Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

METODE DISKUSI DALAM PENDIDIKAN ISLAM Desman; Sriwardona
Jurnal Al-Karim : Jurnal Pendidikan, Psikologi dan Studi Islam Vol. 5 No. 2 (2020): Jurnal Al Karim : September 2020
Publisher : STAI YAPTIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.342 KB)

Abstract

Metode diskusi yang membincangkan masalah yang dilakukan oleh duaorang atau lebih, di mana orang-orang yang berbincang tersebut memilikiperhatian yang sama terhadap masalah yang didiskusikan. Diskusi bisaberbentuk the social problem meeting, the open-ended meeting, theeducational-diagnosis. Metode diskusi terdiri dari whole group, buzz group,panel diskusi, simposium, musyawarah, seminar, forum, kelompok tanpapemimpin, fish bowl, the open discussion group, curah gagasan (brainstorming).
Pendidikan Islam di Amerika: Islamic education in the United States Robi Aroka; Desman; Zulmuqim; M. Zalnur
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 7 No. 1: JANUARI 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v7i1.4839

Abstract

Pendidikan Islam di Amerika Serikat memiliki peran yang signifikan dalam memenuhi kebutuhan spiritual dan intelektual komunitas Muslim di tengah pluralitas budaya dan agama yang ada di negara ini. Artikel ini menyajikan gambaran umum tentang perkembangan, tantangan, dan peluang pendidikan Islam di Amerika Serikat. Perkembangan pendidikan Islam di Amerika Serikat mencakup berbagai tingkatan, mulai dari program pendidikan anak usia dini hingga tingkat perguruan tinggi. Sekolah-sekolah Islam dan pusat-pusat pendidikan keagamaan telah tumbuh pesat, menyediakan lingkungan yang mendukung pembelajaran agama, bahasa Arab, dan nilai-nilai Islam. Sementara itu, program-program pendidikan Islam juga telah diintegrasikan ke dalam sistem pendidikan umum di beberapa wilayah. Meskipun perkembangan ini positif, masih ada tantangan yang dihadapi oleh pendidikan Islam di Amerika Serikat. Salah satunya adalah kurangnya pemahaman tentang Islam di antara masyarakat umum, yang dapat menciptakan stereotip dan prasangka terhadap pelajar Muslim. Selain itu, kebijakan sekolah dan peraturan yang mungkin tidak memahami kebutuhan khusus pelajar Muslim dapat menjadi hambatan. Tantangan tersebut juga sejalan dengan peluang untuk meningkatkan pemahaman antaragama dan antarbudaya. Pendidikan Islam dapat berperan sebagai jembatan untuk mempromosikan dialog dan pemahaman saling menghormati antara komunitas Muslim dan masyarakat Amerika yang lebih luas. Integrasi nilai-nilai Islam dengan nilai-nilai demokrasi dan kewarganegaraan dapat membantu membentuk generasi pelajar yang toleran dan inklusif. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami secara lebih mendalam tantangan dan peluang yang dihadapi oleh pendidikan Islam di Amerika Serikat, serta untuk mengembangkan strategi yang lebih efektif dalam mendukung pertumbuhan dan pengembangan pendidikan Islam di tengah kompleksitas masyarakat Amerika yang majemuk
Konseling di Perguruan Tinggi: Counseling in Higher Education Desman; Gusril Kenedi; Afnibar; Ulfatmi
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 7 No. 1: JANUARI 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v7i1.4844

Abstract

Konseling di perguruan tinggi memiliki peran krusial dalam mendukung perkembangan akademik, emosional, dan karir mahasiswa. Abstrak ini membahas latar belakang, tujuan, dan pendekatan konseling di konteks perguruan tinggi. Konseling di tingkat perguruan tinggi bertujuan untuk membantu mahasiswa mengatasi tantangan akademik, mengelola stres, memahami diri sendiri, dan merencanakan masa depan karir mereka. Dengan memanfaatkan metode konseling yang holistik, konselor di perguruan tinggi membantu mahasiswa mengeksplorasi minat, bakat, dan nilai-nilai pribadi mereka. Selain itu, konseling juga berperan dalam memberikan dukungan terkait penyesuaian diri dengan lingkungan kampus, mengatasi masalah interpersonal, dan meningkatkan kesejahteraan psikologis. Melalui kerja sama dengan fakultas dan staf, konselor di perguruan tinggi berupaya menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan dan pengembangan mahasiswa. Dengan demikian, konseling di perguruan tinggi menjadi bagian integral dari upaya untuk meningkatkan pengalaman mahasiswa dan mempersiapkan mereka untuk menghadapi tantangan kehidupan setelah lulus.