Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERJANJIAN JUAL BELI BARANG SECARA INTERNASIONAL MENURUT CISG DAN KUHPERDATA Aam Munawar Yasin
Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan Vol. 2 No. 11 (2024): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3783/causa.v2i11.2614

Abstract

Perjanjian dagang merupakan suatu kontrak yang biasanya diadakan secara berkala antar anggota masyarakat. Jenis perjanjian jual beli ini merupakan pengembangan hak dan tanggung jawab antara dua pihak yang saling menjamin penjual dan pembeli tertentu. Pentingnya jual beli diatur dalam Pasal 1457-1540 KUH Perdata. Jenis penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitis dan pendekatan kualitatif sebagai sumber data dan berbagai referensi yang relevan. Teknik pengumpulan data digunakan teknik tinjauan pustaka, yang kemudian dianalisis menggunakan metode analisis isi. Sumber informasi yang disebutkan dalam penelitian ini berasal dari data sekunder atau dokumen perpustakaan yang diperoleh seperti buku, terbitan berkala, dan informasi yang ada mengenai subjek yang berkaitan dengan jual beli barang internasional berdasarkan CISG dan KUHperdata. CISG mengatur penyelesaian kontrak jual beli serta hak dan kewajiban pembeli dan penjual. Kontrak jual beli adalah suatu pengesahan yang menjelaskan tentang dilaksanakannya suatu transaksi oleh pembeli dan pedagang, yang tujuannya adalah agar kontrak jual beli itu menjadi tanda perjanjian antara para pihak. Perjanjian jual beli tersebut siap melalui proses hukum yang bertujuan untuk menjamin pembeli dan pedagang dilindungi undang-undang. CISG berlaku untuk kontrak penjualan barang antar pihak yang berlokasi di negara berbeda. Jual beli sebagai suatu kegiatan ekonomi yang selalu hidup dan berkembang dalam kehidupan masyarakat mempunyai peranan penting dalam memenuhi kebutuhan setiap individu.
Epistemologi Sebagai Sumber Pengetahuan Dalam Perspektif Islam Dan Barat Aam Munawar Yasin
Jurnal Adijaya Multidisplin Vol 3 No 01 (2025): Jurnal Adijaya Multidisiplin (JAM)
Publisher : PT Naureen Digital Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada mulanya para ilmuwan dan filosofi mengembangkan ilmu pengetahuan untuk menemukan kebenaran tentang suatu permasalahan dalam ilmu pengetahuan. Ini mungkin didasarkan pada pemahaman para filosof tentang sesuatu di alam semesta. Berdasarkan kebenaran pengamatan filosof, mereka memberi informasi tentang alam semesta, dunia disekitar filosof, masyarakat dan lingkungannya, dan diri filosof itu sendiri. Epistemologi Barat dan Islam memiliki pro dan kontra dalam ilmu pengetahuan yang mereka temukan. Pro dan kontra dari pertumbuhan dan perkembangan ilmu yang terjadi pada masa Barat dan kejayaan Islam melahirkan dan mengembangkan beberapa aliran epistemologi dalam Islam. Jenis penelitian ini menggunakan metode Deskriptif Analitis dan pendekatan Kualitatif sebagai sumber data dan berbagai referensi yang relevan. Teknik pengumpulan data digunakan teknik tinjauan pustaka, yang kemudian dianalisis menggunakan metode Analisis Isi.Epistemologi Sebagai Sumber Pengetahuan Islam Sumber agama islam atau sumber pengetahuan islam langsung bersumber pada wahyu Allah dan Sunnah Nabi Muhammad SAW yang mengandung komponen penting agama islam meliputi, Akidah, Syariah, dan Akhlak dikembangkan dengan akal pikiran yang memenuhi syarat untuk mengembangkannya agar mudah dikaji dengan tujua mudah difahami umat manusia. Dengan demikian sumber pengetahuan islam selain bersumber kepada Al Quran, hadist juga bersumber pada pengembangan akal manusia. Epistemologi Sebagai Sumber Pengetahuan Barat Setiap teori memiliki kajian dasar dan epistemologinya masing-masing, sehingga epistemologi dianggap sebagai upaya untuk mengungkap sumber, metode dan validitas ilmu. maka Barat mengatakan bahwa ilmu itu berasal dari akal dan perasaan manusia. Munculnya pengetahuan-pengetahuan baru dan pada saatnya memposisikan dirinya sebagai pengetahuan yang berfokus pada satu bidang pengetahuan tidak luput dari peran filsafat. Epistemologi berbicara tentang filsafat yang mengalami pro-kontra dari berbagai ide di bawah pengaruh latar belakangnya. Dalam keadaan filsafat yang sebenarnya lahir dan berkembang pada cakrawala pemikiran subjektif, universal, radikal dan kritis. Epistemologi Barat yang dilandasi semangat humanisme justru bertentangan dengan epistemologi Islam yang tidak hanya lahir dari proses berpikir yang keluar dari nalar dan indra untuk menyerap informasi. Sumber ilmu dalam epistemologi Islam berupa Al Quran dan Hadits, Akal dan Hati, dan Indra