Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

IMPLEMENTASI PERMAINAN BISIK BERANTAI PADA PEMBELAJARAN BAHASA ARAB METODE ISTIMA’ KELAS VII DI MTS AL WASHLIYAH KM 6 BRAYAN MEDAN Shafura, Shafura; Suaidi, Pan; Hafizhoh, Syari’ah; Anwar, Khairul
HIBRUL ULAMA Vol. 6 No. 1 (2024): Jurnal Hibrul’ulama
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47662/hibrululama.v6i1.766

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan bagaimana permainan bisik berantai dengan metode istima’ digunakan untuk mengajar bahasa arab kelas VII di MTs Al-Washliyah km 6 Brayan Medan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai sumber evaluasi bagi berbagai pihak yang terlibat dalam pembelajaran bahasa Arab dengan Metode Istima’. Dalam penelitian kualitatif ini, subjek penelitian adalah penggunaan permainan bisik berantai dalam pembelajaran bahasa Arab menggunakan metode Istima’. Penelitian ini menyelidiki bagaimana penggunaan metode ini berdampak pada siswa karena guru biasanya hanya menggunakan metode ceramah atau hanya menggunakan satu metode dan siswa cenderung jenuh. Selain itu, guru hanya menyampaikan hal-hal penting tentang bahasa tanpa mempraktikkan apa yang mereka pelajari.Untuk mengetahui bagaimana aktivitas siswa, bagaimana metode istima' digunakan untuk mengajar siswa pembelajaran bahasa arab, dan hasil dari penerapan Bisik Berantai pada siswa kelas VII di MTs Al-Washliyah km 6 Brayan Medan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Penerapan permainan bisik berantai dalam pembelajaran bahasa Arab dengan metode Istima' kelas VII dapat berjalan dengan baik, baik melalui observasi, dokumentasi, maupun wawancara. (2) Data yang dikumpulkan menunjukkan bahwa penerapan permainan bisik berantai dalam pembelajaran bahasa Arab dengan metode Istima' kelas VII dapat berjalan dengan baik; namun, berdasarkan tes, pengaruh peminatan atau penerapan permainan bisik berantai pada pembelajaran bahasa Arab dengan metode Istima' kelas VII cukup baik.
KONTRIBUSI ORGANISASI IKATAN WARGA ISLAM INALUM (IWII) DALAM MENINGKATKAN KESADARAN BERIBADAH DI MASJID AN-NUR PARITOHAN Siahaan, Azmi; Suaidi, Pan; Hafizhoh, Syari’ah
Kreatif: Jurnal Pemikiran Pendidikan Agama Islam Vol 22 No 1 (2024): Januari
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Tarbiyah IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/kreatif.v22i1.2576

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi Organisai IWII Paritohan dalam meningkatkan kesadaran jamaah untuk beribadah di masjid An-nur Paritohan. Dengan pokok pembahasan yakni bagaimana kontribusi dari Organisai IWII Paritohan dalam meningkatkan kesadaran jamaah, faktor-faktor apakah yang menjadi pendukung dan penghambat dalam meningkatkan kesadaran beribadah di masjid An-Nur Paritohan. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis menggunakan: reduksi data, visualisasi data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Sedangkan uji keabsahan data berupa triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: kesadaran beribadah dapat ditingkatkan dengan program kegiatan : Menyediakan fasilitas beribadah yang lengkap dan nyaman, mengadakan pengajian rutinan anak-anak (asar dan magrib), perwiritan bapak-bapak dan ibu-ibu (kamis dan malam kamis), mengadakan buka bersama puasa wajib dan sunah (senin kamis), sahur bersama puasa wajib, membina dan mendukung kegiatan Musabaqah Tilawatil Quran, membuat kegaitan di masjid An-Nur dalam peringatan hari besar Islam (peringatan tahun baru Islam, maulid nabi, isra’ mi’raj dan Halal bi halal, menjadikan masjid sebagai tempat solusi umat, menyiapkan makanan dan minuman gratis bagi jamaah yang menunggu masuk waktu shalat, mengapresiasi terhadap semangat ibadah anak-anak. Program yang dilakukan IWII Paritohan ini sudah sangat baik dalam mencapai tujuannya. Melalui program-program tersebut membuat warga sekitar Paritohan terbiasa untuk datang dan beribadah di masjid An-Nur Paritohan
UPAYA GURU DALAM MENGATASI BULLYING TERHADAP HAFALAN WIRIDAN SANTRI KELAS VII DI PONDOK PESANTREN NURUL IMAN SILAU DUNIA SIMALUNGUN Arif, Muhammad; Trikusuma, Sultoni; Hafizhoh, Syari’ah
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 9 No. 1 (2026): Vol. 9 No. 1 (2026): Volume 9 No. 1 Tahun 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v9i1.56194

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan upaya guru dalam mengatasi bullying terhadap hafalan wiridan santri kelas VII di Pondok Pesantren Nurul Iman Silau Dunia Simalungun, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian terdiri dari guru, pengasuh asrama, dan santri kelas VII. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya guru dalam mengatasi bullying meliputi pembinaan akhlak melalui kedekatan emosional dengan santri, pemberian teladan, pelaksanaan mediasi dan konseling sederhana, serta pembinaan melalui kegiatan keagamaan seperti kultum, kajian kitab, dan diskusi keislaman. Faktor pendukung mencakup komitmen tinggi guru terhadap pembinaan karakter, keterlibatan aktif pengasuh dan staf asrama, serta budaya religius di lingkungan pesantren. Adapun faktor penghambat meliputi kurangnya pelatihan khusus bagi guru dalam penanganan bullying secara psikologis, masih kuatnya budaya senioritas di kalangan santri, dan minimnya pengawasan di luar jam kegiatan resmi.Penelitian ini merekomendasikan pelatihan profesional bagi guru dan pengasuh, pembinaan kepemimpinan positif pada santri senior, penguatan sistem pengawasan 24 jam, serta integrasi nilai anti-bullying dalam setiap kegiatan keagamaan untuk menciptakan lingkungan pesantren yang aman dan kondusif bagi pengembangan hafalan wiridan santri