Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Rendahnya Pemberian ASI Eksklusif Nurcahya, Kurnia; Kiptiyah, Dinia Kholida; Farianingsih; Rohmatin, Homsiatur
ARKESMAS [Arsip Kesehatan Masyarakat] Vol 8 No 1 (2023)
Publisher : UHAMKA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK ASI secara eksklusif atau ASI eksklusif adalah ketika bayi hanya diberikan ASI tanpa makanan tambahan lainnya selama 6 bulan pertama dan disusui sejak dini. Banyak alasan yang menjadi faktor mengapa ibu tidak memberikan ASI eksklusif kepada bayinya. Beberapa faktor utama termasuk kesadaran akan pentingnya ASI, kurangnya rasa percaya diri ibu, kurangnya pengetahuan ibu tentang manfaat ASI, dan kurangnya dukungan keluarga dalam pemberian ASI Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor pengetahuan ibu, pendidikan, dan dukungan suami yang mempengaruhi rendahnya pemberian ASI eksklusif di Desa Pandansari Kecamatan Senduro Kabupaten Lumajang tahun 2022. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini yaitu 27 orang ibu yang mempunyai bayi umur 6-11 bulan yang diambil menggunakan total sampling. Penelitian ini akan dilakukan di desa Pandansari Kecamatan Senduro Kabupaten Lumajang. Kesimpulan hasil dari penelitian ini adalah ada hubungan yang bermakna antara faktor pengetahuan ibu, faktor pendidikan ibu dan faktor dukungan suami dengan rendahnya pemberian ASI eksklusif di Desa Pandansari Kecamatan Senduro Kabupaten Lumajang. Diharapkan Puskesmas dapat meningkatkan program promosi kesehatan, khususnya penyuluhan melalui kelas ibu hamil tentang ASI eksklusif mulai dari persiapan pemberian ASI eksklusif sampai pentingnya dukungan keluarga dalam pemberian ASI eksklusif, sehingga capaian ASI eksklusif dapat meningkat. Kata Kunci: ASI Eksklusif, Faktor Pemberian ASI Eksklusif
Hubungan Antara Pemberian Asi Dengan Kejadian Stunting Di Ponkesdes Jatiroto, Puskesmas Jatiroto, Kabupaten Lumajang Tahun 2025 Ayu Latifah; Mutmainnah Zakiyyah; Iin Aini Isnawati; Farianingsih
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 12 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i12.2028

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang berdampak jangka panjang terhadap pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, dan produktivitas anak di masa depan. Salah satu upaya pencegahan utama stunting adalah pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan. Di wilayah kerja Puskesmas Jatiroto, Kabupaten Lumajang, prevalensi stunting masih menjadi perhatian, sehingga diperlukan kajian lebih lanjut mengenai hubungan antara praktik pemberian ASI dan kejadian stunting pada anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pemberian ASI eksklusif dengan kejadian stunting pada anak di Ponkesdes Jatiroto, wilayah kerja Puskesmas Jatiroto, Kabupaten Lumajang tahun 2025. Penelitian ini merupakan survei analitik dengan desain potong lintang (cross-sectional). Sampel terdiri dari 49 anak yang memenuhi kriteria inklusi. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara menggunakan kuesioner, kemudian dianalisis menggunakan uji Spearman rho. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar anak mendapatkan ASI parsial (40,83%) dan mengalami stunting ringan (55,11%). Analisis statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pola pemberian ASI dengan derajat stunting (ρ = 0,000; p < 0,05). Anak yang tidak mendapatkan ASI eksklusif memiliki risiko lebih tinggi mengalami stunting sedang hingga berat. Kesimpulannya, pemberian ASI eksklusif berhubungan signifikan dengan kejadian stunting pada anak. Oleh karena itu, promosi pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan sangat penting dalam upaya pencegahan stunting.