Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika persaingan harga dan lokasi pada pedagang kaki lima (PKL) di Kabupaten Badung. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan desain deskriptif, melibatkan 15 responden yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi penetapan harga PKL cenderung berbasis biaya (cost-based pricing), di mana harga jual disesuaikan dengan perubahan harga bahan baku dan biaya sewa lahan. Selain itu, lokasi usaha menjadi faktor kunci dalam menarik konsumen, dengan kecenderungan memilih tempat yang ramai dan mudah dijangkau serta mempertahankan lokasi tersebut karena memberikan keuntungan yang stabil. Dalam menghadapi persaingan, PKL tidak hanya mengandalkan harga, tetapi juga meningkatkan mutu usaha melalui kualitas produk, pelayanan, pengalaman konsumen, dan keunikan produk. Di sisi lain, hubungan antar pedagang menunjukkan keharmonisan yang ditandai dengan interaksi saling menghormati dan tidak mencampuri urusan usaha pedagang lain. Temuan ini mengindikasikan bahwa dinamika persaingan PKL di Kabupaten Badung tidak hanya dipengaruhi oleh faktor ekonomi, tetapi juga oleh aspek sosial yang mendukung terciptanya persaingan yang sehat dan berkelanjutan.