Risman, Abu
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Metodologi Humaniora Dilthey (Sejarah, Pemikran, dan Pengaruhnya) Risman, Abu
Al-Jami'ah: Journal of Islamic Studies No 26 (1981)
Publisher : Al-Jami'ah Research Centre

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ajis.1981.026.1-16

Abstract

Dalam Penelitiaan Ilmu-Ilmu Sosial serta Agama, Orang mempergunakan berbagai metode dan Teknik dalam upaya memahami subyek penelitiaan, agar memperoleh informasi yang reliabel mengenai obyek penelitiannya. Diantara metode-metode itu ialah metode verstehen, yang dalam dunia filsafat dikenal sebagai metodologi. Kata verstehen berarti memahami atau mengerti dari dalam. Maksudnya, memahami subyek dan obyek penelitiaan ataupun masyarakat informan dan masalahnya dari dalam diri mereka sendiri. Untuk itu para peneliti harus membuat diri mereka sendiri. Untuk itu para peneliti harus membuat diri mereka Bersatu mengomplot dengan subyek penelitiannya, dan merasa di dalamnya. Dengan kata lain, ia harus melakukan emphaty atau penghayatan terhadap masyarakat yang diteliti. Jadi metode verstehen ini, bersifat masyarakat-sentrik (Mulder, 1979: 7).  Yang memasarkan metode verstehen ini dalam sosiologi ialah Max weber. Tujuan sosiologi Weber ialah memahami arti subyektif kelakuaan social (A. Sartono, 1970:66). Max Webersendiri menyadap metode verstehen itu dari Dilthey, penciptannya apa dan bagaimanakah sebenarnya makna serta kegunaan verstehen itu sebagai metode penelitian seperti yang dikehendaki oleh perumusnya, inilah yang menjadi masalah makalah ini. Untuk menjawabnya, diperlukan sistematika p-embahasan sebagai berikut: Sejarah hidup Dilthey; Pemikiran Dilthey tentang metodologi Humaniora; pengaruh Pemikiran Dilthey.
Perkembangan pembaharuaan pemikiran Islam di India Abad XIX Risman, Abu
Al-Jami'ah: Journal of Islamic Studies No 29 (1983)
Publisher : Al-Jami'ah Research Centre

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ajis.1983.029.22-37

Abstract

Semenjak awal abad XVIII kekuasaan kesultanan Islam mongol yang berpusat di Delhi semakin merosot. Lemahnya kemampuan serta kewibawaan sultan tidak dapat menghalangi kehendak para amir akan melepaskan diri dan berkuasa penuh di wilayah mereka. Selain itu kaum brahmana mulai bergerak ingin membangun Kembali kerjaan hindu. Rakyat Maratha yang sebelumnya telah berulangkali memberontak dan bergerilya, akhirnya berhasil membesarkan diri dan mendirikan kerajaan Hindu yang mereka di  India Barat. Demikian pula golongan Sikh memenangkan pembrontakaannya.