo Muhammad Agung Hardiyanto Muhammad Agung Hardiyanto Murtiana , Sri Nafilah, Syahraini Naima Haruna, Naima Naimah, Khoirun Napoleon, Sultan Nareswari, Vania Agatha Nuha, Nuha Nur, A Ida Nurfaida Nurauliyaa, Aida Habibah Pandia, Yoselyn Evangelina Prasojo, Agus Eko Purba, Farelino Oktavianus Putri, Arananda Dwi Putri, Riyanti Rahmat Basuki Risman, Helda Rosnina Rudi Laksmono S Siswanto Salsabila, Fidela Aurellia Sandri, Azzahra Sari, Chintya Komala Sari, Sholihah Eka Permata Sarweswara, Wikrama Septiani, Marini Setiawan, Risqi Prastianto Simanjuntak, Albin Moniago Siti Nurhalimah Soelistyo, Tri Sri Murtiana Sundari, Sri Supono, Ihsan SURYANTI, RENI Tarigan, Thessa Ocatvia Joyetta Ulul Azmi ULUL AZMI Wahyono, Yoyon Wardani, Maya Larasati Donna Widayatno, Rudy Laksmono Widiyaningrum, Retno Ayu Xaviera, Allodya Nadra Yanuar, Ahmad Ismed Yoesgiantoro, Donny Yulita, Tiara Rizki Yusuf Bramastya Apriliyanto