This Author published in this journals
All Journal PESHUM
Cittra Juniarni
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Peran Guru Bimbingan Konseling dalam Membina Disiplin Siswa di Madrasah Tsanawiyah Syafa’atut Thulab Indralaya Utara Taufik Hidayat; Cittra Juniarni
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i2.14418

Abstract

Pendidikan memegang peran krusial dalam membentuk karakter dan kepribadian manusia, dengan disiplin sebagai fondasi utama. Namun, realitas di MTs Syafa'atut Thulab Indralaya Utara menunjukkan kompleksitas tantangan dalam menegakkan disiplin siswa, yang dipengaruhi oleh faktor geografis, sosial ekonomi keluarga, gempuran teknologi, dan masa pubertas siswa. Dalam konteks ini, peran Guru Bimbingan dan Konseling (BK) menjadi strategis dan tidak tergantikan sebagai agent of change yang tidak hanya bersifat kuratif tetapi lebih proaktif dalam merancang strategi preventif dan pengembangan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi dari enam sumber data yaitu kepala madrasah, guru BK, siswa, wali kelas, guru mata pelajaran, dan orang tua. Keabsahan data dijamin melalui triangulasi sumber dan teknik, dengan analisis data mengikuti model Miles dan Huberman. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa (1) Peran Guru Bimbingan dan Konseling dalam membina disiplin siswa diwujudkan melalui strategi yang integratif. Strategi ini mencakup keteladanan guru, kerja sama yang erat dengan orang tua dan guru lainnya, pendekatan personal untuk membangun hubungan baik dengan siswa, serta penggunaan poster sebagai media pengingat visual yang ditempatkan di area strategis. (2) Peran Guru Bimbingan dan Konseling dalam membina disiplin siswa dipengaruhi oleh sejumlah faktor pendukung dan penghambat. Faktor pendukung meliputi terjalinnya kerjasama yang solid antar seluruh warga sekolah, partisipasi aktif orang tua siswa, serta ketersediaan sarana dan prasarana yang memadai. Faktor penghambat seperti keterlambatan yang sering dilakukan oleh siswa yang tidak tinggal di pondok pesantren serta pengaruh negatif dari lingkungan sekitar yang kurang kondusif. (3) Berbagai upaya dilakukan untuk mengatasi hambatan dalam membina disiplin siswa, termasuk membangun sistem koordinasi intensif, pendekatan proaktif preventif, optimalisasi teknologi, penguatan peer counseling, dan program pembiasaan yang terintegrasi dengan nilai keislaman.