Penelitian ini mendalami pelanggaran norma komunikasi antarpribadi yang terjadi dalam kasus perselingkuhan antara pasangan dan sahabat dekat dengan menggunakan perspektif Communication Ethics Theory. Perselingkuhan tidak hanya mengenai persoalan moral, tetapi juga mencerminkan kegagalan komunikasi yang mengabaikan prinsip kejujuran, keterbukaan, dan penghormatan terhadap otonomi individu. Dengan pendekatan kualitatif deskriptif berbasis kajian literatur, studi ini menyoroti bagaimana pelaku menggunakan strategi komunikasi manipulatif, pesan yang ambigu, dan distorsi makna untuk menutupi tindakannya. Analisis menunjukkan bahwa perselingkuhan antara pasangan dan sahabat dapat menimbulkan kehilangan kepercayaan, munculnya komunikasi defensif, serta konflik moral dan dilema loyalitas terutama ketika pihak ketiga yang terlibat adalah sahabat dekat. Di era digital, risiko semakin besar. Emotional infidelity dapat terjadi melalui interaksi daring sepertiĀ private message atau aktivitas tersembunyi di media sosial. Melalui perspektif etika komunikasi, ini menunjukkan adanya krisis tanggung jawab moral dalam menggunakan bahasa dan teknologi. Hasil penelitian menegaskan bahwa komunikasi yang etis membutuhkan keseimbangan antara kebutuhan emosional, nilai moral, dan integritas dalam hubungan interpersonal.
Copyrights © 2025