Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Makna Kata “Kudus” Berdasarkan 1 Petrus 1:15-16 Udju, Daniel
Mutiara: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. 1 No. 2 (2023): JIMI - OKTOBER
Publisher : PT. PENERBIT TIGA MUTIARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61404/jimi.v1i2.20

Abstract

This research aims to explore the meaning of the word "holy" in a Christian context based on the Letter 1 Peter 1:15-16. The concept of holiness has deep theological significance in Christianity, and this text provides an important basis for understanding the concept. This research uses a qualitative approach method, by collecting data through analysis of Bible texts, books, scientific journals and analysis of related documents. Data analysis was carried out thematically to identify patterns and themes in understanding the concept of "holy." The results of this research reveal the complexity of the meaning of the word "holy" in the context of 1 Peter 1:15-16. There are various understandings of this concept, including an understanding of holiness as a call to a different life and an understanding of holiness as a reflection of God's holy nature. The conclusions of this research provide deep insight into how the concept of "holy" can be translated and applied in contemporary Christian life. The implications of this research have strong relevance in the development of Christian spirituality and a deeper understanding of the call to be "holy," as stated in Scripture.   Keywords: Bible, Christian, God, Holy, 1 Peter 1:15-16
Pandangan Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh Terhadap Budaya Sabu “Pebale Rau Kattu Do Made” di Daerah NTT Udju, Daniel; Pane, Exson
Angelion: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol 4, No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berita Hidup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38189/jan.v4i2.551

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memberi pemahaman yang jelas kepada anggota Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh (GMAHK) dengan menganalisis pandangan Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh terhadap budaya Sabu, khususnya dalam konteks tradisi lokal yang dikenal sebagai "Pebale Rau Kattu Do Made." Dengan Metode penelitian kualitatif deskriptif, penelitian ini mengeksplorasi interaksi antara keyakinan Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh dan aspek-aspek budaya khas Sabu. Metode penelitian melibatkan wawancara mendalam dengan tokoh adat dan anggota Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh yang tinggal di Sabu, serta observasi terhadap ritual dan praktik keagamaan yang terkait dengan "Pebale Rau Kattu Do Made." Data yang terkumpul dianalisis dengan mempertimbangkan perspektif teologis Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh dan konteks budaya lokal Sabu. Temuan penelitian ini dapat memberikan wawasan mendalam tentang bagaimana Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh berinteraksi dengan dan merespons budaya Sabu, serta sejauh mana elemen-elemen budaya tersebut diintegrasikan atau disesuaikan dengan ajaran dan nilai-nilai gereja. Implikasi dari penelitian ini dapat memberikan kontribusi pada pemahaman tentang dinamika antara agama dan budaya di lingkungan multikultural.
Bait Suci: Eksplorasi Makna dan Fungsi Mezbah Pembakaran Ukupan Berdasarkan Ibrani 9:4 Udju, Daniel
JUITAK: Jurnal Ilmiah Teologi dan Pendidikan Kristen Vol. 1 No. 1 (2023): JUITAK - MARET
Publisher : PT. Penerbit Tiga Mutiara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61404/juitak.v1i1.19

Abstract

Allah selalu rindu hadir di dekat dengan umat-Nya. Hal ini dapat terlihat melalui adanya Bait Suci di Tengah-tengah umat-Nya. Penelitian ini merupakan eksplorasi mendalam terhadap Mezbah Pembakaran Ukupan dalam Bait Suci, sebagaimana yang dijabarkan dalam Ibrani 9:4. Mezbah ini bukan hanya elemen fisik dalam peribadatan, melainkan juga simbol yang sarat makna dalam upaya manusia mendekati Allah. Dalam konteks ritual persembahan dan penyembahan, Mezbah ini memiliki peran kunci yang mencerminkan harapan, pengampunan, dan penyucian. Analisis data arkeologi dan sejarah mendukung keberadaan dan peran Mezbah ini sesuai dengan deskripsi dalam Alkitab. Tujuan penelitian ini menyediakan pemahaman yang lebih dalam tentang praktik peribadatan, serta memberikan wawasan tentang keyakinan dan pengalaman spiritual masyarakat Yahudi kuno, memperkuat relevansi mezbah pembakaran ukupan dalam pemahaman agama.
Pandangan Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh Terhadap Budaya Sabu “Pebale Rau Kattu Do Made” di Daerah NTT Udju, Daniel; Pane, Exson
Angelion Vol 4 No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berita Hidup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38189/jan.v4i2.551

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memberi pemahaman yang jelas kepada anggota Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh (GMAHK) dengan menganalisis pandangan Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh terhadap budaya Sabu, khususnya dalam konteks tradisi lokal yang dikenal sebagai "Pebale Rau Kattu Do Made." Dengan Metode penelitian kualitatif deskriptif, penelitian ini mengeksplorasi interaksi antara keyakinan Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh dan aspek-aspek budaya khas Sabu. Metode penelitian melibatkan wawancara mendalam dengan tokoh adat dan anggota Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh yang tinggal di Sabu, serta observasi terhadap ritual dan praktik keagamaan yang terkait dengan "Pebale Rau Kattu Do Made." Data yang terkumpul dianalisis dengan mempertimbangkan perspektif teologis Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh dan konteks budaya lokal Sabu. Temuan penelitian ini dapat memberikan wawasan mendalam tentang bagaimana Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh berinteraksi dengan dan merespons budaya Sabu, serta sejauh mana elemen-elemen budaya tersebut diintegrasikan atau disesuaikan dengan ajaran dan nilai-nilai gereja. Implikasi dari penelitian ini dapat memberikan kontribusi pada pemahaman tentang dinamika antara agama dan budaya di lingkungan multikultural.
Pandangan Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh Terhadap Budaya Sabu "Pebale Rau Kattu Do Made" di  Daerah NTT Udju, Daniel; Pane, Exson
Angelion Vol 4 No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berita Hidup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38189/jan.v4i2.551

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memberi pemahaman yang jelas kepada anggota Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh (GMAHK) dengan menganalisis pandangan Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh terhadap budaya Sabu, khususnya dalam konteks tradisi lokal yang dikenal sebagai "Pebale Rau Kattu Do Made." Dengan Metode penelitian kualitatif deskriptif, penelitian ini mengeksplorasi interaksi antara keyakinan Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh dan aspek-aspek budaya khas Sabu. Metode penelitian melibatkan wawancara mendalam dengan tokoh adat dan anggota Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh yang tinggal di Sabu, serta observasi terhadap ritual dan praktik keagamaan yang terkait dengan "Pebale Rau Kattu Do Made." Data yang terkumpul dianalisis dengan mempertimbangkan perspektif teologis Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh dan konteks budaya lokal Sabu. Temuan penelitian ini dapat memberikan wawasan mendalam tentang bagaimana Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh berinteraksi dengan dan merespons budaya Sabu, serta sejauh mana elemen-elemen budaya tersebut diintegrasikan atau disesuaikan dengan ajaran dan nilai-nilai gereja. Implikasi dari penelitian ini dapat memberikan kontribusi pada pemahaman tentang dinamika antara agama dan budaya di lingkungan multikultural.