Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

DAMPAK BULLYING TERHADAP KESEHATAN PSIKOLOGIS SISWA Asidian Prenafita Setiani; Laily Nurul Hidayah
Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 2 No. 1 (2024): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3287/liberosis.v2i1.2051

Abstract

Penelitian ini menjelaskan mengenai dampak bullying terhadap kesehatan psikologis siswa. Bullying adalah jenis perilaku yang melibatkan penggunaan kata-kata atau gerak yang dimaksudkan untuk menyakiti, mengintimidasi, atau meremehkan orang lain dengan cara yang kejam. Terdapat banyak kasus perundungan bahkan penganiayaan atau yang biasa kita sebut dengan bullying terjadi pada kalangan siswa. Salah satu dampak bullying yang paling umum di kalangan siswa adalah masalah kesehatan. Intimidasi memiliki potensi serius untuk mempengaruhi kesehatan psikologis siswa dengan dampak termasuk trauma, kecemasan, depresi, penurunan kepercayaan diri, penurunan prestasi, dan pemikiran bunuh diri. Mereka juga dapat merasakan tekanan emosional, keputusasaan, serta memiliki karakteristik mental yang lebih tertutup dan penakut. Alasan mereka melakukan tindakan buruk tersebut bisa dari orang tua atau lingkungan sekitar dan dapat mempengaruhi dan menjadikan diri sendiri agresif terhadap orang-orang. Dengan adanya artikel ini bertujuan untuk menginformasikan pembaca mengenai dampak bullying terhadap kesehatan psikologis siswa dan juga mengetahui cara untuk mengatasi bullying dikalangan siswa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, dengan sumber data yang diperoleh dari buku dan jurnal yang relevan. Dari data yang kami dapat menunjukkan bahwa bullying memiliki dampak yang sangat berpengaruh terhadap kesehatan psikologis siswa.
DAMPAK SISTEM PATRIARKI TERHADAP KEHIDUPAN KELUARGA DAN ANAK Asidian Prenafita Setiani; Laily Nurul Hidayah
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 6 No. 5 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/triwikrama.v6i5.9250

Abstract

Laki-laki dipandang sebagai pengendali utama dalam banyak aspek kehidupan, termasuk lembaga keluarga, di bawah sistem organisasi sosial patriarki. Laki-laki seharusnya membuat sebagian besar keputusan dalam situasi ini, sedangkan perempuan sering dibatasi oleh tanggung jawab mereka yang lebih rendah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyelidiki bagaimana patriarki memengaruhi anak-anak dan kehidupan keluarga, khususnya yang berkaitan dengan pendidikan, pertumbuhan emosional, hubungan interpersonal, dan pertumbuhan ekonomi yang lebih luas. Penelitian ini secara menyeluruh meneliti topik ini menggunakan metodologi deskriptif kualitatif untuk lebih memahami bagaimana patriarki memengaruhi semua aspek kehidupan. Untuk mengatasi dampak patriarki, studi ini menekankan perlunya reformasi struktural. Untuk membangun keluarga dan masyarakat yang lebih inklusif dan efektif, sangat penting untuk memberdayakan perempuan melalui pendidikan, mengembangkan undang-undang yang adil, dan meningkatkan kesadaran publik tentang kesetaraan gender. Masyarakat dapat menciptakan lingkungan yang adil, sehat, dan berkelanjutan dengan bekerja sama untuk membebaskan diri dari batasan patriarki
PERAN KELUARGA DALAM MEMBENTUK KEPRIBADIAN ANAK DI ZAMAN MODERN Laily Nurul Hidayah; Asidian Prenafita Setiani; Dany Miftahul Ula
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 8 No. 2 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/triwikrama.v8i2.13194

Abstract

Pentingnya keluarga dalam membentuk kepribadian anak di era perubahan sosial dan kemajuan teknologi saat ini dibahas dalam artikel ini. Keluarga sebagai lembaga pendidikan utama memiliki kewajiban untuk menanamkan moral, nilai, dan keterampilan kepada anak. Dalam situasi ini, perkembangan kepribadian anak bergantung pada dukungan emosional dan komunikasi efektif orang tua. Kesulitan yang dihadapi keluarga juga disebutkan dalam artikel ini, termasuk dampak media sosial dan kurangnya waktu untuk menjalin hubungan yang bermakna. Selain menawarkan saran untuk mengatasi hambatan di era digital, penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif deskriptif untuk memberikan gambaran tentang bagaimana keluarga dapat menyesuaikan diri dan secara aktif membantu perkembangan karakter anak. Pendekatan ini dipilih karena mampu memberikan pemahaman yang kaya tentang proses sosial melalui pemeriksaan naratif dan interpretatif terhadap data non-numerik. Dari temuan dapat disimpulkan bahwa Jika orang tua secara aktif melibatkan anak dalam pendidikan dan pengalaman hidup mereka, mereka akan tumbuh menjadi individu yang percaya diri, mandiri, dan mudah beradaptasi.