Dewi Widya Ningsih
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Efektivitas Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka Dalam Mendorong Pertukaran Akademik dan Budaya Fajri Fajri; Dewi Widya Ningsih; Reza Mauldy Raharja; Wika Hardika Legiani
Jurnal Nakula : Pusat Ilmu Pendidikan, Bahasa dan Ilmu Sosial Vol. 2 No. 5 (2024): September : Pusat Ilmu Pendidikan, Bahasa dan Ilmu Sosial
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/nakula.v2i5.1024

Abstract

The Merdeka Students Exchange (PMM) is one of the programmes of Mardeka Learning Campus Merdeca (MBKM) that has been created by the Ministry of Education, Culture, Research and Technology. (Kemendikbudristek). During one semester, student exchange programmes enable Indonesian students to study at leading universities in their homeland, bringing diverse cultural experiences and strengthening academic cooperation as well as student learning experiences. The programme has become one of the important initiatives in enhancing academic and cultural cooperation among students. The research is aimed at the effectiveness of PMM programmes in achieving the objectives of academic and cultural exchange. The research methods used in the analysis are qualitative through in-depth interviews with students participating in the PMM program. Research findings show that PMM has successfully facilitated the exchange of academic knowledge and broadened cultural understanding among students. Challenges such as language constraints and cultural adaptation were also identified as factors affecting the effectiveness of the program. The implications of these findings are discussed to provide recommendations for better recommendations in the planning and implementation of future PMM programmes.
Analisis Efektivitas Pembelajaran Berbasis Project Base Learning Dalam Mencapai Tujuan Kurikulum Merdeka Dewi Widya Ningsih
Jurnal Silatene Sosial Humaniora Vol. 1 No. 1 (2023): Maret
Publisher : Suwaib Amiruddin Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53611/xhfatr80

Abstract

Guru berfungsi sebagai fasilitator yang mendukung proses pembelajaran siswa. Mereka bertanggung jawab untuk membentuk suasana pembelajaran yang mendukung, dimana siswa merasakan nyaman agar berinteraksi dan berpartisipasi. Dengan memfasilitasi diskusi, guru mendorong siswa untuk berkolaborasi, bertukar ide, dan mengembangkan pemikiran kritis. Namun, dalam proses pembelajaran guru memerlukan berbagai model pembelajaran, salah satu strategi yang dapat diterapkan adalah pembelajaran yang berfokus pada proyek agar tujuan pembelajaran dapat tercapai. pembelajaran yang berfokus pada proyek (Project-Based Learning/PBL) adalah suatu pendekatan belajar yang memberi kesempatan kepada siswa untuk belajar dengan menyelesaikan proyek yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. Metode hal ini sejalan dengan prinsip Kurikulum Merdeka yang menekankan pada kemandirian, kreativitas, dan keterampilan yang dibutuhkan di abad 21. Artikel ini mengkaji seberapa efektif PBL dalam mencapai tujuan Kurikulum Merdeka, dengan menyoroti pengembangan kompetensi dasar siswa, seperti kemampuan berpikir kritis, bekerja sama, dan berkomunikasi. Implementasi metode pembelajaran berbasis proyek memiliki kemungkinan signifikan agar meningkatkan pengalaman belajar para siswa dan menyiapkan mereka menghadapi tantangan kehidupan nyata dengan pemahaman yang mendalam mengenai konsep-konsep dasar. Dengan menerapkan taktik yang tepat guru dapat menciptakan pengalaman belajar yang lebih berarti dan sesuai bagi siswa. Metode pembelajaran yang berfokus pada proyek berfungsi sebagai sarana yang efektif untuk mendukung siswa dalam menggapai kemampuan terbaik di dalam bidang pendidikan.