Cikal Elsa Lemmuela
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU DENGAN METODE ECONOMIC ORDER QUANTITY PADA UMKM AMPYANG CIWI DI BOYOLALI Cikal Elsa Lemmuela; Asih Handayani; Sunarso , Sunarso
Jurnal Ilmiah Manajemen Ekonomi Dan Akuntansi (JIMEA) Vol. 2 No. 1 (2024): November
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jimea.v2i1.2329

Abstract

UMKM Ampyang CIWI di Boyolali merupakan UMKM yang bergerak dibidang produksi makanan cemilan. UMKM Ampyang CIWI di Boyolali berusaha mengendalikan biaya persediaan bahan baku dengan sistem pengendalian bahan baku yang tepat. Masalah di dalam penelitian ini apakah penerapan metode Economic Order Quantity dapat mengefisienkan biaya pengendalian persediaan bahan baku pada UMKM Ampyang CIWI di Boyolali. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis efisiensi sistem pengendalian persediaan bahan baku pada UMKM Ampyang CIWI di Boyolali dan menganalisis penerapan metode Economic Order Quantity dalam mengefisienkan biaya pengendalian persediaan bahan baku pada UMKM Ampyang CIWI di Boyolali. Kegunaan penelitian ini sebagai pertimbangan UMKM Ampyang CIWI di Boyolali untuk mengefisienkan biaya persediaan bahan baku dan dapat digunakan untuk mengambil keputusan terkait dengan efisiensi biaya persediaan bahan baku. Penelitian ini menggunakan metode Economic Order Quantity pada UMKM Ampyang CIWI di Boyolali. Data yang diperlukan adalah gambaran umum tentang UMKM Ampyang CIWI di Boyolali, proses produksi Ampyang CIWI di Boyolali, data jumlah produksi Ampyang CIWI di Boyolali, data biaya simpan dan data biaya pesan pada UMKM Ampyang CIWI di Boyolali. Sumber data berupa data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bahan baku Ampyang CIWI belum optimal. Hal ini dibuktikan dengan total biaya persediaan yang dikeluarkan sesuai dengan kebijakan UMKM Ampyang CIWI di Boyolali sebesar Rp lebih besar dibandingkan dengan total metode Economic Order Quantity sebesar Rp. Dari perbandingan tersebut metode  Economic Order Quantity menghasilkan total biaya paling optimal.