Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Karakteristik Penderita Otitis Media Supuratif Kronik yang Menjalani Operasi di RSUP. Dr M. Djamil Padang Tahun 2021 Suharni; Triansyah, Irwan; Lestari, Mayang
Scientific Journal Vol. 2 No. 3 (2023): SCIENA Volume II No 3, May 2023
Publisher : CV. AKBAR PUTRA MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56260/sciena.v2i3.95

Abstract

Latar belakang : Otitis media supuratif kronis (OMSK) adalah suatu radang kronis di mukosa telinga tengah dan cavum mastoid yang ditandai dengan perforasi membran timpani serta riwayat lebih dari dua bulan keluar cairan dari telinga (otore), OMSK dibagi menjadi 2 tipe, tipe aman dan bahaya, penanganan yang tidak adekuat serta adanya resistensi terhadap antibiotik membuat salah satu penanganan OMSK yang banyak dilakukan adalah operasi, agar terhindar dari komplikasi. Tujuan : Untuk mengetahui karakteristik penderita Otitis Media Supuratif Kronis yang menjalani operasi di RSUP Dr. M. Djamil Padang pada tahun 2021. Metode : Ruang lingkup penelitian ini adalah bidang ilmu kedokteran penyakit telinga hidung dan tenggorokan. Penelitian dilakukan pada November sampai dengan Desember tahun 2022. Jenis penelitian adalah deskriptif. Populasi terjangkau pada penelitian adalah pasien yang menjalani tindakan operasi yang di diagnosis otitis media supuratif kronik di RSUP Dr. M. Djamil Padang sebanyak 57 sampel dengan teknik total sampling. Analisa data univariat disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi dan pengolahan data menggunakan komputerisasi program SPSS versi IBM 25.0. Hasil : Distribusi karakteristik penderita OMSK yang menjalani operasi terbanyak adalah, usia remaja akhir  24 orang (42,1%), jenis kelamin laki-laki 32 orang (56,1%), tipe OMSK adalah tipe aman 31 orang (54,4%), jenis operasi timpanoplasti 31 orang (54,4%), dan indeks massa tubuh normal yaitu 30 orang (52,6%). Kesimpulan : Usia terbanyak adalah remaja akhir, jenis kelamin terbanyak adalah laki-laki, tipe OMSK terbanyak adalah tipe aman, jenis operasi terbanyak adalah timpanoplasti, dan indeks massa tubuh terbanyak adalah normal.
Makna Simbolik dalam Tradisi Tepung Tawar pada Masyarakat Melayu: Analisis Semiotika Charles Sanders Peirce Syahfiah, Azan Indah; Ulfa, Chairiyani; Sembiring, Sandra Anggraini; Lestari, Mayang; Isman, Mhd.
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.38308

Abstract

Tradisi tepung tawar pada masyarakat Melayu merupakan ritual budaya yang kaya akan makna simbolik yang mencerminkan nilai sosial dan spiritual. Namun, makna simbol-simbol dalam tradisi ini sering kali belum dipahami secara sistematis dalam kerangka analisis ilmiah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna simbolik dalam tradisi tepung tawar menggunakan teori semiotika Charles Sanders Peirce. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan semiotika. Data dikumpulkan melalui studi literatur dan dianalisis dengan mengklasifikasikan unsur-unsur ritual ke dalam kategori tanda Peirce, yaitu ikon, indeks, dan simbol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa unsur-unsur seperti air tepung, beras, dan daun berfungsi sebagai tanda yang memiliki makna tertentu, yaitu kesucian, kemakmuran, keselamatan, dan keberkahan. Makna tersebut terbentuk melalui konvensi budaya dan interpretasi masyarakat Melayu. Kesimpulannya, tradisi tepung tawar tidak hanya sebagai praktik seremonial, tetapi juga sebagai media komunikasi simbolik yang menyampaikan nilai moral, sosial, dan spiritual secara turun-temurun.