Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Morfologi Akar Manggis (Garcinia Mangostana L) Asal Pulau Bengkalis yang Mampu Tumbuh di Daerah Tergenang Sari , Vebrita
Metrik Serial Teknologi dan Sains Vol. 4 No. 1 (2023): Februari 2023
Publisher : Konsorsium Cendekiawan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51616/teksi.v4i1.424

Abstract

Di Pulau Bengkalis Provinsi Riau banyak ditemukan manggis yang berkualitas baik. Pulau Bengkalis merupakan daerah dataran rendah yang sering mengalami kondisi tergenang secara periodik, seperti banjir karena "Pasang keling" setiap bulan Desember. Kemampuan manggis asal Pulau Bengkalis beradaptasi di daerah tergenang, diduga karena memiliki sistem perakaran berupa morfologi akar yang khusus dan belum pernah dilaporkan sebelumnya. Penelitian ini bertujuan untuk melihat perbedaan morfologi akar manggis yang tumbuh di daerah tergenang dan tidak tergenang. Sampel akar manggis diambil di 4 desa untuk lokasi I (tergenang periodik) dan 3 desa untuk lokasi 2 (tidak tergenang) di Pulau Bengkalis. Pengambilan sampel dengan metode survei dan dianalisis secara deskriptif. Morfologi akar manggis asal Pulau Bengkalis yang tumbuh di daerah tergenang berbeda dengan akar manggis pada umumnya yang tumbuh pada habitat normal (tidak tergenang). Manggis asal Pulau Bengkalis tidak memiliki akar lateral dan rambut akar serta morfologi bagian ujungnya berbeda. Akar manggis yang tumbuh di habitat normal (tidak tergenang) umumnya masih memiliki akar lateral dan rambut akar walaupun sedikit. Morfologi bagian ujung akar manggis asal Pulau Bengkalis di kedua lokasi juga terlihat berbeda dengan akar manggis pada umumnya, yaitu berbentuk seperti benang tebal berwarna putih dengan diameter rata-rata 0,3 mm. Perbedaan ini dikarenakan perbedaan kondisi lingkungan di kedua lokasi tersebut seperti kadar air tanah (28-67%) dan ketinggian tempat (7-9 m dpl). Ditemukannya perbedaan morfologi akar di kedua lokasi mengindikasikan bahwa manggis asal Pulau Bengkalis memiliki mekanisme toleran terhadap kondisi tergenang.
Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (Toga) Untuk Meningkatkan Ekonomi Masyarakat Di Masa Pandemi Covid-19 Di Desa Simpang Kubu Susanti, Awari; Sari , Vebrita
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 1 No. 3 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 1 Nomor 3 Januari-Mare
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v1i3.52

Abstract

Kabupaten Kampar adalah salah satu Kabupaten yang berad di Provinsi Riau. Masyarakat Kampar telah lama mengenal dan memanfaatkan tumbuhan obat sebagi obat tradisional. Oleh karena itu tujuan dari dilakukannya PKM ini adalah untuk memberikan pengarahan dan sosialisasi kepada ibu-ibu di Desa Simpang Kubu tentang budidaya Tanaman Obat Keluarga (TOGA) supaya mereka lebih paham dan lebih berdaya untuk menyelesaikan permasalahan ekonomi dimasa pandemi Covid 19 dan tentang mahalnya biaya pengobatan. Program yang ditawarkan adalah supaya mitra termotivasi untuk meningkatkan kualitas kesehatan dan mereka lebih berdaya melakukan pengobatan. Salah satu permasalahan yang dihadapi mitra adalah kurangnya pengetahuan dan informasi yang dimiliki untuk memanfaatkan lahan pekarangan rumah yang lebih produktif. Adapun manfaat yang diharapkan dari kegiatan ini antara lain adalah agar masyarakat lebih berdaya menghindari ancaman bahaya Covid-19 dengan mewujudkan kemandirian obat melalui TOGA. Penelitian ini menggunakan metode perencanaan/ persiapan, pelaksanaan, observasi dan evaluasi. Hasil penelitian menujukkan adanya peningkatan pengetahuan dari peserta tentang khasiat aneka jenis tanaman obat serta keterampilan mengolah tanaman obat menjadi bahan minuman untuk meningkatkan ekonomi masyarakat di masa pandemi covid-19.