Noviantari, Yonanda Regita
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Upaya Peningkatan Deteksi Dini Penyakit Tidak Menular pada Masyarakat Megasari, Anis Laela; Noviantari, Yonanda Regita
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i5.14330

Abstract

ABSTRAK Angka kejadian mordibitas dan mortalitas akibat penyakit tidak menular saat ini semakin meningkat. Sayangnya, intervensi yang berbasis preventif belum banyak dilakukan. Deteksi dini faktor risiko penyakit tidak menular merupakan intervensi berbasis preventif yang dapat digunakan untuk mengatasi masalah tersebut. Tujuan kegiatan pengabdian ini yaitu melakukan deteksi dini dan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam pemantauan penyakit tidak menular. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini yaitu penyuluhan dan cek kesehatan. Mitra kegiatan ini adalah masyarakat di Desa Tegalmulyo, Pabelan, Surakarta. Deteksi dini diukur dengan pemeriksaan tekanan darah, kadar kolesterol, gula darah sewaktu, dan asam urat. Hasil deteksi dini menunjukkan bahwa sebanyak 60% masyarakat memiliki riwayat hipertensi, 40% masyarakat memiliki kadar kolesterol tinggi, 50% masyarakat memiliki kadar gula darah tinggi, dan 55% masyarakat memiliki kadar asam urat yang tinggi. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa deteksi dini penyakit tidak menular penting dilakukan. Hal ini sebagai salah satu cara peningkatan derajat kesehatan masyarakat melalui pencegahan penyakit tidak menular. Kata Kunci: Deteksi Dini, Penyakit Tidak Menular, Masyarakat ABSTRACT The incidence of morbidity and mortality due to non-communicable diseases is currently increasing. Unfortunately, preventive-based interventions have not been widely implemented. Early detection of risk factors for non-communicable diseases is a preventive-based intervention that can be used to overcome this problem. The aim of this service activity is to carry out early detection and increase public awareness in monitoring non-communicable diseases. The methods used in this activity are counseling and health checks. The partners for this activity are the community in Tegalmulyo Village, Pabelan, Surakarta. Early detection is measured by checking blood pressure, cholesterol levels, instant blood sugar and uric acid. Early detection results show that as many as 60% of people have a history of hypertension, 40% of people have high cholesterol levels, 50% of people have high blood sugar levels, and 55% of people have high uric acid levels. The results of this activity show that early detection of non-communicable diseases is important. This is one way to improve the level of public health through preventing non-communicable diseases.  Keywords: Early detection, Non-Communicable Diseases, Society
OPTIMALISASI PENGETAHUAN IBU DALAM MEMBENTUK GENERASI SEHAT MELALUI EDUKASI PENCEGAHAN STUNTING Megasari, Anis Laela; Nurhalisah, Andi; Ananda, Ayyesa Khayla; Sukmawati, Anis Pradita; Ramadhani, Naufal Rizky; Noviantari, Yonanda Regita
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 4 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i4.24492

Abstract

Abstrak: Pemerintah Kota Surakarta memiliki program zero stunting pada tahun 2024. Sayangnya, masih ditemukan kasus stunting di Kota Surakarta. Salah satu penyebabnya yaitu kurangnya pengetahuan ibu terhadap pencegahan stunting. Tujuan kegiatan ini yaitu terjadi peningkatan pengetahuan ibu setelah dilakukan kegiatan ini sehingga diharapkan dapat mempercepat capaian zero stunting dan membentuk generasi sehat. Metode kegiatan ini dikemas dalam bentuk penyuluhan dengan menggunakan media leaflet. Mitra kegiatan ini yaitu ibu yang memiliki balita di Desa Jebres, sebanyak 19 orang. Evaluasi kegiatan dilakukan untuk mengetahui perubahan pengetahuan peserta menggunakan kuesioner dengan 10 pertanyaan pilihan ganda. Evaluasi dilakukan sebelum dan setelah penyuluhan diberikan. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa terdapat peningkatan skor pengetahuan peserta sebesar 30 (rerata skor pretest sebesar 60 dan rerata skor posttest sebesar 90). Berdasarkan hal tersebut, diharapkan dapat menjadi agenda tetap yang dilakukan oleh posyandu balita dan pihak desa dalam rangka menurunkan angka kejadian stunting di wilayah tersebut. Abstract: The Surakarta City Government has a zero stunting program by 2024. Unfortunately, cases of stunting are still found in the City of Surakarta. One of the causes is the mother's lack of knowledge regarding stunting prevention. The aim of this activity is to improve maternal technology after carrying out this activity so that it is hoped that it can accelerate the achievement of zero stunting and form a healthy generation. This activity method is packaged in the form of counseling using leaflet media. The partners for this activity are 19 mothers who have toddlers in Jebres Village. Evaluation activities were carried out to determine changes in participants' knowledge using a questionnaire. Evaluation is carried out before and after the counseling is given. The results of this activity showed that there was an increase in the participants' knowledge scores by 30 (average pretest score was 60 and average posttest score was 90). Based on this, it is hoped that this can become a permanent agenda carried out by the toddler posyandu and the village in order to reduce the incidence of stunting in the area.