Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ARTI DAN RUANG LINGKUP KEWENANGAN PENGANGKATAN PRESIDEN DAN WAKIL PRESIDEN OLEH MPR Sarah Angelina Setiahata Lumban Tobing
Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan Vol. 3 No. 2 (2024): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3783/causa.v3i2.2915

Abstract

Penelitian ini membahas tentang pengertian dan ruang lingkup kekuasaan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) dalam mengangkat Presiden dan Wakil Presiden berdasarkan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945. MPR memiliki kekuasaan yang besar dalam struktur ketatanegaraan Indonesia sebagai suatu kesatuan negara. Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden oleh MPR bukan hanya sekadar ritual seremonial, namun memiliki makna hukum yang penting dalam sistem ketatanegaraan. Selain itu, penelitian ini membandingkan tugas dan wewenang MPR sebelum dan sesudah amendemen, menyoroti perubahan fokus dari penentuan GBHN hingga pelantikan dan pemilihan presiden serta wakil presiden.Hasilnya menunjukkan bahwa MPR kehilangan beberapa kewenangannya pasca-amandemen, meskipun secara normatif memiliki lebih banyak wewenang. Diperlukan klarifikasi hukum lebih lanjut untuk memperjelas peran MPR dan menghindari penafsiran yang salah, dari Pasal 3 ayat (2) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dengan menetapkan aturan yang lebih jelas dan tegas. Kesimpulannya, pelantikan oleh MPR memiliki makna hukum penting dalam sistem ketatanegaraan Indonesia. Meskipun terjadi pergeseran dalam wewenangnya, MPR tetap menjadi lembaga yang mencerminkan kedaulatan rakyat dan prinsip negara hukum. Diperlukan perubahan hukum untuk memastikan kejelasan konseptual dalam relasi antara MPR dengan Presiden dan Wakil Presiden.
PENDAMPINGAN MITIGASI BENCANA BAGI KORBAN TSUNAMI SELAT SUNDA SEBAGAI ANTISIPASI MEGATRUST DI TANJUNG LESUNG BANTEN Prianto, Yuwono; Rugun Romaida Hutabarat; Cesilia Aprianes; Ivon alvinia salim; Sarah Angelina Setiahata Lumban Tobing
Jurnal Serina Abdimas Vol 3 No 2 (2025): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v3i2.34936

Abstract

Along with the passage of time, huntara (Temporary Housing) for those who have experienced house damage with a high level of damage due to torrents along the coast of Tanjung Lesung Beach, Panimbang District, Pandeglang Regency has turned into a new settlement called Huntap Village. A number of temporary residential buildings (Huntara) in Sugal Village, Mekarsari Village, Panimbang District, Pandeglang, Banten, were hit by strong winds and rain. The PKM team held an angry session to provide counseling on the anticipation of Megathrust in Tanjung Lesung which will be guided by the PKM Team Leader with the help of students. It is hoped that the lecture can be a provision for the community in the event of a natural disaster. Indonesia and Indo-Australia are on the path of subduction movement of the Eurasian plate. This position increases the likelihood of geological disasters in Indonesia. Tsunami is one of the geological disasters. Areas located on the coast are prone to tsunamis, flash floods, or coastal erosion. This sudden disaster can endanger tourism infrastructure and visitor safety. The Megathrust disaster mitigation assistance program in Huntap Village, Mekarsari Village, Panimbang District is a small step to anticipate the occurrence of a major tsunami due to the Megathrust disaster which is potentially just a matter of waiting for the time when it will occur. The PKM process in the resettlement site, Tanjung Lesung is running smoothly. The PKM team provides education regarding the importance of tsunami anticipation and health, as the local community still has limited knowledge and many children are not in school due to inadequate economic conditions. Most residents rely solely on marine resources as their source of income, and on average, mothers in the resettlement site do not earn an income and lack education. Therefore, with the implementation of PKM in the resettlement site, Tanjung Lesung, it is hoped that the local community and surrounding areas can gain knowledge to anticipate a tsunami if it occurs in the future ABSTRAK Seiring dengan perjalanan waktu huntara (Hunian Sementara) bagi mereka yang mengalami kerusakan rumah dengan tingkat kerusakan yang tinggi akibat torrent sepanjang dipesisir Pantai Tanjung Lesung Kecamatan Panimbang Kabupaten Pandeglang telah berubah menjadi permukiman baru bernama Kampung Huntap. Sejumlah bangunan hunian sementara (Huntara) di Kampung Sugal, Desa Mekarsari, Kecamatan Panimbang, Pandeglang, Banten, diterjang angin dan hujan deras. Tim PKM mengadakan sesi cemarah guna memberikan penyuluhan mengenai antisipasi Megathrust di Tanjung Lesung yang akan dipandu oleh Ketua Tim PKM dengan dibantu oleh mahasiswa. Harapannya dengan diadakan ceramah tersebut dapat menjadi bekal bagi masyarakat apabila terjadi bencana alam. Indonesia dan Indo-Australia berada di jalur pergerakan subduksi lempeng Eurasia. Posisi ini meningkatkan kemungkinan bencana geologi di Indonesia. Tsunami adalah salah satu bencana geologi. Area yang terletak di pantai rentan terhadap tsunami, banjir rob, atau erosi pantai. Bencana tiba-tiba ini dapat membahayakan infrastruktur pariwisata dan keselamatan pengunjung. Program pendampingan mitigasi bencana Megathrust di Kampung Huntap, Desa Mekarsari, Kecamatan Panimbang merupakan langkah kecil untuk mengantisipasi terjadinya tsunami besar akibat bencana Megathrust yang secara potensial tinggal menunggu waktu kapan akan terjadi. Proses PKM di huntap, Tanjung Lesung berjalan dengan lancer. Tim PKM memberikan edukasi terkait pentingnya antisipasi Tsunami dan pentingnya Kesehatan dikarenakan Masyarakat setempat masih banyak yang minim pengetahuan dan masih banyak anak-anak yang tidak sekolah karena ekonomi yang kurang memadai. Warga setempat sebagian besar hanya mengandalkan hasil laut sebagai sumber penghasilan, rata-rata ibu-ibu di huntap tidak berpenghasilan dan kurang edukasi. Oleh karena itu, dengan diadakannya PKM di huntap, Tanjung Lesung diharapkan warga setempat dan sekitarnya bisa mendapatkan ilmu untuk antisipasi Tsunami apabila terjadi kedepannya.