Kelelahan kerja merupakan masalah kesehatan yang serius bagi pemanen kelapa sawit karena dapat menurunkan efisiensi kerja, meningkatkan risiko kecelakaan, dan berdampak negatif terhadap produktivitas. Pemanen kelapa sawit di PT. Gruti Lestari Pratama menghadapi berbagai tantangan fisik seperti mengangkat tandan buah sawit yang mencapai 25-30 kg, melakukan gerakan berulang, dan bekerja dalam kondisi cuaca ekstrem dengan target produksi 2-3 ton per hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kelelahan kerja pada pemanen buah kelapa sawit di perkebunan PT. Gruti Lestari Pratama Mandailing Natal, khususnya hubungan antara umur, beban kerja, status gizi, dan masa kerja dengan tingkat kelelahan kerja. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain observasi analitik dan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh pemanen buah kelapa sawit yang bekerja di PT. Gruti Lestari Pratama Mandailing Natal berjumlah 180 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan probability sampling dengan rumus Lemeshow. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret sampai Mei 2025 di Kabupaten Mandailing Natal, Provinsi Sumatera Utara. Hasil analisis menunjukkan bahwa semua variabel yang diteliti memiliki hubungan positif dengan kelelahan kerja. Variabel umur menunjukkan hubungan sangat kuat dengan koefisien korelasi (r) = 0,003 dan p-value = 0,977. Beban kerja memiliki hubungan positif dengan r = 0,028 dan p-value = 0,781. Status gizi menunjukkan hubungan kuat dan positif dengan r = 0,044 dan p-value = 0,661. Masa kerja memiliki hubungan sangat kuat dan positif dengan r = 0,024 dan p-value = 0,807. Terdapat hubungan yang signifikan antara umur, beban kerja, status gizi, dan masa kerja dengan kelelahan kerja pada pemanen buah kelapa sawit di PT. Gruti Lestari Pratama Mandailing Natal.