Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

GERAKAN KOMUNITAS ALUE DEAH TEUNGOH (ADT) BANDA ACEH MENGUBAH SAMPAH SASET MENJADI KEMASAN BERHARGA Thamara Putriani Br Matanari; Welhendri Azwar; Muhamad Jamil
Aplikasia: Jurnal Aplikasi Ilmu-ilmu Agama Vol. 24 No. 1 (2024):
Publisher : UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/aplikasia.v24i1.3515

Abstract

This research aims to reveal good practices in sachet waste management in Alue Deah Teungoh Village, Meuraxa District, Banda Aceh City. Waste management there began with Banda Aceh City government program in collaboration with the Higashimatsushima City, Japan, related to the Community-Based Reconstruction Acceleration Program by creating a Village Garden program. To support this program, a new program was created, namely a WCP (Waste Collecting Point) based waste sorting program. Currently this program has shown positive results. This type of research is field research with a qualitative approach, using observation, interview and documentation data collection techniques. The findings show that waste management carried out in Alue Deah Teungoh Village focuses more on sachet waste. The research results show that the management of sachet waste has had many positive impacts felt by the commnity includingthe name of Alue Deah Tengoh Village has become known to many people because of the creative achievements made by the Alue Deah Teungoh community in managing waste. Sachet waste management can increase the economic income of the community, especially mothers who join the community. Then, the village environment becomes clean and the sachet waste that is recycled becomes a valuable item. ========================================= Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan praktik baik pengelolaan sampah saset di Desa Alue Deah Teungoh Kecamatan Meuraxa Kota Banda Aceh. Pengelolaan sampah yang ada di sana berawal dari adanya program pemerintah Kota Banda Aceh yang bekerjasama dengan pemerintah Kota Higashimatsushima Jepang, terkait Program Percepatan Rekonstruksi Berbasis Masyarakat dengan menciptakan program Village Garden. Untuk mendukung program tersebut maka dibuatlah program baru yaitu program pemilahan sampah berbasis WCP (Waste Collecting Point) saat ini program tersebut telah menunjukkan hasil yang positif. Jenis Penelitian ini adalah penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif, menggunakan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil temuan menunjukkan bahwa pengelolaan sampah yang dilakukan di Desa Alue Deah Teungoh lebih berfokus pada sampah saset. Hasil penelitian menunjukkan dari pengelolaan sampah saset ini banyak dampak positif yang dirasakan oleh masyarakat antara lain nama Desa Alue Deah Tengoh jadi banyak dikenal orang karena prestasi kreatif yang dilakukan komunitas Alue Deah Teungoh dalam mengelola sampah. Pengelolaan sampah saset dapat meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat terutama ibu-ibu yang bergabung di komunitas. Selanjutnya, lingkungan desa menjadi bersih dan sampah saset yang di daur ulang menjadi barang yang bernilai.
Analisis multidimensional konflik agraria di Desa Lhok Gajah dalam perspektif sosiologi Thamara Putriani Br Matanari; Welhendri Azwar; Muhamad Jamil
Dimensia: Jurnal Kajian Sosiologi Vol. 13 No. 3 (2024): Dimensia: Jurnal Kajian Sosiologi
Publisher : Departemen Pendidikan Sosiologi FISHIPOL UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/dimensia.v13i3.75117

Abstract

Marginalized communities often face structural barriers that hinder their access to the same resources, services, and opportunities as other communities. They tend to experience discrimination, oppression, and inequality in various aspects of life, making empowerment necessary to reduce such marginalization. This study aims to analyze indicators of marginalization in the community of Lhok Gajah Village through the perspectives of conflict, functionalism, interpretivism, and critical theory. The study employs a field research approach using thematic analysis. The findings reveal that agrarian conflicts in Lhok Gajah Village, Southwest Aceh, reflect the complexity of social, economic, and political dynamics involving various actors with differing interests. The conflict perspective highlights structural injustice in access to resources; functionalism views conflict as a threat to social stability; interpretive theory emphasizes social construction; while critical theory critiques structural injustice as the root of agrarian conflict in society.
Pemberdayaan; Analisis Bibliometrik Artikel "Pemberdayaan" Pada Bidang "Ilmu Sosial" Mhd Safuan; Muhammad Toyyib Nasution; Marlena Marlena; Nurus Shalihin; Welhendri Azwar; M Yusuf
Riau Journal of Empowerment Vol 6 No 2 (2023)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/raje.6.2.44-54

Abstract

Artikel ini bertujuan menganalisis tentang pemberdayaan berbasis bibliometrik dengan kata kunci “pemberdayaan” sebagai inputpencarian. Web Scopus.com sebagai link yang digunakan dalam pencarian database dokumen dengan dengan jenis "artikel"tentang kajian pemberdayaan di seluruh dunia. Data bibliometrik dianalisis dengan menggunakan perangkat lunak VOSviewer tipe 1.6.18 untuk memvisualisasikan jaringan penulis, tahun, negara, kata kunci dan kedalaman studi terkait dengan isu pemberdayaan. Analisis yang dilakukan pada 25 November 2022 menemukan total 1.038 dokumen dalam kurun waktu 1987 hingga 2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; pertama, dalam 6 tahun terakhir (2017-2022) jumlah publikasi tentang pemberdayaan tumbuh cukup signifikan. Kedua, Amerika Serikat merupakan negara penyumbang jumlah publikasi terbesar dan produktif di dunia terkait dengan kajian pemberdayaan. Ketiga, kata kunci utama dalam artikel pemberdayaan yang sering digunakan ialah empowerment, human, sustainability, women status, dan gender. Dan keempat, sementara kata kunci terbaru yang digunakan seperti sustainability, stakeholder, student, biodiversity, cultural heritage, dan livelihood.