Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

STUDI FENOMENOLOGI PERILAKU SOCIAL COMPARISON SELAMA PENGGUNAAN APLIKASI TIKTOK PADA MAHASISWA PSIKOLOGI UNIVERSITAS AIRLANGGA ANGKATAN 2021 Briliani Putri Pijar Pratiwi
Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 3 No. 1 (2024): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3287/liberosis.v3i1.3548

Abstract

Penelitian ini menganalisis perilaku social comparison selama penggunaan aplikasi TikTok oleh mahasiswa Psikologi Universitas Airlangga angkatan 2021. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis perilaku perbandingan sosial melalui TikTok dan dampaknya terhadap kesejahteraan psikologis mahasiswa Psikologi Universitas Airlangga. Menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi deskriptif, data dikumpulkan melalui in-depth interview. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan TikTok memicu perilaku social comparison, baik upward (membandingkan dengan yang lebih baik) maupun downward (membandingkan dengan yang lebih rendah). Faktor-faktor seperti frekuensi penggunaan, jenis konten, dan interaksi sosial berpengaruh pada intensitas dan dampak perbandingan sosial. Perilaku ini berdampak pada kesehatan psikologis mahasiswa, termasuk perasaan minder, kecemburuan sosial, dan tekanan untuk memenuhi standar ideal yang dipersepsikan di media sosial. Penelitian ini bertujuan memberikan wawasan tentang bagaimana social comparison melalui TikTok mempengaruhi kesejahteraan mental mahasiswa, serta pentingnya strategi untuk mengurangi dampak negatifnya.
PENYUSUNAN TES HASIL BELAJAR DENGAN CHC BROAD ABILITY: READING AND WRITING (Grw) Briliani Putri Pijar Pratiwi; Alvini Agustina Alyssa R; Muthia Permata Sari; Fazila Nayyara Avianto; Josephine Keshia Fadil
Jurnal Manajemen, Ekonomi, Hukum, Kewirausahaan, Kesehatan, Pendidikan dan Informatika Vol 2 No 4 : Juni (2024): Jurnal Manajemen, Ekonomi, Hukum, Kewirausahaan, Kesehatan, Pendidikan dan
Publisher : Shofanah Media Berkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengukuran kemampuan kognitif menjadi aspek penting dalam pendidikan dan psikologi. Salah satu pendekatan yang banyak digunakan adalah model Cattell-Horn-Carroll (CHC) yang membedakan antara kemampuan umum (broad abilities) dan kemampuan khusus (narrow abilities). Penelitian ini berfokus pada Broad Ability Reading and Writing (Grw) dan dua Narrow Abilities-nya yaitu Spelling Ability dan Reading Comprehension. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji validitas serta reliabilitas alat ukur yang dapat secara efektif mengukur kemampuan membaca dan menulis siswa SMA. Alat ukur yang didesain terdiri atas 50 item untuk mengukur kedua konstruk tersebut. Uji coba alat ukur dilakukan terhadap 108 siswa SMA. Validitas alat ukur diuji melalui Content Validity Index yang menunjukkan semua item layak digunakan. Analisis item menunjukkan distribusi jawaban dan daya beda item yang baik. Berdasarkan hasil reliabilitas, skala ini terbukti reliabel untuk mengukur kemampuan baca tulis dan ejaan siswa SMA. Dengan demikian, alat ukur ini layak digunakan untuk pengukuran kemampuan baca tulis dan ejaan peserta didik SMA.
ANALISIS PELANGGARAN NORMA KOMUNIKASI INTERPERSONAL PADA KASUS PERSELINGKUHAN ANTARA PASANGAN DAN SAHABAT DEKAT MELALUI PERSPEKTIF ETHICS IN COMMUNICATION THEORY Briliani Putri Pijar Pratiwi
Jurnal Riset Multidisiplin Edukasi Vol. 2 No. 12 (2025): Jurnal Riset Multidisiplin Edukasi (Edisi Desember 2025)
Publisher : PT. Hasba Edukasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71282/jurmie.v2i12.1455

Abstract

Penelitian ini mendalami pelanggaran norma komunikasi antarpribadi yang terjadi dalam kasus perselingkuhan antara pasangan dan sahabat dekat dengan menggunakan perspektif Communication Ethics Theory. Perselingkuhan tidak hanya mengenai persoalan moral, tetapi juga mencerminkan kegagalan komunikasi yang mengabaikan prinsip kejujuran, keterbukaan, dan penghormatan terhadap otonomi individu. Dengan pendekatan kualitatif deskriptif berbasis kajian literatur, studi ini menyoroti bagaimana pelaku menggunakan strategi komunikasi manipulatif, pesan yang ambigu, dan distorsi makna untuk menutupi tindakannya. Analisis menunjukkan bahwa perselingkuhan antara pasangan dan sahabat dapat menimbulkan kehilangan kepercayaan, munculnya komunikasi defensif, serta konflik moral dan dilema loyalitas terutama ketika pihak ketiga yang terlibat adalah sahabat dekat. Di era digital, risiko semakin besar. Emotional infidelity dapat terjadi melalui interaksi daring sepertiĀ  private message atau aktivitas tersembunyi di media sosial. Melalui perspektif etika komunikasi, ini menunjukkan adanya krisis tanggung jawab moral dalam menggunakan bahasa dan teknologi. Hasil penelitian menegaskan bahwa komunikasi yang etis membutuhkan keseimbangan antara kebutuhan emosional, nilai moral, dan integritas dalam hubungan interpersonal.