Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

UPAYA MEMBANGUN KARAKTER KEJUJURAN MENGGUNAKAN PERMAINAN PETAK UMPET PADA ANAK USIA DINI DI TK AL KAMAL Erlina, Erlina; Arifah Yasmin; Eka Juliana; Jahrona, Jahrona
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 2 No. 7 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v2i7.1837

Abstract

Kemajuan teknologi yang pesat juga mempengaruhi aktivitas bermain anak. Anak-anak kini lebih sering bermain game digital seperti video game PlayStation (PS) dan game online. Permainan ini terasa seperti permainan modern karena dimainkan menggunakan peralatan canggih dengan teknologi terkini, sangat berbeda dengan permainan tradisional untuk anak-anak. Permainan tradisional mengandung nilai-nilai budaya para pemainnya, yaitu nilai-nilai kesenangan, kebebasan, demokrasi, kejujuran dan tanggung jawab. Permainan tradisional hanya menggunakan alat-alat sementara seperti kayu, batu atau barang bekas yang mudah diperoleh di daerah setempat, tidak memerlukan biaya dan hanya memerlukan pengumpulan beberapa teman untuk memainkan permainan tersebut dari 4 hingga 7 tahun. Permainan tradisional merupakan warisan sejarah yang harus diterapkan dalam dunia pendidikan. Oleh karena itu, sebagai pendidik atau orang tua di rumah, diperlukan untuk mengenalkan dan membiasakan anak – anak dengan permainan tradisional yang sudah ada sejak lama. Permainan tradisional anak akan muncul secara sosial pada saat berinteraksi dengan teman dan juga akan muncul pada anak yang tidak rutin memainkan permainan tradisional. Penelitian ini adalah adalah penelitian tindakan kelas (PTK), Langkah-langkah untuk menemukan masalah dilanjutkan dengan menganalisis dan merumuskan masalah, kemudian membuat rencana PTK berupa tindakan perbaikan, observasi dan refleksi. Penelitian ini dilakukan di lingkungan kerja rumah Al Quran Puspa Hati Tanjung Norawa.
Analysis of Students’ Scientific Literacy Abilities on Science Learning in High School Ayu Rahmi; Syarifah Rita Zahara; Sirry Alvina; M. Ridwan Fadli; Eka Juliana
Proceedings of Malikussaleh International Conference on Multidisciplinary Studies (MICoMS) Vol. 4 (2024): Proceedings of Malikussaleh International Conference on Multidisciplinary Studies (MI
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/micoms.v4i.897

Abstract

The world of education plays an important role in civilization and the mobility of future generations. However, there are still weaknesses in the learning process, especially in methods that are monotonous and rely on memorization, which results in students having difficulty relating learning to real contexts. Science learning in schools emphasizes results, while the process is often neglected. Scientific literacy, which includes content, context, competencies and attitudes, is the focus of this research to improve students' scientific literacy abilities at the high school level. Data from the Program for International Students Assessment (PISA) shows that scientific literacy in Indonesia is still low. This research aims to analyze students' scientific literacy profiles. Data collection was carried out through scientific literacy questions that were validated constructively and empirically. The scientific literacy indicators measured include 1) Identifying valid scientific opinions; 2) Understanding of research design elements and their influence on findings; 3) Ability to complete tests or questions related to scientific phenomena; 4) Understanding and interpreting basic statistics; 5) Ability to draw conclusions, observe and make decisions based on data. Students' scientific literacy abilities are divided into very good, good, sufficient and poor categories. Based on the research results, it was found that the percentage of students in the very good category was 27.08%, in the good category was 31.25%, in the fair category was 36.45%, and in the low category was 5.20%. Based on these results, it can be concluded that the highest percentage describing students' scientific literacy abilities is at sufficient criteria. Therefore, it is important to increase students' scientific literacy.