Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGEMBANGAN SOSIALISASI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS PADA SEKOLAH INKLUSI DI TK PERTIWI Oktaviani, Icha; Wibowo, Lia Yulistia Dewi; Trihapsari, Tarissa Febri; Netamarsa, Raisha; Meilana, Dariah
Jurnal Pendidikan Inklusi Citra Bakti Vol. 2 No. 1 (2024): Jurnal Pendidikan Inklusi Citra Bakti
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jpicb.v2i1.3494

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kemampuan bersosialisasi anak berkebutuhan khusus di sekolah inklusi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian pada Taman Kanak-kanak Pertiwi, yang memiliki anak berkebutuhan khusus satu orang berada di TK B. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian ini menemukan bahwa peran guru dalam meningkatkan kemampuan sosial anak yakni sebagai motivator dan inovator dalam menangani kesulitan anak, serta sebagai fasilitator yang mampu memberikan fasilitas yang baik dan tepat kepada anak berkebutuhan khusus di TK Pertiwi. Selain itu, lembaga TK Pertiwi juga menerapkan kurikulum, sarana dan prasarana. Pada realitanya ABK sekolah di inklusi tidak mampu berjalan efektif dikarenakan rancangan pembelajaran yang tidak sesuai dengan tahap perkembangannya. Dari hasil wawancara yang kami teliti tidak adanya perkembangan sosialisasi dari ABK dengan teman sebayanya. Anak berkebutuhan khusus yang bersekolah di inklusi terlihat bahwa kurangnya ketertarikan bersosialisasi di lingkungan sekolah dengan memilih mengurung dan asik dengan dunianya sendiri.
PENGEMBANGAN SOSIALISASI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS PADA SEKOLAH INKLUSI DI TK PERTIWI Oktaviani, Icha; Wibowo, Lia Yulistia Dewi; Trihapsari, Tarissa Febri; Netamarsa, Raisha; Meilana, Dariah
Jurnal Pendidikan Inklusi Citra Bakti Vol. 2 No. 1 (2024): Jurnal Pendidikan Inklusi Citra Bakti
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jpicb.v2i1.3494

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kemampuan bersosialisasi anak berkebutuhan khusus di sekolah inklusi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian pada Taman Kanak-kanak Pertiwi, yang memiliki anak berkebutuhan khusus satu orang berada di TK B. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian ini menemukan bahwa peran guru dalam meningkatkan kemampuan sosial anak yakni sebagai motivator dan inovator dalam menangani kesulitan anak, serta sebagai fasilitator yang mampu memberikan fasilitas yang baik dan tepat kepada anak berkebutuhan khusus di TK Pertiwi. Selain itu, lembaga TK Pertiwi juga menerapkan kurikulum, sarana dan prasarana. Pada realitanya ABK sekolah di inklusi tidak mampu berjalan efektif dikarenakan rancangan pembelajaran yang tidak sesuai dengan tahap perkembangannya. Dari hasil wawancara yang kami teliti tidak adanya perkembangan sosialisasi dari ABK dengan teman sebayanya. Anak berkebutuhan khusus yang bersekolah di inklusi terlihat bahwa kurangnya ketertarikan bersosialisasi di lingkungan sekolah dengan memilih mengurung dan asik dengan dunianya sendiri.
ANALISIS INVESTASI EKONOMI DI INDONESIA PASCA PENERAPAN OMBIBUS LAW PADA ERA KEPEMIMPINAN JOKOWI PADA TAHUN 2020-2023 Oktaviani, Icha; Fitrianir, Rani Liga
PERFORMANCE: Jurnal Bisnis & Akuntansi Vol 16 No 1 (2026): Performance: Jurnal Bisnis & Akuntansi
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Wiraraja Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/feb.v16i1.5152

Abstract

This research examines the impact of the Omnibus Law on job creation in Indonesia during President Joko Widodo's administration. Enacted in 2020, the Omnibus Law was intended to simplify regulations, improve the investment climate, and encourage economic growth. The findings show that although the policy has contributed to increased investment and business opportunities, its effect on reducing unemployment and creating jobs has not been fully optimal. This is because a significant portion of incoming investment remains concentrated in capital-intensive sectors with limited labor absorption. In addition, the policy has raised concerns regarding the weakening of worker protections, particularly in relation to job security and labor welfare. Therefore, the effectiveness of the Omnibus Law should not only be measured by higher investment and economic growth, but also by the quality of jobs created and the protection of workers' rights. Continuous evaluation is necessary to ensure that the policy supports inclusive, fair, and sustainable economic development in Indonesia.