Dilandra Karimatun Nisa
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Strategi Komunikasi Staff Humas Perumda PSM Dalam Mempertahankan Eksistensi Pantai Air Manis Kota Padang Dilandra Karimatun Nisa; Tomi Hendra
Tabsyir: Jurnal Dakwah dan Sosial Humaniora Vol. 4 No. 1 (2023): Januari : Jurnal Dakwah dan Sosial Humaniora
Publisher : STAI YPIQ BAUBAU, SULAWESI TENGGARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59059/tabsyir.v4i1.72

Abstract

Adapun latar belakang penulis ini ialah objek wisata Pantai Air Manis merupakan destinasi wisata alam yang terkenal dengan sejarah batu Malin Kundang. Banyak sekali spot foto kekinian yang dikombinasikan dengan keindahan alam yang membuat wisatawan baik di dalam negeri maupun dari mancanegara berkunjung ke Pantai tersebut. Padahal destinasi wisata Pantai Air Manis tidak menyediakan pemandu wisata. Hal inilah menjadi menarik peneliti untuk meneliti bagaimana Strategi yang digunakan oleh PSM dalam mempertahankan eksistensinya serta bagaimana hambatannya?. Metode penelitian yang penulis gunakan ialah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Melalui tahap penelitian yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi serta menggunakan teknik analisis data. sehingga dapat mengetahui bagaimana strategi komunikasi PSM, faktor penghambat dalam menerapkan strategi komunikasi dalam mempertahankan eksistensi objek wisata Pantai Air Manis Kota Padang. Hasil penelitian yang penulis temukan menunjukan bahwa Strategi komunikasi Staff Humas PERUMDA PSM dalam mempertahankan eksistensi Pantai Air Manis Kota Padang yaitu menggunakan strategi komunikasi tidak lansung dengan pemanfaatan instagram seperti (postingan foto dan video, hashtag,waktu postingan dan angelshoot foto/video) dan juga Layanan Pengaduan Pengunjung. Selain itu, sarana kegiatan promosi yang digunakan oleh staff humas PERUMDA PSM Pantai Air Manis Kota Padang yaitu memasang spanduk di area yang strategis dan mudah di lihat, kegiatan promosi dari mulut ke mulut dan melaksanakan event-event. Adapun faktor penghambat terdapat dua yaitu faktor internal dan faktor eksternal.