Vaganti Safa Sukma Rubianti
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

REVENGE PORN DITINJAU DARI SUDUT PANDANG YURIDIS INDONESIA Mulyadi, Mulyadi; Devina Yadita; Dwi Cinta Wiliananda Putri; Muhammad Irfan Maulana; Rifansyah Nugraha; Soultan Raffly Akbar; Syaiful Malik; Vaganti Safa Sukma Rubianti; Yashinta Nurul Imani
Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan Vol. 4 No. 1 (2024): Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3783/causa.v4i1.3457

Abstract

Revenge Porn atau biasa dikenal Pornografi Balas Dendam merupakan sebuah tindak kejahatan yang mana dilakukan dengan membuat maupun mengeksploitasi foto atau video berbasis seksual atau pornografi tanpa seizin atau persetujuan pemilik foto atau video asusila tersebut sebagai bentuk balas dendam dengan tujuan memperlakukan serta menjatuhkan citra diri korban, yang mana biasanya pihak perempuanlah yang menjadi korban utama dalam kasus pornografi balas dendam ini. Maraknya kasus pornografi balas dendam di Indonesia menjadikan sebuah perhatian khusus kepada seluruh elemen pemerintah maupun masyarakat untuk mencegah semakin meningkatnya kasus pornografi balas dendam ini. Tujuan dibuatnya artikel ini adalah untuk mengetahui kasus revenge porn jika ditinjau dari sudut pandang yuridis di Indonesia. Metode Penelitian yang digunakan oleh penulis yaitu metode penelitian normatif. Metode Penelitian hukum normatif merupakan metode penelitian hukum yang digunakan untuk meneliti bahan pustaka yang ada. Dalam penyusunan penelitian ini penulis menitikberatkan sumber penelitian dengan cara menelaah dan menggali data yang berasal dari bahan hukum sekunder berupa Undang-undang yang berdasar pada aturan hukum nasional, buku buku, jurnal, karya ilmiah hukum dan lain sebagainya yang berkaitan dengan penelitian ini.
Relevansi Hukum Alam Rasional dalam Interpretasi Pancasila Sebagai Sumber Dari Segala Sumber Hukum Annisa A; Azzhara Nikita Wahdah; Joy Catherine Carina Tambunan; Vaganti Safa Sukma Rubianti; Irwan Triadi
Media Hukum Indonesia (MHI) Vol 4, No 1 (2026): March
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.17853185

Abstract

Pancasila, as the source of all sources of law, has a central position in Indonesia's national legal system. However, the main challenge faced is how to translate the abstract values of Pancasila into concrete and operational positive legal norms. This article examines the relevance of the concept of rational natural law as a philosophical approach in interpreting Pancasila contextually in the formation of legislation. Rational natural law emphasizes the importance of reason and universal moral values as the basis for the formation of law, so that the law is not only formally valid, but also substantially fair. In the Indonesian context, Pancasila values such as social justice, fair and civilized humanity, and deliberation are consistent with the principles of rational natural law. Through this approach, Pancasila values can be transformed into legal principles that are relevant to the needs of modern society, such as the principles of proportionality, balance of interests, and protection of natural rights. This study uses a normative juridical method with a legislative approach and qualitative analysis of regulations and court decisions that reflect the application of rational natural law principles. The results of the study show that the interpretation of rational natural law in relation to Pancasila acts as a bridge between philosophical values and positive legal norms, as well as a filter against global influences so that national law continues to reflect the nation's identity.